PERNIKAHAN & SEKS
4 April 2019

Jangan Lakukan Ini Setelah Bertengkar dengan Suami

Jika dilakukan bahkan bisa memicu pertengkaran lainnya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Ikhda Rizky
Disunting oleh Ikhda Rizky

Pada dasarnya, Moms dan pasangan sah-sah saja untuk berdebat. Moms dan pasangan adalah dua orang yang terpisah, dan terkadang memiliki pendapat yang berbeda.Tetapi yang mungkin tidak Moms sadari adalah bagaimana sikap Moms setelah bertengkar yang ternyata bisa sama pentingnya. Jika bertengkar dan suami sudah selesai namun Moms melakukan hal berikut, ada hal buruk yang mengancam hubungan rumah tangga.

1. Jangan Memberi Mereka Bahu Dingin

Foto: Avlawyers

Jika Moms membutuhkan ruang setelah bertengkar, itu tidak masalah, selama Moms memberi tahu mereka. "Salah satu kesalahan terbesar yang dilakukan orang setelah bertengkar adalah justru menghindar,” kata Rachel A. Sussman, seorang psikoterapis berlisensi dan pakar hubungan di New York City.

Jika Moms mengabaikan pasangan, maka bukan tak mungkin suami berpikir Moms masih marah dan semacam ingin membalas emosi tersebut Moms mungkin bisa memberi tahu pasangan mengenai apa yang sedang dirasakan. Bilang pada pasangan bila Moms ingin mengambil sedikit waktu untuk meredakan emosi dan katakan pula bahwa Moms dalam kondisi baik-baik saja.

Baca Juga: Hati-hati Jadi Bertengkar! Ini 3 Kesalahan saat Diskusi dengan Suami

2. Jangan Menyimpan Dendam

Foto: USA Today

Apakah Moms pernah mendengar ungkapan "Apa yang terjadi di Vegas, tetap di Vegas"? Apa pun yang dikatakan pasangan Moms saat bertengkar jangan lagi dibawa-bawa. Michelle Golland, PsyD, seorang psikolog klinis di Los Angeles mengungkapkan jika pasangan mengatakan sesuatu saat pertengkaran dan cukup mengganggu, katakan pada mereka kata-kata mereka yang membuat Moms frustasi.

Jika kata-kata perkelahian mereka mengganggu Moms pada hari berikutnya, berikan diri Moms ruang untuk bernapas. Membicarakan pertengkaran terlalu sering dapat menyebabkan pembicaraan yang itu-itu saja dan tidak akan menemukan sebuah solusi.

3. Jangan Minta Maaf Kalau Masih Dendam

Foto: Assured Pharmacy

Saat pertengkaran, ada banyak pasangan yang cenderung untuk menghindarinya. Malas bertengkar menjadi alasan mengapa seseorang malas untuk membahasnya lebih lanjut. Padahal menurut Laurie Puhn, ada baiknya Moms dan pasangan saling memberikan penjelasan mengenai yang terjadi.

Jangan kemudian hanya meminta maaf tanpa ada penjelasan. Permohonan maaf yang tepat adalah disertai dengan hal-hal yang akan diperbaiki ke depannya. Hal ini penting dilakukan agar permohonan maaf bukan hanya sebagai pelarian belaka.

4. Jangan Mencari Alasan

Foto: Ask Love Doctor

Sebuah penelitian University of California Berkeley menemukan bahwa pasangan yang tidak cukup tidur cenderung mudah bertengkar. Meski banyak faktor yang menyebabkan pertengkaran, menyalahkan adalah hal yang tidak adil bagi Moms atau pasangan.

"Perkelahian adalah berarti adalah informasi," kata Dr. Golland. "Jika kamu marah, sedih atau terluka, itu informasi yang perlu diketahui suamimu." Moms bisa mengungkapkan pada suami kondisi atau suasana hati sehingga suami memahami bahwa pertengkaran bisa jadi terjadi karena kondisi Moms.

Baca Juga: Bertengkar dengan Suami Secara Sehat

5. Jangan Menghindar

Foto: Flickr

Saat ingin mengungkapkan masalah yang terjadi, jangan sesekali menghindar atau justru merasa bahwa Moms lah yang bersalah. Jangan tunjukkan rasa frustasi bahwa masalah ini tidak akan selesai. Kondisi ini membuat Moms mengungkapkan komunikasi non-verbal seperti menjauh dari pasangan atau menghindar. Hal ini sama kerasnya dengan Moms yang berteriak-teriak kepada pasangan.

Sudah tahu ya Moms, ternyata ada banyak hal yang bisa menyebabkan masalah setelah pertengkaran. Moms pernah mengalami kondisi di atas? 

(GSN/IRN)

Artikel Terkait