BALITA DAN ANAK
7 Agustus 2019

Jangan sampai Terkecoh, Yuk Kenali 6 Gejala Penyakit DBD pada Anak

Terlambat didiagnosis bisa sangat membahayakan lho Moms
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Orami

Sebagai negara tropis, penyakit DBD yang bersumber dari gigitan nyamuk Aedes Aegypti memang selalu menjadi momok terutama di saat musim hujan. Penderita penyakit musiman ini cukup banyak menelan banyak korban jiwa.

Dari data WHO diketahui bahwa Indonesia merupakan negara kedua dengan kasus demam berdarah terbesar di antara 30 negara endemis lainnya. Kasusnya di Indonesia tiap tahun jumlah kasusnya fluktuatif, antara puluhan sampai ratusan ribu.

“Gejala demam berdarah umumnya ringan pada anak-anak dan mereka yang menderita penyakit ini untuk pertama kalinya. Anak-anak yang lebih tua, orang dewasa, dan mereka yang pernah mengalami infeksi sebelumnya mungkin memiliki gejala sedang hingga berat,” ujar Dr. Steven Dowshen, dokter anak di Cooper University Health Care-Camden and Nemours Alfred I duPont Hospital for Children.

Pada beberapa kasus, penyakit demam berdarah bisa berubah menjadi sangat serius. Kondisi ini dikenal sebagai demam berdarah dengue atau penyakit DBD.

Tidak ingit Si Kecil mengalami kondisi kesehatan yang serius karena penyakit DBD? Yuk Moms kita cari tahu gejala penyakit DBD pada anak di bawah ini.

Baca Juga: Gejala dan Fase DBD yang Wajib Diwaspadai

1. Demam Tinggi 40 Derajat Celcius

gejala dbd pada anak - demam Tinggi.jpg

Tidak seperti demam biasa, demam pada penderita penyakit DBD bisa mencapai suhu 40 derajat Celcius dengan jangka waktu lebih lama, sekitar 2-7 hari.

Akibat demam ini, tubuh Si Kecil dapat mengeluarkan banyak keringat hingga membuatnya kekurangan cairan atau dehidrasi.

2. Ruam di Beberapa Bagian Tubuh

gejala dbd pada anak - ruam merah.jpg

Ciri paling terlihat pada penderita penyakit DBD adalahh munculnya ruam merah seperti gigitan nyamuk di beberapa bagian tubuh, seperti wajah, leher, telapak tangan, kaki, dada, dan bagian tubuh lainnya.

Ruam merah ini nantinya akan menghilang dengan sendirinya dalam jangka waktu seminggu.

3. Pendarahan di Hidung dan Gusi

gejala dbd pada anak - pendarahan di hidung dan gusi.jpg

Jika Si Kecil sudah positif terkena penyakit DBD dan mengalami pendarahan di beberapa bagian tubuh, seperti hidung dan gusi, kemungkinan ia telah masuk ke dalam fase penyakit DBD. Pendarahan ini bisa terjadi dengan sangat tiba-tiba.

Baca Juga: Penyebab dan Cara Mengatasi Mimisan pada Anak

4. Nyeri di Perut dan Muntah

gejala dbd pada anak - nyeri perut.jpg

Rasa nyeri yang dirasakan Si Kecil pada perutnya juga dapat menjadi sinyal ia mengalami penyakit DBD. Apalagi ditambah dengan gejala lain seperti muntah darah.

5. Rasa Sakit di Sendi, Otot, atau Tulang

gejala dbd pada anak - nyeri sendi.jpg

Tidak hanya rasa sakit di perut, bagian tubuh lainnya, seperti sendi, otot, dan tulangnya pun terasa sakit. Moms harus waspada!

6. Trombosit Turun

trombosit.jpg

Ketika demam Si Kecil tidak kunjung turun selama beberapa hari, ada baiknya Moms segera melakukan tes darah. Melalui tes darah tersebut akan terlihat apakah trombositnya masih dalam angka normal atau tidak.

Jika jumlah trombosit turun, hal ini bisa jadi salah satu tanda Si Kecil sudah terkena penyakit DBD.

“Mayoritas DBD terjadi pada anak di bawah 15 tahun. DBD bisa menjadi berbahaya dimana para pasien akhirnya mengalami sakit perut parah, pendarahan hebat, dan turunnya tekanan darah. Jika tidak ditangani dengan cepat, dapat menyebabkan kematian,” jelas Dr. Charles Patrick Davis, MD, PhD, dokter dan konsultan kesehatan di San Antonio.

Baca Juga: 6 Jenis Makanan untuk Menaikkan Trombosit, Cocok untuk Anak yang DBD

Pemerintah hingga kini terus melakukan upaya pencegahan dengan pemberantasan sarang nyamuk. Yuk, moms waspada penyakit DBD dengan program 3M, yakni menguras, menutup, dan mengubur tempat nyamuk bertelur. Tingkatkan juga pencegahan dengan rutin melaukan fogging di daerah tempat tinggal.

Ingat, mencegah lebih baik daripada mengobati, Moms.

(DI/ERN)

Artikel Terkait