RESEP
27 Juli 2019

Jangan sampai Salah ya Moms, Ini 5 Jenis Minyak untuk Memasak dan Kegunaannya

Memasak tidak harus selalu menggunakan minyak kelapa sawit lho Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Minyak kelapa sawit menjadi jenis minyak yang paling banyak digunakan untuk memasak. Entah apakah itu untuk menumis sayur, menggoreng, atau deep-fried.

Padahal, ada jenis minyak lain yang biasa digunakan untuk memasak selain minyak kelapa sawit yaitu minyak zaitun, minyak alpukat, atau minyak rami.

Faktor kunci yang perlu dipertimbangkan adalah titik asap dan rasanya. Suatu jenis minyak terurai pada suhu tertentu, yang dikenal sebagai titik asap. Semakin rendah titik asap, maka semakin cepat minyak terurai.

Mengutip Huffington Post, minyak murni punya titik asap lebih rendah daripada minyak sulingan, ini yang membuat minyak murni lebih baik untuk saus salad. Minyak murni juga cenderung punya rasa lebih kuat.

Sementara, minyak sulingan punya titik asap lebih tinggi dan biasanya rasanya lebih netral. Hal ini yang membuatnya lebih baik untuk menumis, atau menggoreng.

Hasil masakan akan menjadi lebih baik dengan menggunakan jenis minyak tertentu, dengan menyesuaikan titik asap yang dimiliki. Berikut 5 jenis minyak untuk memasak dan kegunaannya, dikutip Huffington Post.

Baca Juga: Minyak Goreng Bisa Kedaluwarsa? Cari Tahu Bagaimana Mengetahuinya!

1. Minyak Zaitun

minyak zaitun.jpg

Minyak untuk memasak yang pertama adalah minyak zaitun. Minyak zaitun didapatkan dengan menekan seluruh zaitun hingga dihasilkan minyak. Meskipun digunakan di seluruh dunia, ini adalah jenis minyak goreng utama yang digunakan di Mediterania.

Minyak zaitun tinggi asam lemak tak jenuh tunggal.

Titik asap minyak zaitun bervariasi tergantung pada jenis minyak zaitun:

  • Extra Virgin: 160° C
  • Virgin: 215° C
  • Pomace: 237° C
  • Extra Light: 242° C

Minyak zaitun extra virgin punya rasa terkaya karena dibuat tanpa panas atau bahan kimia, sehingga baik untuk saus salad.

Sementara minyak zaitun olahan itu baik untuk menumis dan drizzling/taburan, minyak zaitun buruk bila digunakan untuk menggoreng masakan.

Baca Juga: Jangan Sampai Salah! Ikuti 4 Cara Membuang Sisa Minyak Goreng yang Benar

2. Minyak Jagung

minyak jagung.jpg

Minyak untuk memasak yang selanjutnya adalah minyak jagung. Minyak jagung dibuat dari biji jagung, dengan titik asap yang tinggi membuatnya baik dijadikan minyak untuk digoreng.

Minyak jagung banyak digunakan sebagai minyak goreng di restoran cepat saji, hampir 70 persen restoran cepat saji membuat kentang goreng dengan minyak jagung. Minyak jagung juga digunakan untuk membuat margarin.

Namun, minyak jagung tinggi lemak jenuh dan rendah lemak baik, sehingga sering dianggap sebagai salah satu minyak yang tidak sehat.

Titik asap minyak jagung berada pada suhu 232° C, sehingga cocok untuk deep-fried dan margarin. Minyak jagung tidak cocok untuk drizzling/taburan dan memasak dengan api kecil.

3. Minyak Nabati

soybean oi.jpg

Minyak untuk memasak yang selanjutnya adalah minyak nabati. Minyak nabati ini mengacu pada minyak nabati apa pun, yang dapat mencakup salah satu atau kombinasi dari: minyak kedelai, minyak bunga matahari, atau minyak safflower.

Sebagian besar minyak nabati memiliki titik asap tinggi dan rasa netral, membuatnya bagus digunakan untuk memanggang.

Titik asap minyak nabati tergantung pada jenisnya:

  • Minyak Canola: 204° C
  • Minyak Kedelai: 232° C
  • Minyak Bunga Matahari: 232° C
  • Minyak Safflower: 232° C

Minyak nabati lebih punya banyak kegunaan, baik untuk memasak, dan dressing. Tetapi buruk bila disajikan sebagai drizzling/taburan, di mana perlu minyak dengan cita rasa.

Baca Juga: 5 Khasiat Minyak Zaitun untuk Kulit Sehat dan Halus

4. Minyak Kelapa

coconut oil.jpg

Minyak untuk memasak yang selanjutnya adalah minyak kelapa. Minyak kelapa merupakan jenis minyak yang menjadi kesayangan para koki vegan dan sering digunakan sebagai pengganti mentega dalam membuat roti.

Minyak kelapa dibuat dengan mengekstraksi daging kelapa, karenanya minyak ini memiliki rasa manis alami yang baik untuk memanggang makanan manis dan juga untuk hidangan tumis tertentu.

Minyak kelapa kaya akan lemak jenuh, khususnya jenis yang disebut asam laurat, yang dianggap sebagai sumber lemak lebih sehat.

Titik asap minyak kelapa berada pada suhu 176° C, minyak kelapa baik untuk memanggang, membekukan, menumis. Sementara, minyak kelapa tidak baik untuk deep-fried dan sebagai dressing.

5. Minyak Bunga Matahari

minyak bunga matahari-2.jpg

Minyak untuk memasak yang selanjutnya adalah minyak bunga matahari. Minyak bunga matahari dibuat dari proses penekanan biji bunga matahari, minyak ini punya kandungan vitamin E tinggi dan rendah lemak jenuh.

Punya titik asap tinggi dan rasa yang ringan membuat minyak bunga matahari jadi jenis minyak favorit untuk menggoreng, tetapi juga baik untuk memanggang.

Titik asap minyak bunga matahari berada di suhu 232° C, cocok untuk menggoreng, dibuat menjadi margarin, dressing salad, dan memanggang.

Minyak bunga matahari tidak cocok untuk drizzling/taburan, atau memasak dengan api kecil.

Itulah beberapa minyak untuk memasak selain minyak kelapa sawit. Sekarang sudah lebih tahu jenis dan kegunaannya kan Moms?

Artikel Terkait