2-3 TAHUN
3 September 2019

Jangan Menyapih Anak Saat Alami 4 Kondisi Ini

Memaksa anak untuk menjalani proses penyapihan bukanlah langkah yang tepat, sapihlah dengan penuh cinta
Artikel ditulis oleh Phanie Fauziah
Disunting oleh Orami

Masa menyusui adalah masa yang paling indah, penuh pengorbanan dan tentunya penuh dengan kasih sayang kita yang ingin memberikan asupan terbaik di enam bulan bahkan hingga dua tahun pertama kehidupan Si Kecil.

Setelah memasuki usia paling maksimal yaitu dua tahun, tentunya Moms berencana untuk menyapih.

Tapi, ada beberapa hal yang perlu Moms ketahui, jangan menyapih anak dalam kondisi-kondisi berikut ini.

1. Anak Sedang Sakit

jangan menyapih anak dalam kondisi ini.jpg

Hakikatnya, saat kondisi badannya kurang sehat, anak hanya ingin digendong oleh Moms.

Ia terlihat lebih manja dan rewel ketika digendong oleh orang lain selain Moms. Maka, dalam kondisi ini alangkah lebih baiknya Moms menunda untuk menyapihnya.

Membuat Si Kecil tenang agar lebih cepat memasuki proses pemulihan adalah pilihan yang tepat, caranya adalah dengan menyusui, karena dengan disusui dipercaya ASI menjadi kolostrum yang penuh antibodi dan leukosit saat anak sedang sakit.

Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Radang Tenggorokan pada Ibu Menyusui

Hal tersebut diyakinkan oleh Hinde, ahli biologi dan profesor di Pusat Evolusi dan Kedokteran School of Human Evolution & Social Change di Arizona State University dalam penelitiannya, reseptor kelenjar susu bisa mengetahui dari air liur bayi mendeteksi apakah mengandung bakteri ataupun virus.

Jika ternyata air liur bayi yang menempel pada puting ibu yang kemudian diserap tubuh terdeteksi hal yang tidak biasanya, yaitu bayi sakit atau sedang melawan infeksi.

Maka tubuh ibu secara langsung akan mengubah komposisi imunologis dalam ASI.

2. Ibu Sedang Sakit

jangan menyapih anak dalam kondisi ini 2.jpg

Ada banyak drama yang menguras hati dan tenaga saat proses menyapih anak. Saat kondisi Moms sedang tidak fit, maka lebih baik penyapihan ini ditunda terlebih dahulu.

Faktanya, saat kita sakit secara psikologis kita tidak akan bisa menghadapi drama proses penyapihan ini, apalagi masa penyapihan ini banyak melibatkan emosi karena terputusnya ikatan intim yang biasa dilakukan saat anak lapar, haus, sedih, dan apapun yang membuat Si Kecil lebih nyaman dengan disusui.

Baca Juga: Amankah Diet Keto Saat Hamil dan Menyusui?

3. Ibu Sedang Dalam Kondisi Stres

jangan menyapih anak dalam kondisi ini 3.jpeg

Dalam mengarungi rumah tangga, banyak hal yang kita harus jalani sebagai proses pembelajaran.

Masalah rumah tangga yang cukup besar seringkali membuat Moms stres, maka tunda dahulu menyapih anak.

Karena tak hanya anak saja yang harus dalam kondisi santai dan nyaman, tapi Moms juga.

Dilansir dari babycenter.com, kondisi seperti pindah rumah atau bercerai juga bisa membuat menyapih lebih sulit.

Bahkan melalui tahap menjalani kehidupan baru seperti itu bisa membuat Si Kecil sulit untuk disapih.

4. Anak Berusia di Bawah Dua Tahun

jangan menyapih anak dalam kondisi ini 4.jpeg

Moms hendak bekerja kembali atau cuti melahirkan sudah habis bukan berarti Moms harus menyapih Si Kecil.

Ada banyak cara agar ia bisa tetap mendapatkan asupan terbaiknya bahkan hingga usianya dua tahun.

Moms bisa menabung ASIP sebelum kembali ke tempat kerja, menjadi Mama perah itu merupakan pilihan terbaik bagi Moms dan Si Kecil.

Baca Juga: 3 Tips Mengatasi Berkurangnya Nafsu Makan Bayi Saat Sakit

Dikarenakan masa penyapihan banyak melibatkan perasaan, Moms harus membuat Si Kecil siap dan nyaman menjalaninya.

Jangan memaksa menyapih anak dengan melakukan berbagai macam cara yang membuat Si Kecil takut dan merasa tidak nyaman. Lakukan masa penyapihan ini dengan penuh cinta atau dikenal dengan WWL (Weaning with Love).

(PSF/ERW)

Artikel Terkait