COVID-19
10 Agustus 2020

Jenis Masker Paling Tidak Efektif Menurut Penelitian, Hati-hati Memilih!

Berikut ini jenis-jenis masker yang tidak efektif menghalau COVID-19.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Lolita
Disunting oleh Dina Vionetta

Masker telah masuk dalam protokol kesehatan dan menjadi peralatan wajib yang harus digunakan masyarakat setiap kali akan beraktivitas di luar rumah. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan peneliti telah membuktikan bahwa masker mampu meminimalisir penyebaran COVID-19 sehingga penggunaannya sangat penting untuk banyak orang.

Baca Juga: Anjuran Memakai Masker Kain, Ini Penjelasannya

Jalan Panjang Uji Coba Efektivitas Masker

jenis masker paling tidak efektif menurut penelitian

Foto: Orami Photo Stocks

Ada banyak jenis masker dengan berbagai bentuk, warna, dan bahan yang dijual di pasaran. Mulai dari yang paling kekinian yakni masker scuba hingga masker kesehatan N95.

Sekelompok peneliti dari Duke University menciptakan teknik sederhana untuk menganalisis keefektifan berbagai jenis masker dalam menghalau virus COVID-19.

Penelitian ini bermula ketika Profesor Duke's Schoole Medicine membeli masker jumlah besar dan nantinya akan didistribusikan ke masyarakat yang membutuhkan. Namun, sebelum diberikan ke masyarakat, profesor tersebut ingin memastikan bahwa masker yang ia beli benar-benar efektif menghalau virus.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal berjudul Low-cost measurement of facemask efficacy for filtering expelled droplets during speech menyebutkan bahwa para peneliti dari departemen fisika mendemonstrasikan penggunaan metode sederhana dengan melibatkan sinar laser dan ponsel untuk mengetahui efektivitas masker dengan mempelajari transmisi tetesan pernapasan selama bercakap-cakap dengan orang lain.

"Kami menggunakan kotak hitam, laser, dan kamera" kata Martin Fischer dilansir dari CNN.

Sinar laser tersebut diperluas secara vertikal untuk membentuk lembaran cahaya tipis yang dipancarkan melalui celah di sebelah kanan dan kiri kotak. Pada bagian depan kotak, ada lubang yang digunakan oleh partisipan untuk saling bercakap.

Kemudian, kamera ditempatkan pada bagian belakang kotak yang berfungsi untuk merekam cahaya yang tersebar dari segala arah. Hal ini berguna untuk menangkap tetesan pernapasan yang menembus sinar laser saat partisipan saling bercakap.

Baca Juga: Anjuran WHO Terbaru, Pakai Masker Kain 3 Lapis

Masker Paling Tidak Efektif Menghalau Virus Corona

Dalam uji coba tersebut, peneliti menggunakan 14 masker di antaranya adalah N95 yang digunakan oleh tenaga medis ketika bertugas di rumah sakit hingga bandana kain yang biasa digunakan oleh para pengendara motor atau olahragawan. Setiap masker diuji coba sebanyak 10 kali.

Peneliti dari Florida Atlantic University juga melakukan eksperimen berbagai jenis, bentuk dan bahan masker. Dari kedua penelitian di atas, ditemukan bahwa masker kain yang dijahit dengan baik dan terdiri dari minimal dua lapis kain terbukti efektif menangkal penyebaran virus baik dari saat batuk dan bersin.

Berikut ini jenis-jenis masker yang tidak efektif menghalau COVID-19.

1. Buff atau Neck fleeces

jenis masker paling tidak efektif menurut penelitian

Foto: gearjunkie.com

Buff merupakan kain yang penggunaannya dikalungkan ke leher lalu digunakan untuk menutup hidung dan mulut saat berkendara. Menurut penelitian, masker ini paling tidak efektif menghalau virus Corona. Sebaliknya, menggunakan buff malah menyebabkan jumlah tetesan pernapasan jadi lebih tinggi karena bahan yang digunakan tampaknya mampu mengubah tetesan yang berukuran besar menjadi partikel-partikel kecil yang lebih mudah terbawa udara dan menulari orang lain.

"Kami terkejut menemukan fakta bahwa jumlah artikel yang dihasilkan oleh penggunaan masker buff melebihi jumlah partikel yang dihasilkan ketika seseorang tidak mengenakan masker," ujar Fischer.

2. Bandana Kain Lipat

jenis masker paling tidak efektif menurut penelitian

Foto: Youtube/ Click On Detroit | Local 4 | WDIV

Sama halnya dengan buff, bandana lipat juga tidak memberikan perlindungan apapun dari virus COVID-19 dan malah menjadikan tetesan pernapasan menjadi partikel-partikel kecil yang bisa menyebarkan COVID-19 lewat udara.

"Kami ingin menekankan bahwa kami benar-benar mendorong masyarakat untuk memakai masker, tapi kami ingin masyarakat memakai masker yang benar-benar efektif dan berfungsi menghalau COVID-19" lanjut Fischer.

Baca Juga: Cara Mencuci Masker Kain Agar Senantiasa Aman dan Higienis

3. Masker Kain Satu Lapis

jenis masker paling tidak efektif menurut penelitian

Foto: Orami Photo Stocks

Masker kain satu lapis ini biasanya dipakai untuk menghalau polusi atau debu di udara. Umumnya masker ini banyak digunakan oleh para pekerja saat berkendara menggunakan transportasi umum. Meski begitu, sebenarnya masker ini tak cukup efektif dalam menghalau virus Corona dan hanya mampu memfilter partikel besar sekitar 30%-40%, namun tidak bisa menghalau partikel kecil. Selain itu, masker ini hanya bisa sekali pakai atau tidak bisa dicuci dan digunakan kembali.

4. Masker dengan Katup Udara

jenis masker paling tidak efektif menurut penelitian

Foto: gearbeauty.com

Kini, banyak dijumpai masker kain dengan katup udara atau pernapasan di bagian depan masker. Melansir dari NPR, Meskipun katup udara ini memudahkan seseorang untuk bernapas, namun katup tersebut juga bisa melepaskan ataupun memudahkan virus masuk dan keluar tanpa filter. Sehingga tidak efektif dalam menghalau COVID-19.

Itulah keempat jenis masker yang paling tidak efektif dalam menghalau virus Corona. Peneliti dan ilmuwan menyarankan masyarakat untuk menggunakan masker berlapis dan berbahan katun atau sutra untuk menghalau penyebaran COVID-19.

Artikel Terkait