KESEHATAN
3 Februari 2020

6 Jenis Sakit Perut, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Ternyata sakit perut tidak bisa dianggap biasa, ada beberapa jenis bentuk dan namanya yang harus diketahui agar tidak salah untuk mendeskripsikannya
Artikel ditulis oleh Waritsa Asri
Disunting oleh Orami

Moms dan Dads mengalami sakit perut? Bila iya, dalam banyak kasus terkait dengan sesuatu yang dikonsumsi (seperti keracunan makanan), atau jadi pengalaman rutin seperti gastritis. Tapi, di waktu yang berbeda, sakit perutnya seolah muncul secara tiba-tiba.

Nah, jika ini terjadi, dan gejalanya semakin parah, persisten, atau memburuk. Maka, Moms dan Dads perlu segera ke dokter untuk menyelidiki penyebabnya.

Ketika mengunjungi dokter, ada baiknya untuk menjelaskan secara spesifik nyeri perut yang dirasakan, misal terbakar, menusuk, sakit, mual, muntah, dan gas berlebih, informasi ini dapat bermanfaat bagi dokter sehingga tepat membuat diagnosis.

Baca Juga: Sakit Perut Bagian Bawah, Apa Penyebab dan Cara Mengatasinya?

Karena perut merupakan organ unik, banyak orang yang mengartikan sakit tersebut hanya berhubungan dengan saluran pencernaan, tapi ternyata bukan itu saja.

Sakit perut bisa disebabkan banyak kondisi seperti infeksi, pertumbuhan abnormal, peradangan, penyumbatan, dan gangguan usus.

Infeksi di tenggorokan, usus, dan darah dapat menyebabkan bakteri masuk saluran pencernaan Moms dan Dads, yang menyebabkan sakit perut. Infeksi ini juga dapat menyebabkan diare atau sembelit.

Jenis Sakit Perut

Adapun beberapa jenis sakit perut yang harus diketahui adalah:

1. Bisul Perut

Nyeri Perut Bagian Bawah Saat Hamil 01.jpg

Jenis sakit perut yang pertama adalah bisul perut. Bisul perut ini adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan luka terbuka di lambung atau usus dua belas jari.

Gejalanya bervariasi tapi seringkali seperti rasa sakit menggerogoti atau membakar, gangguan pencernaan, mual, muntah dan gas berlebih.

Biasanya, hal ini disebabkan bakteri Helicobaterpylori (H.pylori) atau penggunaan antiinflamasi nonstreroid (NSADI), yang dapat mengiritasi dan mengubah lapisan mukosa pelindung saluran pencernaan.

2. Gastritis

Gastritis atau radang perut adalah kondisi yang biasanya disebabkan oleh alkohol hingga obat antiinflamasi nonsteroid, hingga bakteri H. pylori. Tapi, dalam beberapa kasus, kondisi ini tidak ditemukan penyebabnya.

Selain rasa sakit di perut bagian atas, yang tajam atau terbakar. Gejala lainnya termasuk perasaan kembung, rasa kenyang dini, nafsu makan menurun, mual, dan muntah.

Dilansir dari The National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, gastritis H.pylori bisa menyebabkan tubuh sulit menyerap zat besi dari makanan yang kita konsumsi.

Baca Juga: Nyeri Perut Mendadak, Bisa Jadi Gejala Usus Buntu

3. Gastroparesis

Flu Perut Pada Anak

Moms dan Dads, konsisi Gastroparesis ini merupakan keadaan di mana perut lambat untuk mengosongkan isinya ke dalam usus kecil.

Umumnya jenis sakit perut ini terjadi pada penderita diabetes tapi dapat juga terjadi secara idiopatik.

Selain sakit perut, dan kram, gejala gastroparesis lainnya yaitu mual, perasaan kenyang, dan muntah setelah makan. Dalam kasus yang parah, seseorang bisa turun berat badannya secara drastis.

4. Esofagitis

Jenis sakit perut berikutnya adalah esofagitis. Kerongkongan adalah saluran yang membawa makanan dari mulut ke perut.

Nah, esofagitis ini mengacu pada iritasi dan peradangan pada lapisan kerongkongan.

Penyakit ini terjadi karena berbagai alasan seperti infeksi, minum obat tertentu, alergi, dan orang yang esofagitis juga mungkin mengalami kesulitan menelan, atau merasa sakit saat menelan.

5. Penyakit Refluks Gastroesofageal

nyeri perut 03

Gastroesophageal reflux disease (GERD), juga dikenal sebagai acid reflux, adalah suatu kondisi di mana asam lambung bocor kembali ke kerongkongan, menyebabkan sensasi terbakar di dada atau tenggorokan.

American Academy of Allergy, Asthma, and Immunology mengatakan kalau risiko GERD lebih tinggi pada penderita asma.

Selain mulas, beberapa gejala GERD lainnya termasuk regurgitasi, kesulitan menelan, sakit perut, suara serak, batuk, atau perasaan seperti ada benjolan di tenggorokan.

"Pada anak yang menderita GERD, akan terjadi gumoh, muntah, penurunan berat badan, rewel, menangis terus menerus, tidak mau makan, dan gangguan napas kronik," ujar dr. Natharina Yolanda, SpA, dari Ikatan Dokter Anak Indonesia.

Baca Juga: 5 Langkah Mengatasi Asam Lambung Pada Anak

6. Intoleransi laktosa

Intoleransi laktosa adalah suatu kondisi di mana seseorang kekurangan enzim yang dibutuhkan untuk mencerna gula yang ditemukan dalam produk susu.

Orang dengan intoleransi laktosa biasanya mengalami diare, gas, atau kembung segera setelah makan makanan seperti susu atau keju.

Penanganan Sakit Perut

nyeri perut 02

Beberapa modifikasi gaya hidup dapat membantu Moms dan Dads mengelola kondisi diri. Seperti, kasus penyakit celiac, diet bebas gluten sangat penting untuk pengobatan seperti halnya membatasi konsumsi laktosa untuk orang yang terkena intoleransi laktosa.

Sedangkan, mengobati GERD mungkin memerlukan beberapa perubahan gaya hidup, seperti:

  • Menurunkan berat badan jika kelebihan berat badan atau baru-baru ini bertambah
  • Tinggikan bagian kepala tempat tidur (misalnya, menempatkan ganjalan busa di bawah kepala kasur)
  • Menghindari makan dua hingga tiga jam sebelum tidur

Perilaku gaya hidup juga merupakan inti dari perawatan sembelit dan termasuk:

  • Makan makanan tinggi serat seperti plum dan sereal untuk sarapan
  • Minum enam hingga delapan gelas air per hari
  • Terlibat dalam aktivitas fisik harian

Baca Juga: Usus Buntu Saat Hamil, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Tapi, jika penyebab sakit perut lebih serius dokter akan memberikan saran untuk operasi, dan pemberian obat secara rutin.

National Health Service mengingatkan untuk memerhatikan sakit perut. Bila terjadi tiba-tiba dan memberikan sakit yang luar biasa, kita harus menganggapnya sebagai kondisi emergensi, terutama bila rasa sakitnya terpusat di area yang spesifik.

(RIE/ERW)

Artikel Terkait