BAYI
29 Oktober 2019

Jarang Diketahui, Ini Gejala dan Penyebab Bronkopneumonia Pada Bayi

Apa penyebabnya dan bagaimana mengenali gejalanya?
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Pneumonia bronkial atau bronkopneumonia adalah infeksi saluran bronkial paru-paru dan merupakan bentuk paling umum dari pneumonia pada bayi.

Bronkopneumonia juga merupakan penyebab utama kematian pada anak-anak di bawah usia 5 tahun.

Apa saja penyebab bronkopneumonia pada bayi? Bagaimana mengenali gejalanya pada bayi?

Disebabkan oleh Infeksi Bakteri dan/atau Virus

Penyebab Bronkopneumonia

Foto: hunimed.eu

Bronkopneumonia lebih banyak menyerang bayi daripada orang dewasa karena sistem kekebalan pernapasannya masih belum matang.

Adapun penyebab bronkopneumonia pada bayi, seperti dikutip dari laman Livestrong, adalah bakteri yang dikenal sebagai pneumokokus.

Bakteri lain yang juga bertanggung jawab atas penyakit ini adalah staphylococcus aureus dan mycoplasma pneumoniae.

Virus seperti virus influenza atau adenovirus juga dapat menjadi penyebab lainnya. Terkadang, infeksi bahkan terjadi secara sekunder karena bayi mengalami pilek atau penyakit seperti campak.

Baca Juga: Flek Pada Paru-paru Anak karena Asap Rokok, Kenali Gejalanya

Demam Dapat Menjadi Gejala Umum Bronkopneumonia pada Bayi

Penyebab Bronkopneumonia

Foto: carewhizz.com

Dalam laman Healthline disebutkan bahwa anak-anak dan bayi dapat menunjukkan gejala bronkopneumonia yang berbeda-beda.

Sementara batuk adalah gejala paling umum pada bayi, mereka biasanya juga mengalami gejala lain seperti:

  • Detak jantung sangat cepat
  • Tingkat oksigen dalam darah sangat rendah
  • Retraksi otot dada (kontraksi otot yang menyebabkan tarikan pada dinding dada bagian bawah setiap kali bayi bernapas)
  • Mudah marah atau rewel
  • Kehilangan selera makan, menyusu, atau minum
  • Demam
  • Sulit tidur
  • Kongesti

Baca Juga: 6 Sayur dan Buah yang Bantu Menjaga Kesehatan Paru-paru

Pengobatan dan Perawatan Tergantung pada Kondisi Bayi

Penyebab Bronkopneumonia

Foto: pulmonologyadvisor.com

Hal pertama yang perlu diputuskan dalam mengobati bronkopneumonia pada bayi adalah memutuskan apakah bayi akan dirawat di rumah atau harus dibawa ke rumah sakit.

Tentunya dengan mempertimbangkan mengenai kondisi rumah dan kualitas bantuan keperawatan yang tersedia. Selain itu, usia bayi dan apakah ia disusui atau sudah disapih juga penting untuk dipertimbangkan.

Tingkat keparahan penyakit juga perlu diperhitungkan, karena oksigen memiliki andil terbesar dalam pengobatan bronkopneumonia yang cukup parah. Jika tidak dapat diberikan di rumah, maka bayi direkomendasikan untuk dirawat intensif di rumah sakit.

Hal lain yang patut diperhatikan dalam perawatan bronkopneumonia pada bayi adalah pemberian makan. Baik itu ASI ataupun sumber makanan lain harus diberikan dalam volume kecil dan secara berkala.

Baca Juga: Flek Pada Paru-paru Anak karena Asap Rokok, Kenali Gejalanya

Bagi bayi ASI, lanjutkan menyusui jika kondisinya tidak terlalu parah. Namun, disarankan untuk menyusui dengan waktu yang lebih singkat, misalnya hanya sekitar 5 menit untuk setiap sesi. Jika bayi terlalu kesakitan untuk menyusu, ASI harus diberikan melalui botol atau sendok.

Disebutkan pula bahwa menjaga kebersihan adalah hal yang tidak kalah penting untuk diterapkan dalam perawatan bayi dengan bronkopneumonia. Di mana dua bagian penting yang perlu ekstra diperhatikan kebersihannya adalah mulut bayi dan saluran pencernaan (mulut - perut).

Itulah penjelasan singkat mengenai penyebab bronkopneumonia, gejala dan saran perawatannya yang dikutip dari berbagai sumber. Segera bawa bayi ke dokter jika Moms menemukan gejala mencurigakan yang mengarah pada bronkopneumonia.

Artikel Terkait