KEHAMILAN
16 Juni 2020

4 Jenis Kontraksi saat Hamil, Bumil Wajib Tahu!

Kontraksi bisa terjadi sejak awal kehamilan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Kontrasi selalu indentik dengan tanda persalinan. Tapi, kenyataannya tidak seperti itu lho Moms. Kontraksi bisa terjadi di awal kehamilan, bahkan ketika Moms baru dinyatakan positif hamil.

Namun tentu saja kontraksi di awal kehamilan tidak berarti tanda persalinan. Selama hamil, Moms mungkin akan mengalami beberapa jenis kontraksi yang penyebabnya berbeda-beda.

Baca Juga: Bisa Jadi Tanda Kelahiran Prematur, Ini Penyebab Kontraksi Dini saat Hamil

Jenis Kontraksi saat Hamil

Nah, apa saja jenis kontraksi yang mungkin dialami selama hamil? Yuk simak ulasannya di bawah ini!

1. Kontraksi Awal Kehamilan

jenis kontraksi

Foto: verywellfamily.com

Moms dapat mengalami kontraksi bahkan pada trimester pertama. Jenis kontraksi satu ini terjadi saat tubuh menyesuaikan diri dengan kehamilan. Peregangan ligamen di sekitar rahim dapat menyebabkan kontraksi, begitu juga dehidrasi, sembelit, dan nyeri gas.

Jika disertai dengan bercak, perdarahan, dan atau sakit perut, Moms perlu memeriksakan ke dokter untuk mengecek kemungkinan kehamilan ektopik atau keguguran.

2. Kontraksi Palsu (Braxton-Hicks)

jenis kontraksi

Foto: healthline.com

jenis kontraksi saat hamil yang selanjutnya adalah kontraksi palsu. Kontraksi yang terjadi setelah usia kandungan memasuki minggu ke-34 secara acak dan tidak teratur dikenal sebagai kontraksi Braxton-Hicks atau kontraksi palsu.

Jika kontraksi datang secara teratur (setiap 10 menit atau kurang), bisa jadi Moms mengalami persalinan prematur. Namun, jika kontraksi yang dirasakan tidak teratur, cobalah untuk minum banyak air, mandi air hangat, mengosongkan kandung kemih, dan bernapas dengan teratur.

Baca Juga: Cegah Kontraksi Dini, Ini 6 Hal yang Harus Diperhatikan Ibu Hamil saat Berlibur

3. Kontraksi setelah Berhubungan Seksual

jenis kontraksi

Foto: mydomaine.com

Jenis kontraksi saat hamil lainnya adalah kontraksi setelah berhubungan seksual. Kontraksi rahim setelah berhubungan seks adalah hal yang normal.

Pada penelitian yang diterbitkan National Center for Biotechnology Information, U.S. National Library of Medicine, stimulasi pada puting dan alat kelamin bisa memicu orgasme dan prostaglandin dalam air mani dapat menyebabkan rahim berkontraksi.

Adanya bercak setelah berhubungan seksual juga bisa menjadi sesuatu yang normal, karena pembuluh darah di leher rahim lebih halus selama kehamilan, dan penis dapat merusaknya dengan lebih mudah. Kondisi tersebut akan mereda dalam beberapa jam.

Untuk meredakan kontraksi ini, minumlah beberapa gelas air dan angkat kaki. Selama kehamilan bebas komplikasi dan lancar, seks benar aman dan tidak akan membahayakan ibu atau bayi.

Namun, jika disertai dengan gejala yang mengganggu (seperti perdarahan, nyeri, keputihan, atau penurunan gerakan janin), hubungi dokter atau bidan.

Baca Juga: Kenali Berbagai Macam Kontraksi Pada Ibu Hamil

4. Kontraksi Persalinan

jenis kontraksi

Foto: parenting.firstcry.com

Jenis kontraksi ini adalah tanda Moms akan segera melahirkan. Kontraksi persalinan dapat menyebabkan sakit punggung, mulai dari kram yang menjalar ke rahim hingga ketidaknyamanan yang lebih parah di punggung bagian bawah. Jika hanya di punggung, kemungkinan mengalami sakit punggung.

Kontraksi persalinan dengan nyeri punggung yang hebat dikarenakan posisi bayi saat bergerak ke jalan lahir. Bayi yang datang dengan kepala menghadap ke atas (disebut oksiput posterior) sering memberi tekanan lebih besar pada saraf di punggung ibu, yang menyebabkan rasa sakit.

Bart Putterman, M.D., ob-gyn di Texas Children's Pavilion for Women di Houston menjelaskan, nyeri persalinan tergantung pada banyak faktor, yakni bagaimana posisi bayi, posisi ibu bersalin, dan persepsi tentang rasa sakit.

"Beberapa orang mengalami kontraksi Braxton Hicks yang membuat mereka berlipat kesakitan, sementara yang lain bahkan tidak menyadari bahwa mereka sedang dalam proses persalinan, mereka hanya merasa sedikit kram atau sakit punggung. Rasa sakit tersebut bisa berbeda-beda bagi setiap ibu," kata Dr. Putterman.

Setelah persalinan, Moms masih akan mengalami kontraksi untuk mengembalikan ukuran rahim seperti sebelum mengandung. Hal tersebut butuh waktu sekitar enam minggu, akan tetapi kontraksi akan paling terlihat untuk beberapa hari pertama hingga satu minggu setelah kelahiran.

Namun, kebahagiaan atas kehadiran buah hati menjadikan kontraksi pascapersalinan terasa lebih ringan.

Itulah beberapa jenis kontraksi yang terjadi saat hamil. Bumil wajib tahu nih!

(SWN)

Artikel Terkait