TRIMESTER 2
15 Mei 2019

Janin Cegukan, Apa Penyebabnya?

Janin cegukan rasanya seperti ia sedang menendang namun dalam irama yang konstan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Tahukah Moms, bayi dalam kandungan juga ternyata bisa mengalami cegukan lho. Dilansir dari babycentre.co.uk, bayi mungkin sudah mulai cegukan di akhir trimester pertama atau di awal trimester kedua. Namun, Moms mungkin tidak akan merasakan cegukannya sampai usia kehamilan Moms 27 minggu.

Pada saat itu, Moms akan terbiasa dengan bayi yang mulai bergerak. Cegukannya akan terasa seperti gerakan menendang janin namun dalam irama yang lebih konstan dan teratur.

Beberapa Moms menggambarkannya sebagai perasaan berdenyut yang mirip dengan otot yang berkedut. Gerakan ini awalnya mungkin dikira sebagai tendangan yang lembut, tetapi terus terjadi dan berulang dengan ritme yang mirip cegukan pada orang dewasa.

Menurut Karen Gill, MD, dokter anak di San Fransisco, California, dalam www.healthline.com, beberapa bayi mungkin akan mengalami cegukan beberapa kali sehari.

Namun ada pula bayi yang mungkin tidak mengalaminya. Penyebab janin cegukan sendiri tidak terlalu jelas, sama halnya seperti penyebab cegukan pada orang dewasa yang tidak terlalu diketahui.

Salah satu teori adalah bahwa cegukan janin berperan dalam pematangan paru-paru. Dan, tidak perlu khawatir, cegukan ini adalah refleks yang normal dan merupakan bagian dari kehamilan.

Baca Juga: Cerdas Cegah Cacat Janin Sejak Dini Dengan 5 Cara Ini

Mengurangi Rasa Tidak Nyaman karena Janin Cegukan

Janin Cegukan, Apa Penyebabnya 1.jpg

Foto: Pixabay

Cegukan janin, meski tidak menyakitkan, kadang bisa mengganggu. Sentakan halus ini dapat membuat Moms menjadi tidak nyaman dan sulit merasa rileks atau tertidur. Beberapa tips yang bisa dilakukan Moms untuk mengurangi ketidaknyamanan akibat cegukan janin, di antaranya:

- berbaring di sisi kiri tubuh

- gunakan bantal untuk menopang perut dan mengurangi tekanan dari tulang belakang

- konsumsi makanan yang bervariasi dan menyehatkan

- lakukan olahraga secara moderat

- tetap terhidrasi dengan minum banyak air

- patuhi waktu tidur, termasuk jika Moms terbiasa tidur siang

Bisa jadi Tanda Kelainan Janin

Janin Cegukan, Apa Penyebabnya 2.jpg

Foto: Pixabay

Lalu, perlukah Moms mengonsultasikan cegukan janin ini ke dokter? Seperti dilansir dari medicalnewstoday.com, meski jarang terjadi, cegukan janin bisa saja merupakan tanda ada sesuatu yang salah dengan kehamilan atau janin.

Setelah minggu ke-32 kehamilan, kecil kemungkinan Moms akan merasakan cegukan janin di dalam rahim setiap hari.

Jika Moms merasakan cegukan janin secara teratur, terutama jika itu terjadi setiap hari dan lebih dari 4 kali sehari setelah usia kehamilan di atas 28 minggu, ada baiknya Moms menghubungi dokter.

Walaupun cegukan seringkali bukan merupakan penanda masalah, tapi cegukan bisa saja terjadi karena adanya tekanan atau putus pada tali pusat atau plasenta. Pasokan darah dan oksigen ke janin dapat menjadi terbatas atau berhenti sama sekali dalam situasi ini.

Baca Juga: 4 Kebiasaan Makan Saat Hamil yang Ternyata Berisiko Untuk Kesehatan Janin

Plasenta Bermasalah Sebabkan Komplikasi

Janin Cegukan, Apa Penyebabnya 3.jpg

Foto: Pixabay

Plasenta yang putus atau tertekan atau terlilit dapat menyebabkan komplikasi, termasuk di antaranya:

- detak jantung bayi melambat

- tekanan darah bayi menurun

- ada karbondioksida) dalam darah bayi

- kerusakan otak

- bayi lahir mati

Itulah beberapa hal tentang cegukan janin yang perlu Moms ketahui. Intinya, janin cegukan adalah hal yang normal dan tak perlu dikhawatirkan, ya, Moms.

(VAN)

Artikel Terkait