BALITA DAN ANAK
11 Juni 2020

Jenis dan Gejala Neuropati Perifer pada Anak

Ada banyak jenis neuropati perifer, tapi umumnya bisa dikategorikan menjadi tiga tipe
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fitria Rahmadianti
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Neuropati perifer pada anak merujuk pada masalah dengan sistem saraf perifer yang berada di luar sistem saraf pusat. Sistem saraf tersebut berfungsi membawa sinyal dari sumsum tulang belakang ke seluruh tubuh.

Menurut situs web Dell Children’s Ascension, penyebab neuropati perifer bisa bermacam-macam, mulai dari alasan medis, biokimia, sampai neurologis. Ada pula beberapa kasus yang tidak diketahui penyebabnya alias idiopatik.

Ada lebih dari 100 jenis neuropati perifer dengan gejalanya masing-masing. Jika hanya satu saraf yang terkena, kondisi ini disebut mononeuropati, sedangkan kalau lebih dari satu saraf yang terserang, maka disebut polineuropati. Umumnya anak-anak mengalami polineuropati, sehingga gejalanya bisa saling tumpang tindih.

Jenis dan Gejala Neuropati Perifer pada Anak

Jenis dan Gejala Neuropati Perifer pada Anak.jpg

Foto: RachelBostwick from Pixabay

Untuk memudahkan dokter mengelompokkan jenis neuropati perifer, biasanya gejala kondisi ini dibagi sebagai berikut:

Neuropati Motorik

Kerusakan terjadi pada saraf yang mengontrol otot dan pergerakan di tubuh. Misalnya, menggerakkan tangan atau berbicara.

Gejala neuropati motorik di antaranya:

  • Otot lemas
  • Kram otot
  • Otot berkedut
  • Hilangnya jaringan otot dan tulang
  • Perubahan di kulit, rambut, atau kuku

Baca Juga: Kenali Neuropati, Penyakit yang Disebabkan dari Kegiatan Sehari-hari

Neuropati Sensorik

Saraf sensorik mengendalikan apa yang Si Kecil rasakan, seperti rasa sakit atau sentuhan ringan. Neuropati sensorik biasanya menyerang saraf yang mengontrol indra peraba.

Gejala neuropati sensorik adalah sebagai berikut:

  • Mati rasa
  • Kesemutan
  • Hilangnya sensasi di bagian tubuh
  • Hilangnya keseimbangan atau fungsi lain sebagai efek samping hilangnya rasa di tungkai, lengan, dan bagian tubuh lain
  • Gangguan emosional
  • Gangguan tidur

Neuropati Otonom

Saraf otonom mengontrol fungsi biologis yang tidak disadari Si Kecil seperti bernapas dan detak jantung. Kerusakan saraf ini bisa berakibat serius.

Gejala neuropati otonom meliputi saraf yang menjaga fungsi otomatis tubuh, seperti:

  • Berkeringat dengan tidak wajar, sehingga tidak mampu menoleransi panas
  • Kehilangan kontrol kandung kemih, sehingga menyebbakan infeksi atau inkontinensia
  • Diare, konstipasi, atau inkontinensia yang berhubungan dengan kerusakan saraf di usus atau saluran pencernaan
  • Pusing, kepala terasa ringan, atau pingsan karena hilangnya kendali tekanan darah
  • Sulit makan atau menelan
  • Gejala yang membahayakan jiwa seperti sulit bernapas atau detak jantung tidak teratur

Baca Juga: Penderita Neuropati Wajib Hindari 4 Jenis Makanan Ini

Neuropati Kombinasi

Gabungan dua atau tiga jenis neuropati di atas, misalnya neuropati sensorik-motorik.

Diagnosis Neuropati Perifer pada Anak

Diagnosis Neuropati Perifer pada Anak.jpg

Foto: National Cancer Institute on Unsplash

Gejala dan bagian tubuh yang terkena neuropati perifer sangat bervariasi, sehingga sulit membuat diagnosis.

Jika dokter mencurigai kerusakan saraf, ia akan mencatat riwayat Si Kecil secara ekstensif dan melakukan sejumlah tes neurologis untuk menentukan lokasi dan seberapa luas kerusakan saraf. Di antaranya:

  • Tes darah
  • Tes cairan tulang belakang
  • Tes kekuatan otot
  • Tes kemampuan mendeteksi getaran

Baca Juga: Mengenal Neuropati: Klasifikasi, Penyebab, dan Gejalanya

Dari hasil tes tersebut, menurut situs web Children’s Hospital St. Louis, dokter mungkin akan melakukan scanning mendalam dan tes lain untuk memahami lebih jauh mengenai kerusakan saraf Si Kecil. Tes tersebut di antaranya:

  • CT scan
  • MRI scan
  • Elektromyografi
  • Biopsi saraf dan kulit

Jika Moms mendapati beberapa gejala neuropati perifer pada anak, periksakan ke dokter, ya, Moms.

Artikel Terkait