DI ATAS 5 TAHUN
30 April 2019

Jangan Dipaksa, Ini Cara Membujuk Suami Untuk Aktif Mengurus Anak

Lakukan cara-cara ini untuk membujuk tanpa harus memaksanya.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Intan Aprilia
Disunting oleh Intan Aprilia

Anggapan kalau dalam sebuah keluarga, suami mencari nafkah dan istri mengurus rumah tangga rasanya saat ini sudah tak berlaku lagi.

Kenyataannya, banyak istri yang juga harus membantu mencari penghasilan dengan bekerja tanpa mengurangi pekerjaannya di dalam rumah. Begitu pula dengan pola asuh orangtua kepada anak.

Seorang ibu sering pula dititikberatkan untuk mengasuh dan memantau perkembangan serta pertumbuhan anak dengan baik.

Padahal anak adalah buah hati orangtua yang harus sama-sama diasuh oleh ayah dan ibu.

Ketika seorang suami mencari nafkah untuk keluarganya, bukan berarti perannya sebagai ayah menjadi hilang.

Baca Juga : Tinggalkan 7 Kebiasaan Buruk Dalam Mengasuh Anak Ini

Penting untuk diketahui, Moms, kalau peran ayah dalam perkembangan anak itu dapat melatih keseimbangan emosi, rasa disiplin, kemandirian anak, dan menumbuhkan rasa percaya dirinya sejak dini.

Oleh karena itu, suami dan istri memegang peranan yang sama pentingnya dalam mengurus anak.

Nuniek Tirta, seorang konselor rumah tangga, lewat bincang-bincangnya melalui Kulwap Orami Community pada Kamis (7/2) lalu mengungkapkan penyebab dan alasan mengapa ada suami yang kurang aktif dalam mengurus anak.

Hal ini bisa dilihat dari keluarga asal dan pola asuh orangtua suami terlebih dulu.

Penyebab Suami Tak Aktif Mengurus Anak

begini cara membujuk suami untuk aktif mengurus anak 2

Foto: lifeclub

Penyebab utama suami tak aktif mengurus anak adalah melihat dari pohon keluarganya, begitu yang diungkapkan oleh Nuniek Tirta.

Jadi ketika suami dibesarkan dalam keluarga dengan sistem patriarki, di mana pengasuhan anak menjadi tanggung jawab penuh istri, maka tak heran jika suami juga melakukan hal yang sama pada keluarganya.

“Ketahui tentang bagaimana dulu bapaknya suami mengasuh anak, apakah terlibat aktif atau hanya pasif saja? Jika kita sudah paham kebiasaan keluarga asalnya, maka kita akan lebih mudah memahami kondisi suami,” ujar Nuniek yang juga inisiator dari #Startuplokal Community ini.

Setelah mengetahui penyebabnya, maka Moms harus mencari cara agar dapat membujuk suami lebih aktif mengurus anak. Tapi, perubahan yang besar memang tidak ada yang instan.

Membujuk Suami untuk Mengurus Anak, Bukan Memaksanya

begini cara membujuk suami untuk aktif mengurus anak 3

Foto: teethonohea

Tak ada orang yang bisa berubah hanya sekejap mata, apalagi jika sudah terdapat kebiasaan yang ia terima sejak puluhan tahun.

Sebagai istri dan ibu, Moms harus mampu untuk mengelola ekspektasi kepada suami.

Tanamkan dalam diri sendiri bahwa suami tak mungkin selalu menjadi seperti yang kita inginkan.

Jadi, lebih baik tidak membuat harapan yang terlalu tinggi karena hanya akan berakhir dengan kekecewaan.

Dengan begitu, akan lebih mudah untuk membujuk suami perihal tentang mengurus dan mengasuh anak.

“Utarakan dengan suami tentang konsep mengubah akar pohon keluarga yang kurang baik menjadi kebiasaan baru yang lebih baik lagi. Misalkan dalam keluarga suami, laki-laki harus terus dilayani dan istri mengurus rumah tangga, coba untuk mengubah konsep tersebut,” ujar Nuniek.

Baca Juga : 4 Tips Agar Suami Mau Bergantian Mengasuh Bayi yang Baru Lahir

Ketika sudah ada kebiasaan yang ingin diubah, maka Moms bisa menjelaskan kepada suami tentang pola mengasuh anak yang mungkin saja belum diketahuinya.

Konsep sederhana seperti menemani anak mengerjakan PR, meluangkan waktu untuk mengajak anak bermain atau jalan-jalan, dan kadang anak harus mempunyai quality time berdua dengan ayahnya.

Perubahan tersebut juga harus dibarengi dengan keinginan anak yang merindukan sosok ayah dan senang jika ada ayah yang ikut menemaninya.

Jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih kepada suami ketika dia sudah membuat perubahan sekecil apa pun.

Ingat, Moms, apresiasi kepada pasangan itu penting untuk dilakukan. Semoga dengan cara tersebut, suami menjadi lebih aktif mengurus anak dan anak tidak kehilangan kehadiran dari ayahnya, ya!

(DG/CAR)

Artikel Terkait