BALITA DAN ANAK
16 Mei 2019

Jarak Usia Anak Berdekatan, Ini Cara Mengatur Dana Pendidikannya

Ketika jarak usia anak berdekatan, sering menjadi tantangan untuk mengatur dana pendidikannya. Tenang saja, Moms bisa menggunakan cara ini.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Carla

Anak adalah anugerah bagi setiap orangtua.

Merawat dan membesarkan anak bukan hal yang mudah karena ada tanggung jawab yang harus dilakukan.

Tak hanya menjaga agar anak dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik, namun menjamin masa depan anak juga menjadi bagian dari tugas orangtua.

Salah satu cara agar menjamin masa depan anak cerah adalah membekalinya dengan pendidikan, yang bisa didapatkan melalui bangku sekolah.

Perlu diketahui bahwa setiap sekolah saling berlomba untuk memberikan fasilitas yang terbaik, tentunya juga berpengaruh pada anggaran atau biaya yang harus dikeluarkan oleh orangtua.

Pasalnya, setiap tahun pasti anggaran untuk masuk sekolah juga bertambah tinggi.

Baca Juga : Ingin Anak Berprestasi di Sekolah? Ajarkan 5 Kebiasaan Belajar yang Baik Ini!

Hal ini didukung oleh seorang konsultan perencana keuangan bernama Annissa Sagita.

Ia sering melakukan berbagai survei dan mendapati bahwa kenaikan biaya pendidikan sekolah anak memiliki kenaikan yang signifikan.

“Kenaikan biaya pendidikan tiap sekolah berbeda-beda, mulai dari 8% hingga 25% per tahun. Untuk itu, upaya yang dilakukan agar nantinya tidak terbentuk biaya pendidikan anak, sebaiknya dipersiapkan sejak dini. Idealnya, sudah mulai dipersiapkan sejak anak baru lahir,” ujar Annissa pada Kulwap Orami Community, Rabu (20/3) lalu.

Menurut data yang diperoleh dari Annissa, untuk masuk SD saja, orangtua harus mengeluarkan anggaran sebesar Rp8 juta - Rp30 juta untuk Uang Pangkal dan Rp 450 ribu - Rp 1,5 juta untuk uang SPP setiap bulan.

Angka yang fantastis, bukan?

Bahkan mungkin saja biayanya sama atau melebihi saat Moms kuliah.

Permasalahannya terjadi bukan saja anggaran besar yang harus dilakukan, namun juga ketika Moms mempunyai dua anak atau lebih yang jarak usianya berdekatan.

Anak-anak tersebut akan bersamaan memasuki masa sekolah, sehingga biaya yang harus dikeluarkan orangtua juga bertambah banyak.

Lalu, bagaimana cara mengatur dana pendidikannya?

Pentingnya Survei untuk Sekolah Anak

Jarak Usia Anak Berdekatan, Ini Cara Mengatur Dana Pendidikannya-2.jpg

Foto: pebblesphotography

Menurut Annissa, ketika memiliki anak dengan jarak usia yang berdekatan, maka jangan menunda lagi untuk menyiapkan dana pendidikan anak.

Meskipun, saat ini anak masih berusia kecil atau belum sekolah.

“Ketika anak masih kecil, maka Moms punya waktu panjang untuk menyiapkan dana pendidikan. Jangan disia-siakan, mulai persiapkan sejak sekarang. Lakukan dengan survei sekolah-sekolah yang tepat dan biaya untuk masuk ke sana. Karena jarak anak berdekatan, sehingga ada kemungkinan anak masuk sekolah di tahun yang sama atau hanya selisih setahun sehingga menyisihkan dana juga harus ditambah,” ungkap Annissa, yang juga aktif mengajar di kelas-kelas sosialisasi perencana keuangan pemula.

Baik Moms dan pasangan harus memiliki kesepakatan yang sama seputar sekolah anak dan dana pendidikan yang harus dipersiapkan.

Dana pendidikan yang harus disiapkan bukan saja untuk anak masuk sekolah dasar, sebaiknya juga dipersiapkan hingga anak masuk ke perguruan tinggi.

Baca Juga : Selain Tabungan Konvensional, Ini 5 Cara untuk Menyiapkan Dana Pendidikan Anak

Investasi untuk Dana Pendidikan Anak

Jarak Usia Anak Berdekatan, Ini Cara Mengatur Dana Pendidikannya-3.jpg

Foto: momtastic

Faktanya, Annissa menyarankan investasi yang paling tepat untuk menyiapkan dana pendidikan anak adalah investasi dalam jangka waktu panjang.

Investasi tersebut akan jauh lebih efektif dibandingkan asuransi pendidikan atau hanya sebatas tabungan saja.

Investasi tersebut bisa mencakup di antaranya reksa dana campuran, reksa dana saham, dan saham.

Namun, tetap ingat bahwa setiap produk keuangan memiliki risikonya sendiri.

Sebaiknya, pelajari baik-baik sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

Jangan sembarangan memilih atau sekadar hanya ikut-ikutan saja.

“Berinvestasilah ketika kondisi keuangan sudah sehat, sudah mengerti profil risiko sendiri, dan sudah mengerti cara kerja atau seluk beluk produk investasi yang akan dibeli. Kondisi keuangan yang sehat artinya sudah terdapat adanya dana darurat dan sudah ada produk keuangan yang cocok untuk memulai investasi,” pesan Annissa.

Ingat, siapkan dana pendidikan anak sejak dini agar tidak terbentur masalah keuangan ke depannya, ya, Moms!

(DG/CAR)

Artikel Terkait