DI ATAS 5 TAHUN
24 Agustus 2020

Jangan Anggap Sepele Sakit Telinga pada Anak, Ini Cara Mengatasinya

Cari tahu apa saja jenis dan juga pertolongan pertama yang bisa dilakukan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Dina Vionetta

Sakit telinga pada anak-anak di bawah lima tahun umum terjadi dan bisa jadi sangat menyakitkan. Penyebabnya pun beragam dan biasanya terjadi setelah terkena infeksi saluran pernafasan atas.

Mengutip Kids' Health, sakit telinga pada anak-anak sering terjadi. Kondisi ini bisa disebabkan oleh cairan di belakang gendang telinga, infeksi di bagian tengah telinga, atau infeksi di saluran telinga (juga dikenal sebagai telinga perenang).

Anak-anak di bawah usia 5 tahun berisiko lebih tinggi terkena infeksi telinga, terutama setelah infeksi saluran pernapasan atas (seperti flu).

Cari tahu apa yang menjadi penyebab, jenis, gejala, cara mengatasi, dan seperti apa pertolongan pertama sakit telinga pada anak melalui artikel ini. Jangan anggap sepele ya, Moms.

Baca Juga: 5 Tips Mengatasi Sakit Telinga pada Bayi di Pesawat, Sudah Coba?

Penyebab Sakit Telinga

penyebab sakit telinga pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Dalam American Academy of Family Physicians, sakit telinga pada anak biasanya terjadi ketika saluran telinga tersumbat, yang membuat cairan tidak mengalir keluar dari saluran.

Cairan di telinga tengah merupakan tempat yang baik untuk memulai infeksi. Infeksi penyumbatan meningkatkan tekanan di belakang gendang telinga, menyebabkan banyak rasa sakit.

Saluran telinga bisa tersumbat karena alergi, pilek atau infeksi lainnya. Dalam kasus lain, kelenjar adenoid di dekat telinga membesar dan menyumbat saluran telinga.

Saluran eustachius, penghubung telinga bagian tengah dengan bagian belakang hidung, akan membengkak dan berisi lendir tebal jika terinfeksi bakteri atau virus.

Penyebab lainnya adalah alergi, pilek, atau infeksi lainnya. Infeksi telinga lebih sering terjadi pada anak-anak karena saluran eustachius-nya lebih pendek dan sempit dibandingkan orang dewasa. 

Infeksi telinga akut biasanya hilang dalam satu atau dua minggu. Terkadang, infeksi telinga berlangsung lebih lama dan menjadi kronis. Setelah infeksi, cairan mungkin tertinggal di telinga tengah. Ini dapat menyebabkan lebih banyak infeksi dan gangguan pendengaran.

Baca Juga: Telinga Anak Berdenging Setelah Berenang, Atasi dengan 4 Cara Ini

Jenis Sakit Telinga pada Anak

jenis sakit telinga pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Ada beberapa jenis sakit telinga pada anak. Setiap jenis telinga ini memiliki gejala yang juga berbeda. Mengutip National Institute on Deafness and Other Communication Disorders, berikut penjelasannya.

1. Otitis Media Akut (AOM)

Otitis media akut adalah infeksi telinga yang paling umum. Bagian telinga tengah terinfeksi dan bengkak serta cairan terperangkap di belakang gendang telinga.

Hal ini menyebabkan nyeri di telinga, yang biasa disebut sakit telinga. Jika sakit telinga pada anak jenis ini terjadi, Si Kecil mungkin juga mengalami demam.

2. Otitis Media dengan Efusi (OME)

Sakit telinga OME kadang-kadang terjadi setelah infeksi telinga mereda dan cairan tetap terperangkap di belakang gendang telinga. Anak dengan OME mungkin tidak menunjukkan gejala, tetapi dokter dapat melihat cairan di belakang gendang telinga dengan alat khusus.

3. Otitis Media Kronis dengan Efusi (COME)

Kondisi otitis media kronis dengan efusi terjadi ketika cairan tetap berada di telinga tengah untuk waktu yang lama atau kembali lagi dan lagi, meskipun tidak ada infeksi.

Sakit telinga pada anak jenis COME dapat mempersulit Si Kecil untuk melawan infeksi baru dan juga dapat memengaruhi pendengaran mereka.

Baca Juga: Perlukah Membawa Anak yang Sakit Pilek ke Dokter?

Gejala Sakit Telinga pada Anak

gejala sakit telinga pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Secara garis besar, gejala dari sakit telinga pada anak bisa berupa rasa nyeri pada telinga terutama saat mengunyah, menghisap, atau berbaring, kemerahan atau bengkak di telinga luar, kebocoran dari telinga, sulit mendengar, telinga terasa penuh, muntah, sakit kepala, dan demam.

Anak-anak yang terkena otitis media juga memberikan tanda-tanda seperti merasa telinganya penuh, cairan mengalir dari telinga, mudah marah, dan sakit kepala.

Jika sakit telinga pada anak ini tidak diobati, telinga yang terkena bisa menjadi bengkak dan sakit jika disentuh. Cairan bisa berubah menjadi nanah dan menyebabkan penurunan pendengaran.

Baca Juga: 5 Cara Alami Mengatasi Infeksi Telinga Bayi

Cara Mengatasi Sakit Telinga pada Anak

cara mengatasi sakit telinga pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Jika menemui tanda-tanda di atas, ajak Si Kecil ke dokter untuk pemeriksaan lebih mendalam. Jika diberikan antibiotik, pastikan mengikuti aturan yang diberikan agar bakteri tidak menjadi kebal. Berikan obat antinyeri saat dibutuhkan untuk meredakan rasa sakit.

Disarankan untuk melakukan vaksin pneumokokus konjugasi (PCV) dan vaksin flu untuk mengurangi risiko infeksi telinga tengah. Hindari membersihkan telinga dengan kapas atau benda tajam yang dapat melukai gendang telinga.

Lindungi Si Kecil dari kemungkinan terkena flu, misalnya dengan tidak berdekatan dengan penderita flu, dan pastikan anak-anak mencuci tangan, terutama setelah bermain dengan anak lain.

Perlu dicatat, menggunakan antibiotik untuk mengobati infeksi telinga dapat menyebabkan bakteri yang bertanggung jawab atas infeksi telinga menjadi kebal terhadap antibiotik.

Dampaknya, membuat lebih sulit untuk mengobati infeksi di masa depan.

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), antibiotik menyebabkan diare dan muntah pada sekitar 15 persen anak yang memakainya. AAP juga mencatat bahwa hingga 5 persen dari anak-anak yang diresepkan antibiotik mengalami reaksi alergi serius dan dapat mengancam jiwa.

Dalam kebanyakan kasus, AAP dan American Academy of Family Physicians merekomendasikan untuk menunda memulai antibiotik selama 48 hingga 72 jam karena infeksi dapat hilang dengan sendirinya.

Namun, ada kalanya antibiotik adalah tindakan terbaik. Secara umum, penggunaan resep antibiotik untuk sakit telinga pada anak bisa diperuntukkan untuk anak-anak berusia 6 bulan ke bawah, serta anak usia 6 bulan sampai 12 tahun yang mengalami gejala berat.

Ada beberapa hal yang bisa menjadi cara mengatasi sakit telinga pada anak. Berikut ini beberapa langkah yang bisa digunakan.

1. Obat Pereda Tanpa Resep

American Academy of Pediatrics (AAP) menyarankan pereda nyeri tanpa resep seperti ibuprofen dan acetaminophen untuk mengendalikan rasa sakit yang terkait dengan jenis infeksi telinga yang menyakitkan atau otitis media akut (AOM).

Obat ini aman digunakan dengan atau tanpa antibiotik, tapi pastikan untuk mengikuti petunjuk dosis pada label. Obat-obatan ini juga dapat membantu menurunkan demam.

Bicarakan dengan dokter tentang dosis yang tepat untuk anak-anak. Versi anak-anak dan bayi tersedia untuk banyak pereda nyeri OTC. Tidak aman untuk anak-anak di bawah usia 16 tahun meminum aspirin.

2. Kompres Dingin atau Hangat

Orang sering menggunakan kompres es atau kompres hangat, seperti bantal pemanas atau kain lap basah, untuk menghilangkan rasa sakit. Hal yang sama bisa dilakukan untuk sakit telinga.

Cara mengatasi sakit telinga pada anak ini aman dilakukan untuk anak-anak dan orang dewasa.

Letakkan kompres es atau kompres hangat di atas telinga dan bergantian antara hangat dan dingin setelah 10 menit. Jika Anda lebih suka dingin atau hangat, Anda bisa menggunakan satu kompres saja.

Baca Juga: Minyak Zaitun atau Minyak Canola, Manakah yang Lebih Baik?

3. Minyak Zaitun

Penggunaan minyak zaitun untuk sakit telinga adalah pengobatan tradisional. Tidak ada bukti ilmiah yang kuat untuk membuktikan bahwa tetesan minyak zaitun di saluran telinga dapat meredakan sakit telinga.

Tetapi meletakkan beberapa tetes minyak zaitun hangat di telinga aman dan bisa cukup efektif, menurut jurnal American Academy of Pediatrics.

Sebaiknya diskusikan metode ini dengan dokter terlebih dahulu, terutama untuk anak-anak. Pastikan minyak zaitun tidak lebih hangat dari suhu tubuh Si Kecil dengan menggunakan termometer.

4. Tidur Tanpa Membebani Telinga

Beberapa posisi tidur akan memperparah rasa sakit akibat infeksi telinga, sementara beberapa dapat membantu meredakannya.

Tidur dengan posisi telinga yang infeksi di atas, ketimbang menghadap ke bawah ke arah bantal. Ini dapat membantu mengeringkan telinga dengan lebih baik jika perlu.

5. Latihan Leher

Beberapa sakit telinga disebabkan oleh tekanan di saluran telinga. Latihan leher tertentu dapat digunakan untuk meredakan tekanan ini. Latihan rotasi leher sangat bermanfaat.

Pada anak dengan usia yang cukup besar, ikuti langkah-langkah berikut untuk melakukan latihan rotasi leher sebagai cara mengatasi sakit telinga pada anak:

  • Duduk tegak dengan kedua kaki rata di lantai.
  • Secara perlahan putar leher dan kepala ke kanan sampai kepala sejajar dengan bahu.
  • Putar kepala ke arah lain, sampai kepala sejajar dengan bahu kiri.
  • Angkat bahu tinggi-tinggi seolah mencoba menutupi telinga dengan bahu.
  • Lakukan gerakan perlahan, tahan dengan lembut dan regangkan lagi selama lima hitungan, lalu rileks.
  • Ulangi ini sesering mungkin selama jam bangun.

Baca Juga: Tanaman Herbal untuk Mencegah COVID-19, Moms Perlu Tahu

6. Menggunakan Bahan Herbal

Moms bisa menggunakan bahan herbal seperti jahe dan bawang putih untuk mengatasi sakit telinga pada anak.

Jahe memiliki sifat antiinflamasi alami yang dapat membantu meredakan nyeri akibat sakit telinga. Oleskan jus jahe, atau minyak saring yang telah dihangatkan dengan jahe di dalamnya, di sekitar liang telinga luar. Jangan langsung dimasukkan ke telinga.

Selain itu, bawang putih memiliki khasiat antibiotik dan pereda nyeri. Rendam bawang putih yang dihancurkan selama beberapa menit dalam minyak zaitun atau minyak wijen hangat. Saring bawang putih dan oleskan minyak ke saluran telinga.

7. Pijat Telinga

Pijatan lembut dapat membantu meredakan nyeri telinga yang menyebar dari rahang atau gigi, atau yang menyebabkan sakit kepala tegang. Pijat juga dapat membantu meredakan nyeri akibat infeksi telinga.

Moms dapat memijat area yang lembut, serta otot di sekitarnya. Misalnya, jika area di belakang telinga terasa sakit, coba pijat otot-otot rahang dan leher.

Dengan gerakan ke bawah, berikan tekanan mulai tepat di belakang telinga dan ke bawah leher. Lalu, Terus berikan tekanan ke bawah, teruskan ke depan telinga.

Jenis pijatan ini dapat membantu mengeluarkan cairan berlebih dari telinga, dan mencegah rasa sakit bertambah parah.

Baca Juga: 3 Pertolongan Pertama Disentri pada Ibu Hamil

Pertolongan Pertama Sakit Telinga pada Anak

pertolongan pertama sakit telinga pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Jika Si Kecil didapati mengalami sakit telinga pada anak, ada pertolongan pertama yang dapat dilakukan.

  1. Hubungi dokter untuk meminta nasihat atau agar telinga anak diperiksa.
  2. Berikan asetaminofen atau ibuprofen sesuai kebutuhan untuk meredakan nyeri (periksa instruksi dengan cermat untuk mengetahui jumlah yang tepat). Jangan berikan ibuprofen kepada bayi di bawah usia 6 bulan.

Si Kecil perlu mendapatkan perawatan medis jika:

  • Anak tampak sakit saat menggunakan antibiotik
  • Anak kesulitan minum cairan
  • Telinga mengeluarkan cairan atau darah seperti nanah
  • Sakit telinga bertambah parah
  • Ada bengkak dan kemerahan di belakang telinga
  • Telinga mulai mencuat dari sisi kepala

Pastikan Si Kecil mendapatkan vaksin konjugasi pneumokokus (PCV) dan vaksin flu, yang dapat mengurangi kemungkinan mereka terkena infeksi telinga tengah.

Selain itu, jangan membersihkan telinga dengan kapas atau benda tajam. Serta hindari asap rokok orang lain dan siapa pun yang sedang flu (keduanya dapat meningkatkan kemungkinan infeksi telinga).

Pastikan anak membiasakan diri mencuci tangan, terutama setelah bermain dengan anak lain.

Artikel Terkait