2-3 TAHUN
27 Agustus 2020

Kenali 6 Gejala DBD pada Anak dan Cara Mengatasinya

Terlambat didiagnosis bisa sangat membahayakan lho Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Intan Aprilia

Sebagai negara tropis, penyakit DBD yang bersumber dari gigitan nyamuk Aedes Aegypti memang selalu menjadi momok terutama di saat musim hujan. Penderita penyakit musiman ini cukup banyak menelan banyak korban jiwa.

Dari data WHO diketahui bahwa Indonesia merupakan negara kedua dengan kasus demam berdarah terbesar di antara 30 negara endemis lainnya. Kasusnya di Indonesia tiap tahun jumlah kasusnya fluktuatif, antara puluhan sampai ratusan ribu.

“Gejala demam berdarah umumnya ringan pada anak-anak dan mereka yang menderita penyakit ini untuk pertama kalinya. Anak-anak yang lebih tua, orang dewasa, dan mereka yang pernah mengalami infeksi sebelumnya mungkin memiliki gejala sedang hingga berat,” ujar Dr. Steven Dowshen, dokter anak di Cooper University Health Care-Camden and Nemours Alfred I duPont Hospital for Children.

Pada beberapa kasus, penyakit demam berdarah bisa berubah menjadi sangat serius. Kondisi ini dikenal sebagai demam berdarah dengue atau penyakit DBD.

DBD pada Anak

Mengutip dari World Health Organization (WHO), DBD (demam berdarah dengue) adalah penyakit virus yang ditularkan oleh nyamuk yang telah diderita oleh banyak orang beberapa tahun terakhir ini.

Berdasarkan website WHO, disebutkan bahwa nyamuk aedes aegypti merupakan faktor utama penyebab terjadinya DBD (demam berdarah dengue).

Virus ini ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk betina yang terinfeksi. Setelah inkubasi virus selama 4-10 hari, nyamuk yang terinfeksi mampu menularkan virus selama sisa hidupnya.

“Penularan virus DBD (demam berdarah dengue), erat kaitannya dengan nyamuk aedes aegypti,” jelas Dr Leong Hoe Nam, spesialis penyakit menular di Rumah Sakit Mount Elizabeth Novena.

Mereka yang terinfeksi adalah pembawa virus selanjutnya, dan bisa menjadi sumber virus bagi nyamuk yang tidak terinfeksi jika mereka menggigit pasien yang menderita DBD.

Pasien yang sudah terinfeksi virus walaupun belum menunjukkan ciri DBD (demam berdarah dengue) dapat menularkan infeksi (selama 4-5 hari; maksimum 12) melalui nyamuk aedes setelah gejala pertama muncul.

Nyamuk Aedes aegypti ini hidup di lingkungan perkotaan dan berkembang biak dalam wadah yang secara tidak sengaja kita buat.

Misalnya genangan air dalam pembuangan, yang akhirnya menjadi sarang bertumbuhnya jentik-jentik nyamuk, kemudia berubah menjadi nyamuk.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menjaga kebersihan, baik itu kebersihan diri maupun kebersihan lingkungan.

Dengue menyebabkan spektrum penyakit yang luas. Dapat menyebabkan penyakit subklinis (orang mungkin tidak tahu bahwa mereka sudah terinfeksi) hingga gejala mirip flu yang parah pada mereka yang terinfeksi.

Meskipun kurang umum, beberapa orang menderita demam berdarah parah, yang dapat menjadi komplikasi yang terkait dengan perdarahan hebat, kerusakan organ dan/atau kebocoran plasma.

Demam berdarah parah memiliki risiko kematian yang lebih tinggi jika tidak ditangani dengan tepat.

Gejala DBD pada Anak

Tidak ingin Si Kecil mengalami kondisi kesehatan yang serius karena penyakit DBD? Yuk Moms kita cari tahu gejala DBD pada anak di bawah ini.

Baca Juga: Gejala dan Fase DBD yang Wajib Diwaspadai

1. Demam Tinggi 40 Derajat Celcius

gejala dbd pada anak - demam Tinggi.jpg

Dikutip dari Johns Hopkins Medicine, gejala DBD pada anak yang pertama adalah demam tinggi.

Tidak seperti demam biasa, demam pada penderita penyakit DBD bisa mencapai suhu 40 derajat Celcius dengan jangka waktu lebih lama, sekitar 2-7 hari.

Akibat demam ini, tubuh Si Kecil dapat mengeluarkan banyak keringat hingga membuatnya kekurangan cairan atau dehidrasi.

2. Ruam di Beberapa Bagian Tubuh

gejala dbd pada anak - ruam merah.jpg

Gejala DBD pada anak yang selanjutnya adalah ruam di tubuh.

Ciri paling terlihat pada penderita penyakit DBD adalah munculnya ruam merah seperti gigitan nyamuk di beberapa bagian tubuh, seperti wajah, leher, telapak tangan, kaki, dada, dan bagian tubuh lainnya.

Ruam merah ini nantinya akan menghilang dengan sendirinya dalam jangka waktu seminggu.

3. Pendarahan di Hidung dan Gusi

gejala dbd pada anak - pendarahan di hidung dan gusi.jpg

Gejala DBD pada anak yang selanjutnya adalah pendarahan di hidung dan gusi.

Jika Si Kecil sudah positif terkena DBD dan mengalami pendarahan di beberapa bagian tubuh, seperti hidung dan gusi, kemungkinan ia telah masuk ke dalam fase penyakit DBD.

Pendarahan ini bisa terjadi dengan sangat tiba-tiba.

Baca Juga: Penyebab dan Cara Mengatasi Mimisan pada Anak

4. Nyeri di Perut dan Muntah

gejala dbd pada anak - nyeri perut.jpg

Gejala DBD pada anak yang selanjutnya adalah nyeri di perut dan muntah.

Rasa nyeri yang dirasakan Si Kecil pada perutnya juga dapat menjadi sinyal ia mengalami penyakit DBD. Apalagi ditambah dengan gejala lain seperti muntah darah.

5. Rasa Sakit di Sendi, Otot, atau Tulang

gejala dbd pada anak - nyeri sendi.jpg

Gejala DBD pada anak yang selanjutnya adalah sakit di sendi, otot, atau tulang.

Tidak hanya rasa sakit di perut, bagian tubuh lainnya, seperti sendi, otot, dan tulangnya pun terasa sakit. Moms harus waspada!

6. Trombosit Turun

trombosit.jpg

Gejala DBD pada anak yang selanjutnya adalah trombosit turun. Ketika demam Si Kecil tidak kunjung turun selama beberapa hari, ada baiknya Moms segera melakukan tes darah.

Melalui tes darah tersebut akan terlihat apakah trombositnya masih dalam angka normal atau tidak.

Jika jumlah trombosit turun, hal ini bisa jadi salah satu tanda Si Kecil sudah terkena penyakit DBD.

“Mayoritas DBD terjadi pada anak di bawah 15 tahun. DBD bisa menjadi berbahaya dimana para pasien akhirnya mengalami sakit perut parah, pendarahan hebat, dan turunnya tekanan darah. Jika tidak ditangani dengan cepat, dapat menyebabkan kematian,” jelas Dr. Charles Patrick Davis, MD, PhD, dokter dan konsultan kesehatan di San Antonio.

Baca Juga: 6 Jenis Makanan untuk Menaikkan Trombosit, Cocok untuk Anak yang DBD

Cara Mengatasi DBD pada Anak

mengatasi demam berdarah pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Ada beberapa pengobatan rumahan yang efektif yang dapat membantu mengendalikan gejala demam berdarah.

Pengobatan ini dapat menurunkan demam tinggi dan meredakan gejalanya.

Berikut beberapa pengobatan yang dapat membantu Moms mengendalikan demam berdarah dan komplikasinya.

1. Minum Jus Giloy

Jus giloy adalah obat terkenal untuk demam berdarah. Jus giloy mampu meningkatkan metabolisme dan membangun kekebalan.

Kekebalan yang kuat membantu memerangi demam berdarah secara efektif. Ini membantu dalam meningkatkan jumlah trombosit dan memberikan kelegaan bagi penderita.

Moms bisa merebus dua batang kecil tanaman giloy dalam segelas air. Beri anak konsumsi air ini dengan sedikit rasa hangat.

Moms juga bisa menambahkan beberapa tetes jus giloy ke dalam secangkir air matang dan meminumnya dua kali sehari.

Namun pastikan anak tidak mengonsumsi jus ini secara berlebihan.

2. Jus Jambu Biji Segar

Jus jambu biji sarat dengan banyak nutrisi. Jenis buah ini kaya akan vitamin C yang membantu membangun kekebalan tubuh untuk anak.

Moms bisa menambahkan jus jambu biji segar ke dalam menu makanan Si Kecil untuk mengobati demam berdarah.

Anak pasti akan menyukai harum dan rasanya yang manis.

Jus jambu biji juga akan memberi anak manfaat kesehatan lainnya. Minum satu cangkir jus jambu biji dua kali sehari. Atau juga bisa ajarkan anak makan jambu biji segar sebagai pengganti jus.

Baca Juga: Ketahui 5 Manfaat Jambu Biji untuk Kesehatan Tubuh

3. Biji Fenugreek

Biji fenugreek juga kaya akan berbagai nutrisi yang membantu mengendalikan demam berdarah.

Moms bisa merendam beberapa biji fenugreek dalam secangkir air panas.

Biarkan air menjadi dingin dan minum dua kali sehari. Air fenugreek juga akan memberi Moms manfaat kesehatan lainnya karena kaya akan vitamin C, K, dan serat.

Air fenugreek akan menurunkan demam dan meningkatkan kekebalan tubuh.

4. Makanan Penambah Kekebalan

Sistem kekebalan yang kuat membantu Moms mencegah demam berdarah pada anak dan juga membantu pemulihan cepat dari demam berdarah. Kekebalan yang kuat juga akan mengobati gejala awal demam berdarah.

Moms harus menambahkan makanan yang meningkatkan kekebalan ke dalam makanan Si Kecil seperti makanan jeruk, bawang putih, almond, kunyit, dan banyak lagi.

5. Daun Mimba

Daun mimba membantu meningkatkan jumlah trombosit darah dan jumlah sel darah putih dalam tubuh.

Neem sendiri membantu meredakan ruam kulit yang menyertai demam berdarah.

Rendam daun nimba dan beri makan anak kita ramuan dari daun ini. Selain itu, menyemprotkan wewangian mimba di sekitar rumah juga efektif mengusir nyamuk.

Moms bisa menggunakan ekstrak daun mimba bersama dengan ekstrak daun pepaya untuk membuat obat ini lebih efektif.

Beberapa ibu juga menjamin minyak mimba (diekstrak dari buah dan bunga). Moms bisa mengaplikasikannya pada kain lembap hangat dan menempel di dahi anak kita.

6. Daun Kemangi

Seperti yang disebutkan sebelumnya, kemangi sangat baik untuk meningkatkan kekebalan dan direkomendasikan sebagai pengobatan untuk demam berdarah.

Caranya, Moms bisa membuat Si Kecil mengunyah sedikit daun kemangi. Selain itu, semprotkan minyak esensial kemangi di sekitar rumah untuk mengusir nyamuk.

Baca Juga: Setelah Demam Tinggi Muncul Ruam Merah di Kulit Anak, Bagaimana Cara Mengobatinya?

7. Minyak Lemon Eucalyptus

Jenis minyak ini adalah pengusir nyamuk alami dan banyak digunakan oleh perusahaan untuk membuat pengusir nyamuk buatan.

Namun Moms perlu ingat bahwa minya ini baru bisa digunakan pada anak-anak di atas usia 2 tahun.

Baik itu dengan mengaplikasikannya di atas pakaian atau menyimpannya di dalam rumah untuk menghindari asapnya.

Mencampurnya dengan serai wangi dan menggunakannya sebagai semprotan juga cara yang sangat efektif

Aplikasikan kembali setelah beberapa jam untuk efek yang lebih maksimal.

8. Daun Tulsi

Daun tulsi banyak digunakan di rumah-rumah di Negara India sebagai ramuan obat dan spiritual.

Ketika dicampur dalam air mendidih untuk membuat teh, ini membantu melawan infeksi dan mempercepat penyembuhan demam berdarah pada anak.

9. Lada Hita

Lada hitam memiliki sifat antibakteri. Menambahkan 2 gram lada hitam (padat) ke dalam air rebusan tulsi bagus untuk mengobati demam berdarah pada anak. Selain itu juga dapat mencegah komplikasi lho.

Mencegah DBD pada Anak

demam berdarah pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Seorang anak yang menderita penyakit adalah pemandangan yang menyakitkan bagi orang tua, sebagai orang tua.

Berikut beberapa tindakan yang dapat membantu mencegah demam berdarah pada Si Kecil.

1. Tanaman Obat

Beberapa tanaman seperti sereh, catnip atau serai, jika ditempatkan di dalam rumah, dapat menjauhkan nyamuk. B

eberapa juga bisa membantu dalam mengobati migrain dan sakit kepala

Sereh atau serai secara alami mengusir nyamuk. Mereka digunakan dalam balsem yang banyak dijual di pasaran untuk membuat pengusir nyamuk.

Moms juga bisa menambahkannya ke air yang digunakan untuk mengepel lantai agar rumah bebas nyamuk.

2. Minyak Kelapa

Tampaknya tidak ada habisnya manfaat dari minyak satu ini. Gunakan minyak kelapa dalam masakan Moms.

Atau bisa juga oleskan minyak kelapa di area yang rawan gigitan nyamuk, seperti di bawah lutut hingga kaki dan turun dari area siku ke tangan.

Baca Juga: Benarkah Minyak Kelapa Bisa Mengatasi Stretch Mark?

3. Baju Anak

Moms juga mencegah demam berdarah pada anak dengan memakaikan Si Kecil baju yang tertutup.

Hal ini akan mengurangi paparan kulit anak untuk digigit nyamuk.

4. Gunakan Penolak Nyamuk

Krim pengusir dan penolak serangga buatan dapat digunakan untuk mencegah gigitan nyamuk apapun itu pada kulit.

Tidak hanya anak-anak saja, orang dewasa juga. Gunakan di pagi hari dan malam hari saat nyamuk sudah banyak keluar.

5. Pengusir Nyamuk Alami

Gunakan pengusir nyamuk alami sebagai pengganti pengusir nyamuk buatan yang mungkin dapat membahayakan kulit sensitif anak Moms. Beberapa cara di bawah ini bisa dilakukan:

  • Kumpulkan daun mimba di selembar kain dan letakkan di sudut ruangan. Meneteskan minyak neem saat diletakkan di atas karton dan disimpan di sekitar anak, akan berhasil.
  • Minyak mustard dan biji ajwain dapat dikombinasikan untuk mengusir nyamuk.
  • Membakar kapur barus atau minyak neem dalam pot tanah juga bisa menjadi obat yang sangat efektif.

6. Terapkan Kebersihan dan Perawatan Dasar di Rumah

Menjaga kebersihan lingkungan adalah langkah paling utama untuk mencegah perkembangbiakan serangga yang bisa menyebabkan demam berdarah.

  • Jangan biarkan sampah-sampah menumpuk di rumah kita.
  • Membersihkan sudut rumah secara teratur adalah ide yang baik untuk mencegah persembunyian nyamuk.
  • Singkirkan tempat berkembang biak nyamunm. Periksa genangan air di pemandian atau kolam rumah.
  • Tanaman Moms yang lebat juga bisa menjadi sarang nyamuk, jadi hindari menanam banyak tanamandi bulan-bulan ketika demam berdarah menyebar.

Baca Juga: 15 Cara Menghilangkan Bekas Gigitan Nyamuk pada Bayi, Ampuh Banget!

7. Membangun Kekebalan Tubuh

Cobalah untuk membangun kekebalan tubuh anak kita. Caranya dengan:

  • Berikan pola makan yang kaya protein adalah cara terbaik untuk menyembuhkan dan mencegah kerusakan trombosit dalam tubuh.
  • Pola makan non-vegetarian berupa daging, telur dan ikan merupakan sumber protein yang kaya.
  • Untuk anak vegetarian, kacang-kacangan, sayuran berdaun hijau, dan produk susu adalah sumber yang baik.

Pengobatan rumahan ini dapat membantu mencegah penyebaran demam berdarah, dan mengurangi gejala penyakit.

Namun, jika Moms melihat salah satu gejala yang disebutkan, konsultasikan segera dengan dokter anak.

Lakukan langkah-langkah mudah ini untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk di rumah dan lingkungan sekitar kita.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan hingga kini juga terus melakukan upaya pencegahan dengan pemberantasan sarang nyamuk.

Yuk, Moms waspada penyakit DBD dengan program 3M, yakni menguras, menutup, dan mengubur tempat nyamuk bertelur.

Tingkatkan juga pencegahan dengan rutin melaukan fogging di daerah tempat tinggal. Ingat, mencegah lebih baik daripada mengobati, Moms.

Artikel Terkait