2-3 TAHUN
11 April 2019

Jangan Larang Balita Main Berantem, Jaga Agar Tetap Aman Dengan 4 Kiat Ini

Selama ada aturan dan batasan, main berantem itu bermanfaat lho, Moms.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dina
Disunting oleh Dina

Siapa nih, Moms yang sering khawatir melihat balita main berantem?

Walau terlihat kasar dan mengandung kekerasan, bermain berantem sebenarnya memiliki banyak manfaat untuk balita.

Menurut praktisi kesehatan olahraga Travis Lewis dari California University of Pennsylvania, saat balita main berantem, otak akan melepaskan zat kimia neurotropik untuk mendukung pertumbuhan saraf yang berkaitan dengan ingatan, bahasa, dan logika.

Main berantem juga bermanfaat untuk mendukung perkembangan sosial emosional dan membantu balita bereksperimen dengan bagian tubuhnya.

Namun, beberapa tips aman balita main berantem berikut perlu Moms terapkan agar tidak ada yang cedera atau kesakitan.

1. Lakukan di Tempat Aman

Foto: intelligentnest.com

Untuk mencegah cedera karena kepala terbentur benda keras, terlilit kabel, tertimpa barang jatuh, dan resiko bahaya lain, Moms perlu membuat aturan kalau main berantem hanya boleh dilakukan di tempat yang sudah ditentukan.

Tempat yang cukup aman untuk balita main berantem adalah di ruangan yang cukup luas dan tidak dikelilingi oleh benda yang mudah jatuh.

Lebih baik lagi bila main berantem dilakukan di atas karpet.

Bila balita main berantem di halaman atau alam bebas, pastikan dilakukan di permukaan yang datar, tidak berbatu atau banyak ranting pohon, dan tidak dekat dengan aliran air.

Baca Juga: 4 Hal Yang Harus Dilakukan Jika Balita Sering Terbangun Tengah Malam

2. Berhenti Saat Diminta

Foto: verywellfamily.com

Salah satu tips aman balita main berantem yang perlu Moms ajarkan pada Si kecil adalah consent atau persetujuan.

Itu artinya balita hanya boleh main berantem bila teman atau saudaranya sudah setuju untuk berpartisipasi.

Selain itu, tetapkan aturan kalau balita harus berhenti setiap kali ‘lawannya’ berkata aduh, stop, berhenti, sudah, dan semacamnya.

Main berantem bisa dilanjutkan atau dihentikan tergantung pada persetujuan bersama.

Dengan begitu balita jadi tahu kalau yang terpenting dalam main berantem adalah kesenangan bersama dan bukan siapa yang terkuat atau menang.

Baca Juga: Hindari Iritasi, Ini 4 Tips Memilih Produk Perawatan Kulit untuk Bayi

3. Tidak Mengarah Area Wajah atau Kepala

Foto: todaysparent.com

Supaya balita main berantem dengan aman, Moms juga perlu menjelaskan kalau ada bagian tubuh yang tidak boleh dijadikan sasaran karena dapat membahayakan.

Misalnya saja area kepala termasuk wajah dan kemaluan.

Baca Juga: Kemunduran Perilaku dan Kemampuan Balita di Usia Tertentu, Normalkah?

4. Tidak Dilakukan Sebelum Tidur

Foto: fjessaymmln.skywall.me

Kalau tidak ingin Si kecil susah tidur, sebaiknya hindari main berantem sebelum jam tidur siang ataupun malam ya, Moms.

Main berantem akan menstimulasi fisik dan mental balita sehingga butuh waktu cukup lama untuk membuatnya tenang dan siap untuk tidur.

Jangan khawatir Moms, selama diawasi dan diberikan aturan sebenarnya main berantem itu tidak sama dengan mengenalkan kekerasan pada balita.

Apa Moms punya tips aman balita main berantem yang sudah diterapkan di rumah?

(WA)

Artikel Terkait