KESEHATAN
21 Juni 2019

Jangan Salah Kaprah, Pahami 10 Fakta dan Mitos Diabetes Ini

Makan roti gandum lebih baik daripada nasi, apa benar?
Artikel ditulis oleh -
Disunting oleh Dina Vionetta

Masih minimnya edukasi mengenai kesehatan nampaknya membuat banyak sekali mitos diabetes yang bermunculan. Hingga akhirnya banyak orang menganggap bahwa diabetes adalah kondisi yang tak perlu dikhawatirkan.

Padahal, hal itu salah besar. Kira-kira apa saja, sih, mitos-mitos diabetes yang selama ini beredar di masyarakat? Bagaimana fakta sebenarnya?

Mari simak ulasan berikut!

1. Diabetes Bukan Masalah Besar

Hal ini tentu hanya mitos diabetes belaka Moms, karena faktanya bila diabetes dibiarkan tak diperiksa akan menyebabkan komplikasi serius hingga menyebabkan kematian lebih cepat dari seharusnya.

Baca Juga : 6 Gejala Diabetes pada Wanita yang Mudah Dikenali

2. Olahraga Pasti Menurunkan Berat Badan

olahraga hamil.jpg

Agaknya banyak orang beranggapan seperti ini, padahal kenyataannya tak selalu lho olahraga itu menurunkan berat badan.

Olahraga memang menghilangkan lemak, namun akan menghasilkan otot yang memiliki berat.

Sehingga keuntungan olahraga secara fisik adalah meningkatkan kepekaan insulin, menurunkan tekanan darah serta mencegah serangan jantung.

Jadi, bisa disimpulkan keuntungan berolahraga tak hanya dinilai dari sekadar turunnya berat badan, ya.

Baca Juga : Biasa Tak Sarapan? Hati-hati Gula Darah Tinggi!

3. Makanan ‘Bebas Gula’ Baik Bagi Anda

Eits! Jangan salah Moms, meski bebas gula makanan tetap mengandung sejumlah kalori, gula bahkan karbohidrat. Yang ditulis ‘asli alami’ tak selalu berarti ‘aman’.

4. Penderita Diabetes Tak Dapat Mendonorkan Darah

manfaat donor darah hero banner magz (1510x849)

Siapa bilang seorang penderita diabetes tak dapat mendonorkan darahnya? Selama kadar gula darah terkendali, kita tetap bisa, kok, jadi pendonor darah.

Baca Juga : Waspada Diabetes Sebabkan Sulit Hamil!

5. Perempuan Penderita Diabetes Sebaiknya Tak Hamil

Sebagai seorang wanita, mengandung tentu merupakan hal yang didambakan.

Tak usah khawatir Moms, dengan kontrol dan pengendalian yang baik terhadap gula darah kita tetap bisa, kok, mengandung dan melahirkan bayi yang sehat.

6. Diabetes Pada Ibu Hamil Bukan Hal Serius

5 Aturan Berpuasa untuk Penderita Diabetes agar Tetap Segar dan Lancar 1.jpg

Perlu diingat! Ibu hamil dapat terkena jenis diabetes gestasional meski bersifat sementara hal ini tak bisa diabaikan.

Karena anak yang lahir dari ibu dengan diabetes berisiko terkena diabetes tipe 2 di usia dewasa. Untuk itu, diabetes gestasional perlu perhatian dan pengobatan serius.

Baca Juga : Jenis Kelamin Bayi Ternyata Berpengaruh Pada Gestasional Diabetes Ibu Hamil

7. Penggunaan Insulin Saat Hamil Berdampak Buruk Pada Bayi

Moms harus tahu bahwa insulin tak memberi dampak buruk. Justru pemberi dampak buruk adalah kadar gula darah yang tinggi.

Insulin yang memasuki plasenta sangat sedikit sehingga aman untuk mengendalikan kadar glukosa dalam darah saat kehamilan.

8. Gandum Lebih Baik Ketimbang Nasi

merk roti gandum untuk diet

Pernyataan ini tentulah sebuah mitos diabetes karena baik gandum maupun nasi mengandung kadar karbohidrat (-70%) dan indeks glikemi yang sama.

9. Dilarang Mengkonsumsi Permen dan Coklat

Hilangkan Stres dengan Meditasi Cokelat Begini Caranya - Apa itu meditasi cokelat.jpg

Dengan diet dan olahraga tepat, penderita diabetes tetap dapat mengkonsumsi makanan manis seperti es krim, coklat, permen ataupun kue favorit, kok. Namun tentu harus dalam porsi yang kecil, ya.

10. Dilarang Mengkonsumsi Makanan dengan Starch

Starch adalah sejenis tepung atau bahan pangan yang memiliki fungsi untuk mengawetkan, seperti yang terkandung dalam pasta, roti, kentang maupun mie.

Penderita diabetes tetap boleh mengkonsumsi makanan-makanan tersebut, namun tentunya dengan tetap mengendalikan porsinya.

Nah, sekarang sudah tahu, kan, Moms mana yang hanya merupakan mitos diabetes? Yuk, hindari informasi yang salah dan mulailah mencari tahu fakta sebenarnya agar tak percaya mitos yang salah.

(MDP)

Artikel Terkait