KESEHATAN
30 November 2019

Jangan Tertukar, Ini Perbedaan Folikulitis, Furunkel, dan Karbunkel

Dari bentuknya saja sudah berbeda lho, Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Bagi sebagian orang tua, mengenali perbedaan folikulitis, furunkel, dan karbunkel pada anak pasti bukan hal mudah ya, Moms?

Apalagi menurut ensiklopedia kesehatan University of Rochester, ketiganya adalah masalah pada folikel rambut yang sama-sama bisa disebabkan oleh infeksi bakteri.

Supaya tidak tertukar lagi, lebih baik lihat dulu perbedaan folikulitis, furunkel, dan karbunkel berikut ini ya, Moms.

Folikulitis

perbedaan folikulitis, furunkel, dan karbunkel

Foto: mirror.co.uk

Menurut The Australasian College of Dermatology, folikulitis adalah peradangan pada folikel rambut yang bisa disebabkan oleh infeksi bakteri seperti Staphylococcus aureus, penyakit kulit, cedera fisik, atau iritasi zat kimia.

Folikulitis bisa menyerang lapisan luar kulit pada area tubuh anak mana pun yang memiliki rambut, tapi paling sering ditemukan pada area leher, bokong, dada, punggung, dan wajah.

Gejala folikulitis pada setiap anak akan berbeda tergantung penyebab dan tingkat keparahan. Namun biasanya ditandai dengan adanya sekelompok bentol kecil berwarna kemerahan, terasa gatal, dan terkadang mengeluarkan cairan.

Folikulitis ringan biasanya tidak perlu diobati dan akan hilang dengan sendirinya, tapi perlu diperiksakan ke dokter bila tidak kunjung sembuh, menyebar, atau disertai dengan demam.

Baca Juga: Mengenal Acanthosis Nigricans, Penyebab Lipatan Kulit Anak Menebal Dan Menghitam

Furunkel

perbedaan folikulitis, furunkel, dan karbunkel

Foto: momjunction.com

Moms pasti tidak menyangka perbedaan folikulitis, furunkel, dan karbunkel, tapi furunkel sebenarnya adalah istilah lain untuk menyebut bisul. Seperti folikulitis, furunkel juga bisa disebabkan oleh bakteri S. aureus.

Bedanya, furunkel terjadi pada lapisan kulit yang lebih dalam dan ditandai dengan benjolan lebih besar berisi nanah yang terasa sakit.

Untuk mempercepat keluarnya nanah dalam furunkel anak, Moms bisa berikan kompres hangat dan lembap pada area infeksi secara berkala. Selalu cuci tangan dengan sabun anti bakteri setelahnya ya, Moms.

Jangan sekali-kali memencet, menusuk, atau menggunting furunkel. Lebih baik bawa Si Kecil ke dokter bila furunkel anak terasa sangat sakit atau tidak kunjung pecah dan mengering setelah 2 minggu.

Baca Juga: Kenali 6 Gejala Kulit Sensitif Pada Anak

Karbunkel

perbedaan folikulitis, furunkel, dan karbunkel

Foto: today.com

Menurut informasi dari The Aga Khan University Hospital, karbunkel adalah sekelompok furunkel atau bisul yang saling berhubungan di bawah kulit. Jadi, berbeda sekali dengan folikulitis ya, Moms.

Dibandingkan dengan furunkel, karbunkel adalah infeksi folikel lebih parah yang berukuran lebih besar, terasa sakit, dan terjadi pada lapisan kulit yang jauh lebih dalam lagi.

Selain ditandai dengan sekelompok benjolan merah berisi nanah yang letaknya sangat berdekatan, anak yang mengalami karbunkel juga biasanya mengalami gejala demam dan menggigil.

Baca Juga: Waspada Tinea Captitis, Infeksi Jamur di Kulit Kepala Anak

Anak yang mengalami karbunkel sebaiknya segera ditangani oleh dokter untuk mencegah komplikasi yang lebih serius seperti sepsis atau penyebaran infeksi ke organ dalam tubuh lain.

Jangan segan memeriksakan Si Kecil ke dokter kalau tidak yakin dengan perbedaan folikulitis, furunkel, dan karbunkel ya, Moms.

Cerita dong Moms, apa saja cara menjaga kebersihan kulit yang sudah Moms ajarkan pada anak agar terhindar dari berbagai masalah kulit?

WA

Artikel Terkait