NEWBORN
24 September 2018

Jangan Diabaikan, Perhatikan 5 Tanda Bayi Alami Overstimulasi Saat Bermain dan Cara Mengatasinya

Bayi akan merasa tidak nyaman dan terganggu secara emosi maupun fisik
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh ade.ryani
Disunting oleh ade.ryani

Lingkungan yang mendukung stimulasi untuk bermain dan mengeksplorasi membantu Si Kecil yang baru lahir belajar dan tumbuh dengan baik.

Namun, terkadang saking semangatnya, orang tua baru terlalu banyak memberi aktivitas atau rangsangan yang membuat bayi overstimulasi.

Tentu saja hal ini mempengaruhi waktu istirahatnya. Bayi membutuhkan jeda agar mendapatkan keseimbangan yang tepat.

Maka sebelum kita mengenali lebih jauh gejala atau tanda-tandanya, kenali dulu apa itu overstimulasi?

Overstimulasi dalam Keseharian yang Jarang Disadari

Overstimulasi terjadi saat seorang anak dibanjiri oleh lebih banyak sensasi, aktivitas, pengalaman, dan kebisingan dari yang bisa ia atasi.

Misalnya, bayi baru lahir mungkin sangat tidak nyaman setelah prosesi pesta penyambutan kelahiran, di mana ia dipeluk oleh banyak orang dewasa. 

Bayi yang terlalu banyak distimulasi akan merasa kelelahan dan kewalahan. Saat hal ini terjadi, ia membutuhkan waktu beristirahat dan lingkungan yang nyaman sekaligus tenang.

Baca Juga : Cara Bermain dengan Bayi Usia 0-12 Bulan yang Optimalkan Perkembangannya

Tanda Bayi Mengalami Overstimulasi dan Cara Mengatasinya  

Sejumlah tanda-tanda bayi overstimulasi di antaranya bisa Moms perhatikan seperti yang ada di bawah ini dan terkadang kita sering bingung bagaimana mengatasinya.

Simak penjelasan berikut, Moms.

1. Murung dan Menyendiri

Reaksi pertama bayi dalam melawan overstimulasi sering kali dilakukan dengan menghindar saat ada banyak hal yang terjadi di sekitarnya.

Alih-alih mencoba untuk mengeksplor apa yang ada di sekitarnya, si kecil justru bertindak menyendiri dan menunjukkan sikap tidak tertarik dengan upata Moms untuk menarik perhatiannya.

Baca Juga: Tahapan Perkembangan Bayi Selama Satu Tahun Pertama

2. Bernapas dengan Cepat

Sama seperti pernapasan orang dewasa yang meningkat saat bersemangat atau kelelahan, bayi juga demikian.

Perhatikanlah perubahan yang terjadi pada pola pernapasannya, terutama jika ritmenya berubah dari lambat dan halus menjadi lebih cepat.

Baca Juga : Waspada! Bayi Bisa Terkena Herpes Hanya Karena Dicium

3. Memalingkan Wajah

Saat bayi berpaling dan seolah tidak memperhatikan padahal Moms sedang mencoba untuk berinteraksi dengannya, mungkin ia sedang terlalu bersemangat.

Tapi, tahukah Moms bahwa perilaku ini sebenarnya merupakan tanda bayi overstimulasi? Perilaku yang semacam ini seringkali ditunjukkan saat bayi terpapar lingkungan yang terlalu gaduh.

Baca Juga: Ini Tanda-tanda Keterlambatan Perkembangan Bayi yang Harus Mama Tahu

4. Sering Menangis

Sering rewel dan menangis tanpa alasan juga bisa menjadi tanda overstimulasi pada bayi.

Apalagi kalau upaya Moms untuk mengalihkan perhatian dan menghiburnya justru semakin membuat si kecil menangis menjadi-jadi.

Sementara setiap bayi yang menangis hingga wajahnya memerah dari waktu ke waktu, kemerahan atau perubahan warna kulit saat sudah mulai tenang menjadi pertanda bahwa ia terlalu banyak menerima stimulasi.

Baca Juga : Ingin Mengajak Bayi Baru Lahir ke Mall? Perhatikan Beberapa Hal Ini!

5. Gerakan yang Tersentak-sentak

Overstimulasi juga menyebabkan gerakan bayi bisa menjadi tersentak-sentak, terutama jika akan menangis karena merasa bingung atau kewalahan.

Perhatikan tanggapan Si Kecil dan jika Moms mengamati salah satu dari tanda overstimulasi, kurangi stimulasi dan tingkatkan dukungan terhadapnya.

Turunkan nada dan bicaralan secara perlahan. Cukup gendong bayi selama beberapa menit untuk menenangkannya.

Moms juga bisa membedong Si Kecil atau menyusuinya hingga tenang atau tertidur.

Semua bayi bisa mengalami overstimulasi, baik sekarang maupun beberapa bulan atau tahun ke depan.

Akan tetapi, bayi premature atau bayi dengan kondisi fisik tertentu cenderung lebih sering menunjukkan tanda bayi overstimulasi. Jadi, perhatikan dengan baik, ya, Moms.

(RGW)

Sumber: momjunction.com, raisingchildren.net.au, parentsworld.com.sg

Artikel Terkait