2-3 TAHUN
20 November 2020

Ketahui 10 Jenis Alergi pada Anak, dan Cara Mengatasinya

Alergi terjadi karena sistem imun Si Kecil yang belum sempurna
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Amelia Puteri

Kulit bayi dan anak masih memiliki sensitivitas yang tinggi, karena sistem imun yang belum sempurna. Karena itu, Si Kecil bisa mengalami alergi pada anak.

Salah satunya yaitu bila Si Kecil terpapar udara kotor, maka tidak hanya menyebabkan masalah pada sistem pernapasan. tetapi juga menimbulkan alergi lingkungan.

Alergi merupakan respons yang dikeluarkan oleh sistem imun terhadap benda asing yang dinilai bisa membahayakan kesehatan tubuh, padahal tidak.

Benda asing yang disebut juga sebagai alergen ini bisa berbentuk apa saja yang ada di lingkungan, mulai dari makanan, serbuk sari, hingga kondisi udara yang kotor, terlalu panas, maupun terlalu dingin.

Jika terjadi alergi pada anak, biasanya memunculkan reaksi alergi yang ditandai kulit kemerahan, gatal, dan bentol yang terasa sakit dan membuat tidak nyaman.

Baca Juga: 4 Bentuk Alergi Kulit Bayi yang Harus Moms Waspadai

Jenis Alergi pada Anak

alergi kulit pada anak-biduran

Foto: Orami Photo Stock

Berikut adalah beberapa jenis alergi kulit yang umumnya menyerang anak-anak. Baca lebih lanjut untuk bisa melakukan penanganan yang tepat ya, Moms.

1. Eksim (Dermatitis Atopik)

Jenis alergi pada anak yang pertama adalah eksim. Setidaknya 10 persen anak di dunia pernah menderita bentuk alergi kulit yang berupa eksim.

Penyebab munculnya eksim pada kulit anak tidak diketahui secara pasti, tetapi beberapa faktor yang bisa memicu munculnya dermatitis atopik, yaitu debu, bulu binatang, dan beberapa produk kebersihan.

Alergi pada anak yang berupa dermatitis atopik akan memperlihatkan gejala-gejala, seperti:

  • Biang keringat yang berwarna kemerahan.
  • Kulit gatal yang justru akan terasa makin gatal ketika digaruk.
  • Kulit kering.
  • Kerak mirip koreng yang muncul di bekas garukan.
  • Infeksi kulit berulang yang kemungkinan besar disebabkan oleh garukan.

Bagian tubuh anak yang biasanya terkena eksim adalah pipi, lipatan lengan atau kaki, leher, punggung, dada, dan perut. Pada bayi, eksim juga bisa muncul di kepala dan wajah sebelum menyebar ke badan dan lengan.

2. Biduran

Jenis alergi pada anak yang selanjutnya adalah biduran. Biduran adalah alergi kulit yang berbentuk seperti bentol berwaran kemerahan. Biduran pada anak biasanya akan hilang dalam waktu kurang dari 6 minggu (akut), namun bisa juga lebih jika sudah menjadi biduran kronis.

Banyak faktor penyebab terjadinya biduran. Namun, kondisi ini biasanya disebabkan oleh paparan alergen dan bisa juga karena faktor yang menyebabkan terjadinya dermatitis kontak.

Baca Juga: Mengenal Manfaat Niacinamide, Bahan Skincare untuk Atasi Eksim dan Jerawat

3. Dermatitis Kontak

Jenis alergi pada anak yang selanjutnya adalah dermatitis kontak. Jika kulit Si Kecil menjadi kemerahan setelah memakai pakaian tertentu atau memegang sesuatu, bisa jadi ia sedang menderita dermatitis kontak.

Dermatitis kontak merupakan alergi kulit pada anak yang bisa disebabkan oleh pemakaian kosmetik (misalnya sabun, minyak telon, atau losion bayi) yang justru menimbulkan gejala alergi kulit pada Si Kecil.

Beberapa partikel yang terdapat di udara, misalnya serbuk sari, cairan parfum, atau abu rokok, juga bisa menjadi pemicu dermatitis ini. Ketika partikel yang merupakan alergen itu menyentuk kulit anak, maka akan menyebabkan alergi atau yang disebut juga dermatitis kontak udara.

Gejala dermatitis kontak bisa ringan, tapi kadang juga berat. Gejala-gejala tersebut merupakan timbulnya bercak merah di kulit, bengkak, kulit pecah-pecah, muncul rasa seperti terbakar, muncul kutil dan benjolan, kulit bersisik, dan biang keringat

Biasanya, gejala tersebut tidak langsung muncul setelah anak terpapar alergen, tetapi baru muncul 10 hari kemudian. Dermatitis kontak pada anak harus segera diobati, namun gejala bisa menetap selama 2-4 minggu.

4. Urtikaria Papula

Urtikaria papula adalah reaksi alergi pada bagian tubuh tertentu terhadap gigitan serangga. Gigitan dari berbagai serangga, termasuk nyamuk, tungau, dan kutu dapat menyebabkan reaksi alergi.

Meskipun biasanya menyerang anak-anak usia 2-6 tahun, bentuk alergi pada anak ini juga dapat menyerang anak-anak yang masih kecil.

Bentuk alergi ini menyerupai kelompok kecil benjolan merah atau gigitan serangga. Beberapa benjolan mungkin berisi cairan. Urtikaria papular dapat bertahan selama beberapa hari, bahkan berminggu-minggu.

5. Bintik-bintik Merah

Ketika kulit anak alergi terhadap substansi tertentu, tubuh akan melepaskan senyawa kimia histamin yang bisa memicu timbulnya bintik-bintik merah dan gejala alergi lainnya.

Dikutip dari American College of Allergy, Asthma, and Immunology, bintik-bintik merah ini merupakan bentuk alergi kulit bayi yang bisa menimbulkan rasa gatal yang membekas pada kulit. Ukuran dan bentuknya cukup beragam, biasanya berwarna merah muda atau merah.

6. Alergi Makanan

Bentuk alergi pada anak selanjutkan adalah alergi makanan. Ini merupakan alergi yang umum terjadi.

"Telur dan susu adalah penyebab utama alergi makanan pada anak-anak yang masih kecil, tetapi alergi gandum, kedelai, dan kacang tidak biasa," kata Dr. Robert Sidbury.

Ketika anak-anak bertambah besar, kacang-kacangan pohon dan makanan laut dapat menjadi masalah, bersama dengan alergi lingkungan seperti rumput, pohon, dan tungau debu, tetapi tidak ada aturan yang keras dan cepat tentang kapan alergen dapat berkembang.

Baca Juga: Stop! Berhenti Percaya pada 8 Mitos Alergi Kulit Ini

7. Alergi Makanan

Mengutip WebMD, alergi makanan lebih sering terjadi pada anak laki-laki daripada perempuan. Bayi atau balita bisa mengalami alergi pada anak terhadap makanan apa pun dan mungkin bereaksi terhadap lebih dari satu makanan.

Kacang adalah pemicu utama alergi makanan pada anak. Makanan penyebab alergi yang umum lainnya adalah susu sapi, telur, ikan, kacang pohon (almond, kacang mete, dan kenari), makanan laut (kepiting, lobster, dan udang), kedelai, gandum.

Alergi makanan dapat menyebabkan gejala yang tiba-tiba dan serius yang mengancam jiwa. Misalnya, Si Kecil mungkin mengalami kesulitan bernapas ekstrim dan penurunan tekanan darah drastis menyebabkan syok.

Tanda-tanda syok meliputi kulit pucat, berkeringat, dan pusing. Jenis reaksi ini disebut anafilaksis. Si Kecil harus segera mendapatkan perawatan medis jika melihat salah satu dari tanda-tanda itu.

8. Alergi Musiman

Jika gejala Si Kecil memburuk selama musim tertentu, itu mungkin demam, juga disebut rinitis alergi.

Alergi umum pada anak-anak ini menyebabkan bersin, terisak, dan gejala lain saat beberapa pohon, rerumputan, dan gulma sedang mekar. Serbuk sari dari pohon dan tumbuhan adalah salah satu pemicu alergi pada anak yang umum.

Gejala alergi musiman pada anak sama dengan yang dialami orang dewasa yaitu hidung berair dan gatal, mata berair, bersin, hidung tersumbat.

Bayi atau balita Anda juga mungkin mengalami sakit telinga. Alergi musiman dan dalam ruangan dapat menyebabkan infeksi telinga kronis.

9. Alergi Dalam Ruangan

Boneka binatang favorit Si Kecil bisa jadi pemicu alergi pada anak. Bintik-bintik kecil debu, yang disebut tungau debu, memperburuk alergi dalam ruangan.

Tungau ini berkumpul di tempat yang lembut dan nyaman seperti mainan dan bantal mewah. Jamur, asap rokok, dan parfum juga bisa memicu alergi dalam ruangan pada anak.

Moms dapat membantu Si Kecil merasa lebih baik dengan melakukan hal-hal berikut:

  • Ganti filter saluran udara sebulan sekali.
  • Hindari karpet dari dinding ke dinding. Itu bisa mengumpulkan debu.
  • Sapu dan vakum secara teratur.
  • Gunakan penutup ritsleting anti alergen untuk kasur dan bantal.
  • Cuci linen setiap 2 hingga 3 minggu dengan air panas dan keringkan dengan pengering panas.
  • Tempatkan mainan lunak ke dalam kantong plastik yang dapat ditutup rapat dan masukkan ke dalam freezer minimal 5 jam sekali seminggu. Ini membunuh tungau debu.
  • Jangan gunakan humidifier dan vaporizer. Alat ini menambahkan kelembapan ke udara dan meningkatkan risiko jamur dan tungau debu.

10. Alergi Hewan Peliharaan

Anjing keluarga mungkin merupakan sumber kenyamanan yang menyenangkan untuk balita. Tetapi hewan peliharaan dapat membuat beberapa anak mengendus dan bersin, dan menyebabkan alergi pada anak.

Alergi hewan peliharaan adalah sejenis alergi dalam ruangan. Kucing sering menjadi penyebabnya, tetapi anjing juga dapat menyebabkan masalah alergi.

Jika Si Kecil tampak alergi terhadap anjing atau kucing peliharaan, cobalah hewan peliharaan yang ramah alergi, seperti ikan.

Baca Juga: Dermatitis Atopik pada Anak, Bisa Kambuh Saat Dewasa!

Gejala Alergi pada Anak

gejala alergi pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Jika Si Kecil mengalami alergi, akan ada beberapa dampak yang bisa terjadi pada tubuhnya. Mengutip American College of Allergy, Asthma & Immunology, berikut daftarnya.

1. Rinitis Alergi (Hay Fever)

Rinitis alergi adalah penyakit anak paling umum yang disebabkan oleh alergi pada anak. Gejala berupa hidung meler dan gatal, bersin, postnasal drip dan hidung tersumbat (penyumbatan).

Seorang anak dengan alergi mungkin juga mengalami masalah mata gatal, berair, merah dan telinga kronis. Meskipun umumnya dikenal sebagai hay fever, rinitis alergi tidak menyebabkan demam.

2. Hidung Tersumbat

Alergi pada anak adalah penyebab tersering hidung tersumbat kronis (hidung tersumbat) pada anak-anak. Kadang-kadang hidung anak tersumbat hingga ia bernapas melalui mulut, terutama saat tidur.

Hal ini juga dapat menyebabkan anak tidak mendapatkan tidur malam yang nyenyak dan kemudian menjadi lelah keesokan harinya.

Jika hidung tersumbat dan pernapasan mulut tidak ditangani, dapat memengaruhi pertumbuhan gigi dan tulang wajah. Perawatan dini untuk alergi yang menyebabkan hidung tersumbat dapat mencegah masalah ini.

3. Infeksi Telinga

Alergi pada anak menyebabkan peradangan di telinga dan dapat menyebabkan penumpukan cairan yang dapat meningkatkan infeksi telinga dan penurunan pendengaran.

Anak yang pendengarannya terganggu karena alasan apa pun saat belajar berbicara dapat mengembangkan kemampuan bicara yang buruk. Alergi dapat menyebabkan sakit telinga serta telinga gatal, meletup, dan penuh ("telinga tersumbat").

4. Alergi Makanan

Pada ibu menyusui, beberapa bayi yang sangat sensitif dapat mengalami reaksi alergi terhadap makanan yang dimakan ibunya. Menghilangkan makanan ini dari pola makan ibu dapat memberikan kelegaan bagi anak.

Alergi yang paling umum pada anak-anak adalah kacang dan susu. Pemicu lain yang sering terlihat termasuk telur, ikan, kerang, makanan laut seperti kepiting, lobster, dan udang, kedelai, kacang pohon (misalnya kacang mete, dan kenari) dan gandum.

Reaksi yang paling parah biasanya terjadi pada alergi karena kacang tanah, kacang pohon, ikan, dan kerang. Semua alergi yang dapat bertahan seumur hidup. Anak-anak sering kali mengatasi alergi susu, telur, kedelai, dan gandum.

Baca Juga: 5 Makanan yang Harus Dihindari jika Anak Alergi Telur

Cara Mengatasi Alergi pada Anak

cara mengatasi alergi pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Dalam jurnal Paediatrics & Child Health, meskipun ada kecenderungan genetik, paparan terhadap alergen lingkungan, iritan dan infeksi akan menentukan kepekaan terhadap alergen makanan yang berbeda.

Moms perlu mengetahui seperti apa cara mengatasi alergi pada anak yang bisa dilakukan berikut ini.

1. Menggunakan Obat-obatan Tertentu

Banyak reaksi alergi yang bisa dihindari. Tapi kecelakaan bisa saja terjadi.

Untuk mengobati reaksi alergi, dokter anak kemungkinan besar akan merekomendasikan obat-obatan tertentu sebagai cara mengatasi alergi pada anak.

Misalnya, mereka mungkin merekomendasikan antihistamin yang dijual bebas, antihistamin resep, atau epinefrin.

Beberapa pengobatan alami juga dapat membantu meredakan gejala alergi ringan. Tetapi Moms tidak boleh menggunakan pengobatan alami untuk mengobati reaksi alergi yang parah.

2. Pemakaian Losion untuk Alergi pada Kulit

Krim dan losion antihistamin tersedia di banyak toko obat. Beberapa pengobatan lain juga dapat membantu meredakan gejala alergi kulit pada anak.

Misalnya, untuk membantu mengatasi dermatitis kontak, basuh area yang teriritasi dengan air hangat dan sabun lembut. Kemudian pertimbangkan untuk mengoleskan gel lidah buaya atau krim calendula.

Bagaimanapun, beberapa orang juga sensitif terhadap bahan dalam produk ini. Jika kulit Si Kecil kering, krim atau salep pelembap bebas pewangi dapat membantu.

Untuk membantu meredakan gatal-gatal, aplikasikan kain basah yang dingin ke area tersebut. Memasukkan soda kue atau oatmeal ke dalam air mandi juga dapat memberikan efek menenangkan.

3. Pengobatan untuk Gejala Alergi Sinus

Mengutip Healthline, bahkan jika Moms memasang filter pada AC, menyingkirkan hewan peliharaan yang memicu alergi, dan membiarkan anak-anak tetap di dalam saat jumlah serbuk sari tinggi, mungkin sulit untuk menghindari alergen di udara.

Untuk mengobati gejala pernapasan ringan, pertimbangkan untuk mencoba obat alergi yang dijual bebas. Menghirup uap dari semangkuk air panas juga dapat membantu membersihkan sinus yang tersumbat.

4. Konsumsi Makanan Tertentu untuk Gejala Alergi pada Perut

Jika anak mengalami diare sebagai bagian dari efek alergi, dorong mereka untuk makan makanan yang hambar. Banyak orang merekomendasikan nasi, roti panggang, pisang, dan saus apel. Penting juga untuk minum banyak air dan cairan lainnya.

Jika Si Kecil merasa mual, dorong mereka untuk beristirahat dan diam. Singkirkan aroma kuat yang dapat memperparah sakit perut mereka, seperti lilin atau penyegar udara.

Baca Juga: Bolehkah Anak yang Tidak Alergi Minum Susu Kedelai?

Cara Mencegah Alergi pada Anak

alergi kulit pada anak-cara mengatasi

Foto: Orami Photo Stock

Cara terbaik untuk mencegah alergi pada anak adalah dengan menghindari alergennya. Untuk anak yang alergi debu atau udara kotor, Moms bisa juga melakukan beberapa langkah pencegahan berikut ini.

  • Bersihkan rumah secara rutin
  • Pastikan karpet, kasur, bantal dan guling, terutama yang berada di kamar anak, bebas dari tungau
  • Jika penyebab alergi kulit pada anak adalah bulu hewan, jangan pelihara hewan yang berbulu di rumah
  • Pastikan sirkulasi udara di rumah lancar sehingga tidak menyebabkan lembap

Sementara untuk mengatasi gejala alergi kulit yang timbul pada kulit anak, Moms bisa melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

  • Gunakan pakaian yang longgar
  • Kompres dingin area yang terasa gatal atau nyeri karena alergi
  • Gunakan lotion atau krim yang mengandung calamine dan hidrokortison
  • Mandi air dingin

Jika alergi pada anak di bagian kulit membuat Si Kecil sangat rewel atau berlangsung lebih dari 2 minggu, segera periksakan ke dokter.

Jangan ragu untuk membawa anak ke instalasi gawat darurat ketika alerginya menyebabkan anak sulit bernapas. Dalam beberapa kasus langka, alergi kulit bisa membahayakan nyawa, yakni saat terjadi reaksi anafilaksis.

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Sumber: sehatq.com

Konten ini merupakan kerja sama yang bersumber dari SehatQ

Isi konten di luar tanggung jawab Orami Parenting

Artikel Terkait