2-3 TAHUN
7 Mei 2020

Kenali 4 Jenis Alergi pada Anak

Anak Moms sering ruam di sekitar mulutnya? Mungkin saja ia memiliki alergi.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dona Handayani
Disunting oleh Intan Aprilia

Alergi memang dapat dialami siapa saja, baik dewasa hingga anak-anak.

Alergi yang muncul pun sangat beragam mulai dari makanan yang dikonsumsi hingga debu di udara.

Dikutip dari situs Asthma and Allergy Foundation of America, dijelaskan bahwa alergi dapat terjadi saat sistem kekebalan tubuh seseorang mendeteksi substansi yang berbahaya dan tubuh memberikan reaksi yang berlebih atas hal tersebut.

Biasanya anak akan mengalami beberapa reaksi terkait alergi yang dirasakannya. Reaksi dan jenis alergi pada anak pun berbeda-beda, mulai dari yang ringan hingga berat.

Jenis Alergi Anak

Untuk tahu lebih jelasnya, ini dia beberapa jenis alergi yang paling umum terjadi pada anak.

1. Alergi Jenis Makanan Tertentu

Kenali 4 Jenis Alergi Pada Anak 4.jpg

Foto: foodallergycanada.ca

Ini merupakan kasus alergi pada anak yang paling sering ditemui. Dikutip dari situs University of Rochester Medical Center, jenis makanan yang paling sering menimbulkan reaksi alergi antara lain; susu, telur, gandum, susu kedelai, berbagai jenis kacang, ikan, udang, kepiting, hingga kerang.

Biasanya reaksi atas alergi makanan ditandai dengan munculnya ruam atau bintik-bintik merah pada kulit anak.

Pada beberapa anak, ruam dan bintik merah muncul hanya di beberapa area badan seperti wajah, lulut, dan perut. Namun ada juga yang mengalaminya di sekujur tubuh.

Selain ruam pada kulit, beberapa anak juga mengalami gatal pada area bibir, sakit perut, asma, muntah-muntah, hingga diare.

Baca Juga: Apa saja Alergi Makanan yang Paling Sering Dialami Anak? Ini Cara Menanganinya

2. Alergi Debu atau Tungau

Kenali 4 Jenis Alergi Pada Anak 3.jpg

Foto: raisingchildren.net.au

Alergi pada anak lainnya adalah adalah alergi terhadap debu dan tungau.

Dikutip dari situs Mayo Clinic, alergi terhadap debu dan tungau ini memiliki gejala seperti demam, hidung berair, dan bersin-bersin.

Beberapa kasus lainnya mengalami asma dan kesulitan bernapas.

Untuk mengurangi potensi alergi pada anak atas debu dan tungau, Moms harus selalu memperhatikan kebersihan rumah dan area bermain anak.

Bersihkan area bermain anak secara berkala dan ganti sarung bantal dan tempat tidur sesering mungkin.

Informasikan juga riwayat alergi ini kepada guru anak di sekolah agar anak dapat mendapatkan penanganan dan perhatian khusus saat timbulnya reaksi alergi pada anak.

3. Alergi Obat-obatan

Kenali 4 Jenis Alergi Pada Anak 1.jpg

Foto: imageboss.me

Selain itu, ada lagi anak yang memiliki alergi dengan jenis obat-obatan tertentu. Imun tubuh anak kecil terutama balita memang belum sempurna.

Hal ini mengakibatkan mereka akan rentan dan sensitif terhadap beberapa jenis kandungan yang terdapat di dalam obat.

Alergi yang paling umum terjadi adalah alergi dengan kandungan penisilin yang ada pada antibiotik.

Namun, beberapa kandungan lain pada obat juga dapat memicu reaksi alergi pada anak dengan kasus yang berbeda.

Reaksi yang biasanya ditimbulkan dari alergi ini dapat berupa batuk, gatal-gatal pada kulit, ruam hingga yang terparah muntah-muntah dan pingsan.

Baca Juga: 5 Cara Mudah Mengenali Perbedaan Pilek dan Alergi pada Anak

Jika Si Kecil mengalami reaksi langsung setelah meminum obat, hentikan pemberian obat dan konsultasikan dengan dokter anak lebih lanjut.

Reaksi alergi biasanya beragam mulai dari langsung, hingga 24 jam setelah meminum obat.

4. Alergi Susu Sapi

Kenali 4 Jenis Alergi Pada Anak 2.jpg

Foto: parents.com

Jenis alergi pada anak yang paling sering ditemui lainnya adalah alergi susu sapi. Ini biasa ditemui pada anak balita yang minum susu formula.

Reaksi alergi yang timbul biasanya menimbulkan ruam pada area sekitar mulut, hingga gangguan pencernaan pada anak.

Umumnya anak mengalami sembelit atau mengeluarkan feses berwarna hijau dan cair.

“Ruam pada kulit dapat disebabkan oleh banyak hal, mulai dari reaksi alergi hingga penyakit umum, dan dapat menjadi suatu tanda yang lebih serius,” jelas Dr. Heidi Renner, seorang dokter anak di Loyola Medicine seperti yang dikutip dari situs My Pollen.

Jika anak mengalami gejala ini, Moms bisa mulai mengurangi kuantitas susu sapi pada anak dan mulai menaikkan kembali jumlahnya secara bertahap hingga tubuh anak terbiasa dengan susu sapi.

Kalau gejala tidak kunjung hilang, ada baiknya Moms mengonsultasikan langsung ke dokter untuk mendapatkan saran pengganti susu sapi untuk anak.

Baca Juga: 4 Gejala Alergi Dingin pada Anak yang Harus Diwaspadai

Itu dia jenis alergi pada anak yang perlu Moms ketahui. Jangan sepelekan alergi pada anak. Jika tidak ditangani dengan tepat, alergi dapat menghambat tumbuh kembang anak di kemudian hari.

Semakin cepat diketahui penyebab alergi, anak akan lebih mudah diobati dan dapat meringankan gejala yang mungkin akan timbul.

Artikel Terkait