KESEHATAN
27 Mei 2019

Tak Hanya Migrain, Ini 8 Jenis Sakit Kepala yang Umum Menyerang

Ketahui jenis sakit kepala yang sedang dialami
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Intan Aprilia

Ada banyak jenis sakit kepala, penyebab, serta gejalanya yang dapat bervariasi. Mengetahui jenis sakit kepala yang dialami dapat memberi tahu cara terbaik untuk mengobatinya, atau jika perlu pergi ke dokter.

Meskipun kadang-kadang terasa menyakitkan, sebagian besar sakit kepala dapat diobati dengan obat penghilang rasa sakit sederhana dan akan hilang dalam beberapa jam.

Namun, serangan berulang atau jenis sakit kepala tertentu bisa menjadi tanda sesuatu yang lebih serius.

Ada dua jenis sakit kepala, yaitu sakit kepala primer, yang tidak disebabkan oleh kondisi lain, dan sakit kepala sekunder, disebabkan gejala dari hal lain, seperti sakit kepala akibat cedera atau konsumsi kafein. Dikutip dari Medical News Today, berikut beberapa jenis sakit kepala yang sering kita alami!

Baca Juga: 8 Obat Sakit Kepala dari Bahan Alami

Sakit Kepala Primer

1. Migrain

jenis sakit kepala-1.jpg

Migrain dikategorikan sebagai jenis sakit kepala primer, dan sering disertai dengan gangguan penglihatan. Seseorang yang menderita migrain biasanya akan merasakan denyutan sakit yang hebat hanya pada satu sisi kepala.

Orang tersebut mungkin mengalami sensitivitas tinggi terhadap cahaya, suara, dan bau. Mual dan muntah juga sering terjadi.

Sekitar sepertiga dari orang mengalami gangguan visual dan sensorik yang biasanya berlangsung antara 5 dan 60 menit sebelum mereka mengalami migrain.

Migrain cenderung berulang, dan setiap serangan dapat berlangsung hingga 3 hari. Namun bagi banyak orang, ini adalah kondisi yang bisa terjadi seumur hidup.

Ada beberapa pemicu migrain, seperti stres dan cemas, gangguan tidur, perubahan hormon, melewatkan makan, dehidrasi, efek dari beberapa makanan dan obat-obatan, lampu terang dan suara keras.

2. Sakit Kepala Karena Tegang

Sakit kepala karena tegang sangat umum, dan kebanyakan orang akan mengalaminya sesekali. Rasa sakitnya tidak terlalu berat dan terjadi konstan di kedua sisi kepala.

Gejala lain dapat termasuk perasaan tertekan di belakang mata, dan sensitivitas terhadap cahaya dan suara.

Jenis sakit kepala ini biasanya berlangsung dari 30 menit hingga beberapa jam. Tingkat keparahan dapat bervariasi, tetapi jarang hingga mencegah seseorang melakukan aktivitas normal.

Penyebab sakit kepala tegang memang tidak jelas, tetapi stres, kecemasan, dan depresi menjadi pemicu umumnya. Pemicu lainnya seperti: dehidrasi, kurang olahraga, kurang tidur, postur tubuh yang buruk, melewatkan makan.

Baca Juga: 6 Penyebab Pusing Saat Hamil dan Cara Alami Mengatasinya

3. Sakit Kepala Cluster

jenis sakit kepala-2.jpg

Sakit kepala cluster dapat menyebabkan sensasi terbakar yang menyakitkan di belakang mata. Sakit kepala ini bisa berulang enam kali dan lebih mungkin terjadi pada pria daripada wanita.

Gejala lain dapat termasuk:

  • Mata berair
  • Kelopak mata bengkak
  • Hidung tersumbat atau berair
  • Sensitivitas terhadap cahaya dan suara
  • Gelisah

Jenis sakit kepala cluster biasanya mendadak, tanpa peringatan, dan berlangsung antara 15 menit dan 3 jam. Orang-orang dapat mengalami hingga delapan serangan dalam sehari.

Penyebab sakit kepala cluster tidak jelas, tetapi mereka lebih cenderung terjadi pada perokok. Sehingga harus menghindari rokok apabila terjadi sakit kepala jenis ini.

4. Sakit Kepala Saat Beraktivitas

Jenis sakit kepala ini disebabkan oleh latihan fisik yang berat dan dapat dipicu ketika seseorang melakukan kegiatan berikut ini:

Sakit kepala ini biasanya sangat singkat tetapi kadang-kadang bisa bertahan hingga 2 hari.

Orang yang mengalami sakit kepala cluster pertama kalinya harus mengunjungi dokter, karena bisa menjadi tanda penyakit yang serius.

Baca Juga: Sakit Kepala Saat Menyusui, Apakah Normal?

Sakit Kepala Sekunder

5. Sakit Kepala Karena Minum Banyak Obat

jenis sakit kepala-3.jpg

Obat-obatan tertentu dapat menyebabkan sakit kepala sering ketika diminum secara berlebihan.

Jenis sakit kepala karena obat adalah jenis paling umum dari sakit kepala sekunder.

Sakit kepala ini awalnya merespon obat penghilang rasa sakit tetapi kemudian terulang beberapa waktu kemudian.

Satu-satunya pengobatan sakit kepala ini adalah berhenti minum obat sakit kepala. Namun, ini harus dilakukan di bawah pengawasan dokter.

6. Sakit Kepala Sinus

Sakit kepala sinus disebabkan oleh sinusitis, atau pembengkakan sinus, yang biasanya disebabkan oleh infeksi atau alergi.

Gejalanya terdiri atas nyeri ringan, nyeri di sekitar mata, pipi, dan dahi. Rasa sakitnya bisa memburuk dengan gerakan atau tegang dan kadang-kadang bisa menyebar ke gigi dan rahang.

Jenis sakit kepala ini biasanya disertai dengan keluarnya cairan hidung yang tebal berwarna hijau atau kuning. Gejala lain termasuk: hidung tersumbat, demam, mual, dan sensitivitas cahaya atau suara.

Sakit kepala sinus jarang terjadi. Jika tidak ada gejala hidung, sakit kepala seperti ini lebih cenderung termasuk dalam migrain.

7. Sakit Kepala Karena Kafein

jenis sakit kepala-4.jpg

Konsumsi kafein yang banyak, atau lebih dari 400 miligram (mg), atau sekitar 4 cangkir kopi terkadang dapat menyebabkan sakit kepala.

Pada orang yang mengonsumsi lebih dari 200 mg kafein setiap hari selama lebih dari 2 minggu, dapat menyebabkan sakit kepala yang mirip migrain. Biasanya ini terjadi dalam 24 jam setelah berhenti mengonsumsi kafein tiba-tiba.

Gejala lain yang mungkin termasuk: kelelahan, sulit berkonsentrasi, suasana hati memburuk atau lekas marah, dan mual.

Efek kafein bervariasi tiap orang, tetapi mengurangi asupan bisa mengurangi risiko sakit kepala. Membatasi konsumsi kafein kadang direkomendasikan untuk orang yang menderita migrain kronis.

8. Sakit Kepala Karena Haid

Sakit kepala sering dikaitkan dengan perubahan kadar hormon. Pada wanita, migrain sering dikaitkan dengan menstruasi karena perubahan alami kadar estrogen.

Sakit kepala karena menstruasi ini berkembang pada hari-hari sebelum atau selama periode, atau kadang-kadang selama ovulasi. Gejalanya mirip dengan migrain tetapi bisa bertahan lebih lama.

Sakit kepala terkait hormon juga dapat disebabkan oleh kontrasepsi oral, menopause, dan kehamilan.

Perawatan untuk sakit kepala haid sama dengan perawatan untuk migrain. Dokter dapat memberi saran tentang kemungkinan tindakan pencegahan.

Di antara berbagai jenis sakit kepala di atas, mana yang paling sering Moms alami?

Artikel Terkait