RESEP
6 Agustus 2019

Ketahui Perbedaan 5 Jenis Jeruk untuk Masakan

Jeruk-jeruk ini berguna pada masakan yang berbeda
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Di Indonesia, ada lima macam jenis jeruk asam yang biasa digunakan untuk berbagai masakan, yakni jeruk nipis, jeruk lemon, jeruk limau, jeruk purut, dan jeruk kasturi.

Pemula memasak seringkali sulit membedakan jeruk-jeruk tersebut. Nah, Orami mencoba membantu Moms mengenali karakteristik masing-masing jenis jeruk berikut ini!

Baca Juga: Tak Hanya Menyegarkan, Ini Dia Manfaat Jeruk Nipis!

1. Jeruk Nipis

jenis jeruk untuk masakan

Jenis jeruk untuk masakan yang pertama adalah jeruk nipis. Dalam Bahasa Inggris, jeruk nipis sering disebut sebagai lime. Padahal, lime merujuk pada banyak jenis citrus.

Dua di antaranya key lime (Citrus aurantifolia) yang asli Asia Tenggara dan Persian lime (Citrus latifolia) yang berasal dari Iran.

Persian lime adalah jenis lime yang paling banyak diproduksi secara global. Dibanding key lime, Persian lime lebih besar dan berkulit lebih tebal.

Key lime sendiri memiliki ciri khas berbiji lebih banyak, lebih asam, aroma citrus-nya lebih kuat, dan rasanya pahit.

Persian lime adalah persilangan antara key lime dan lemon. Makanya, ukurannya agak besar dan lonjong dengan ujung pucuk agak runcing seperti lemon. Namun, jika lemon berwarna kuning, jeruk nipis Persia biasanya dijual saat masih hijau.

Jeruk nipis biasanya diperas di atas soto atau sup untuk menambah kesegarannya. Di Kuningan, Jawa Barat, jenis jeruk ini diolah menjadi minuman Jeniper, singkatan dari jeruk nipis peras. Jeruk nipis juga biasa digunakan untuk menghilangkan amis pada ikan atau seafood.

2. Jeruk Lemon

jenis jeruk untuk masakan

Lemon (Citrus limon) atau sitrun, adalah jenis jeruk yang berasal dari Asia Selatan namun terkenal di seluruh dunia. Bagian buah yang paling sering digunakan adalah sarinya. Selain itu, kulitnya juga dimanfaatkan.

Air lemon mengandung 5-6% asam sitrat dengan pH 2,2, sehingga rasanya asam. Kandungan asam sitratnya sedikit lebih tinggi dari sari jeruk nipis.

Sari lemon digunakan dalam berbagai makanan dan minuman, untuk menghilangkan amis pada ikan, dan mencegah oksidasi (warna kecokelatan) pada apel, pisang, dan avokad yang sudah dipotong.

Bagian terluar kulit lemon biasanya diparut untuk memberi aroma wangi pada masakan dan kue. Kulitnya bisa dipakai untuk membuat marmalade, membuat pektin, serta diekstrak untuk diambil minyaknya.

Baca Juga: 3 Resep Simple Infused Water dari Lemon

3. Jeruk Limau

jenis jeruk untuk masakan

Jeruk limau (Citrus amblycarpa) memiliki beberapa sebutan. Di Betawi dan beberapa daerah lain, jeruk ini disebut jeruk sambal. Orang Sunda dan Jawa menyebutnya jeruk limo. Sedangkan limau adalah nama yang sering dipakai orang Melayu.

Jeruk limau berbeda dengan jeruk nipis. Jeruk ini lebih mirip jeruk purut karena kulitnya tebal dan berkerut-kerut, namun ukurannya lebih kecil.

Seperti namanya, sari jeruk limau biasa dipakai di sambal dan bumbu kacang siomay agar rasanya lebih asam segar.

4. Jeruk Purut

jenis jeruk untuk masakan

Jeruk purut (Citrus hystrix) yang dalam Bahasa Inggris disebut kaffir lime atau makrut lime berasal dari Asia Tenggara dan bagian selatan Tiongkok. Nama Citrus hystrix yang berarti “jeruk landak” merujuk pada duri yang terdapat pada batang pohonnya.

Jenis jeruk ini memiliki kulit yang tebal dan keriput. Rasa sarinya sangat asam dan wangi, biasa dipakai untuk menghilangkan bau amis ikan.

Namun, dibanding buahnya, daun jeruk purut lebih sering dipakai untuk aneka masakan. Daun jeruk purut membuat hidangan wangi karena mengandung senyawa citronellol hingga 80%.

Irisan daun jeruk purut biasa dipakai dalam bumbu pecel dan rempeyek, sedangkan bentuk utuhnya sering digunakan di kuliner Bali dan Jawa bersama dengan daun salam.

Kuliner Thailand, Laos, Kamboja, Vietnam, Malaysia, Myanmar, dan India Selatan juga banyak memakai daun jeruk purut.

Baca Juga: Makanan yang Mengandung Lebih Banyak Vitamin C dibanding Jeruk

5. Jeruk Calamansi

jenis jeruk untuk masakan

Jeruk calamansi (Citrus microcarpa) memiliki banyak sebutan, yakni jeruk kasturi, jeruk kunci, songkit, atau lemon cui. Buah ini merupakan hibrida jeruk kumquat dan jeruk Mandarin.

Jenis jeruk calamansi berasal dari Filipina dan banyak ditemukan di Tiongkok selatan, Taiwan, Borneo, Sulawesi, dan Bengkulu. Buah ini juga populer sebagai campuran makanan manis di Florida, Amerika Serikat.

Buahnya kecil, bulat, berkulit tipis dengan warna hijau sampai oranye ketika matang, dengan pulp dan sari berwarna oranye pula. Rasa airnya asam karena mengandung asam sitrat hingga 5,5%.

Jeruk kasturi banyak dipakai di makanan dan minuman Filipina. Di Indonesia, calamansi banyak dipakai di masakan Sulawesi Utara, sedangkan di Bengkulu buah ini dijadikan sirup. Secara umum, penggunaannya mirip dengan jeruk nipis.

Sekarang tidak bingung lagi, kan, Moms, membedakan jenis-jenis jeruk untuk masakan?

(EMA)

Artikel Terkait