NEWBORN
16 November 2020

5 Jenis Susu Ibu Menyusui, Bikin ASI Makin Lancar!

Selain susu sapi, ibu menyusui juga bisa mengkonsumi jenis susu alternatif lainnya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Sebenarnya, masih ada pro dan kontra terkait susu ibu menyusui. Salah satunya karena alergi yang bisa ditimbulkan kepada bayi. Namun, selama alergi tersebut tidak terjadi pada Moms atau Si Kecil, Milkgenomics mengatakan bahwa ibu menyusui yang tidak alergi susu, sebaiknya minum susu sapi.

Selain itu, American Academy of Pediatrics (AAP) menyimpulkan bahwa tidak ada cukup bukti untuk merekomendasikan bahwa perempuan menghindari makanan yang menyebabkan alergi, seperti susu, selama kehamilan atau menyusui dengan tujuan untuk mencegah penyakit alergi.

Selain itu, menghindari susu biasanya malah membuat Moms berisiko mengalami kekurangan nutrisi.

Meski tidak ada bukti ilmiah bahwa mengonsumsi susu atau produk susu meningkatkan produksi ASI, namun minum susu dapat memberikan banyak sekali manfaat bagi ibu menyusui, asalkan Moms dan bayi tidak alergi.

Baca Juga: Cara Tepat Menyiapkan Susu Formula untuk Si Kecil

Ibu Menyusui Membutuhkan Susu

5 Susu Ibu Menyusui  -1

Foto: Orami Photo Stock

ASI dipengaruhi oleh banyak faktor, beberapa genetik sementara yang lain, lingkungan. Beberapa komponennya ada secara konsisten, sementara yang lain bergantung pada pola makan Moms. Misalnya, penelitian telah menunjukkan bahwa jumlah lemak dalam ASI tidak diubah oleh konsumsi susu sapi, tetapi ada pengaruh terhadap jenis lemaknya, dilansir Firstcry.

Dengan cara ini, Moms akan mendapatkan semua nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi dan juga kesehatan Moms. Oleh karena itu, kebanyakan ibu meminum susu saat sedang menyusui. Banyak juga pilihan susu ibu menyusui..

Saat menyusui, Moms akan membutuhkan antara 2,25 hingga 3,1 liter cairan setiap hari, yang jumlahnya antara 9 hingga 13 cangkir. Ini dapat bervariasi tergantung pada metabolisme tubuh, tingkat aktivitas, dan sebagainya. Cairan ini dapat dikonsumsi dalam bentuk apa pun, misalnya air, susu, jus, atau minuman sehat lainnya.

Dalam hal jumlah susu, aturan praktis yang baik adalah minum yang cukup untuk memuaskan rasa haus. Ibu baru cenderung merasa lebih haus saat menyusui, terutama jika bayinya baru lahir.

Banyak orang yang percaya bahwa teh herbal, infus, dan produk alami lainnya membantu merangsang suplai susu.

Namun sebenarnya, satu-satunya cara untuk meningkatkan produksi ASI adalah dengan membiarkan bayi mengosongkan payudara saat menyusui, yang kemudian membuat saluran payudara menghasilkan lebih banyak ASI.

Kalsium adalah nutrisi penting yang dibutuhkan oleh setiap organisme di bumi. Dalam tubuh manusia, kalsium penting dalam sintesis dan pemeliharaan gigi dan tulang.

Selanjutnya, ini digunakan dalam bentuk ioniknya sebagai alat transduksi sinyal baik di dalam sel maupun di antara sel yang berbeda.

Kalsium juga merupakan pembawa pesan kimiawi yang menggerakkan tindakan kontraksi dan relaksasi otot. Fungsi lain dari kalsium seperti pengangkutan sinyal saraf, pembekuan darah, mendorong pembuahan sel telur oleh sperma, dan sebagainya. Ini semua bisa didapatkan salah satunya saat Moms mengkonsumsi susu untuk ibu menyusui.

Yang paling penting menurut Baby Center adalah, susu merupakan sumber kalsium yang baik. Jadi meski tidak ada salahnya minum banyak susu, pastikan tidak berlebihan. Tetap terhidrasi adalah kuncinya.

Baca Juga: Jangan Sampai Tertipu, Pahami 5 Cara Membedakan Susu Asli dan Palsu

Kandungan Nutrisi Susu Ibu Menyusui

5 Susu Ibu Menyusui  -2

Foto: Orami Photo Stock

Tak dapat dipungkiri, ASI adalah pilihan terbaik untuk bayi. Namun jika Moms ingin agar bayi mendapatkan semua nutrisi, vitamin dan mineral dari ASI, maka Moms juga harus mendapatkan nutrisi yang lengkap untuk ibu menyusui. Salah satunya dengan mengonsumsi susu khusus ibu menyusui.

Dalam memilih susu yang tepat untuk ibu menyusui, hal pertama yang perlu diperhatikan adalah kandungan lemaknya. Banyak Moms yang ingin segera memiliki bentuk dan ukuran badan ke ukuran sebelum melahirkan dengan cepat.

Oleh karena itu, tidak jarang yang memilih susu rendah lemak sebagai minuman pendamping saat menyusui. Dengan begitu, banyak Moms yang merasa mudah kembali langsing dan sehat.

Padahal, lemak sangat dibutuhkan untuk sumber energi terutama dalam kondisi Moms saat ini yang sedang menyusui tentunya membutuhkan banyak energi. Bersabarlah sebentar Moms, sebab ASI yang berkualitas sangat dinantikan oleh Si Kecil. Bentuk badan akan mengikuti saat Moms tetap berolahraga meski mengkonsumsi susu ibu menyusui.

Selain lemak, pastikan susu untuk ibu menyusui yang Moms pilih juga mengandung kalsium. Sebab, pada dasarnya susu ibu menyusui yang khusus dikonsumsi untuk menghasilkan ASI yang mengandung kalsium tinggi yang dibutuhkan bayi untuk pertumbuhan tulang.

Selain itu, Moms juga harus melihat kandungan tambahan pada susu yang akan dikonsumsi. Kandungan tambahan seperti ekstrak daun katuk atau ekstrak kurma sangat bermanfaat untuk memperlancar produksi ASI. Sehingga bayi akan selalu mendapatkan jumlah ASI sesuai kebutuhan setiap harinya. Selain itu, bayi juga mendapatkan semua nutrisi dari ASI.

Sebenarnya, susu paling spesial untuk ibu menyusui adalah yang berasal dari susu sapi. Susu ini dinilai memiliki kandungan gizi, vitamin, dan mineral lengkap yang dibutuhkan ibu menyusui. Namun jika Moms atau bayi alergi susu sapi, bisa diganti dengan jenis lain seperti susu kedelai atau susu kambing.

Jenis Susu Ibu Menyusui

5 Susu Ibu Menyusui  -3

Foto: Orami Photo Stock

Menurut Marina Lane, MS RD CLC, seorang ahli gizi yang terdaftar dan juga konselor laktasi yang berspesialisasi dalam Nutrisi Laktasi, hal yang banyak berkaitan dengan susu ibu menyusui adalah terkait dengan alergi.

“Sebagian besar klien saya memiliki bayi dengan masalah alergi atau sensitif terhadap makanan atau mereka adalah vegan atau vegetarian dan mencari panduan untuk memastikan mereka memenuhi semua tujuan nutrisi mereka saat menyusui,” jelasnya.

Menurutnya, memiliki susu yang ‘aman’ diminum tentunya akan memudahkan dan tidak terlalu khawatir dengan alergi. Salah satu yang direkomendasilannya adalah susu ibu menyusui yang berbahan dasar nabati.

Ada beberapa jenis susu berbahan dasar nabati untuk ibu menyusui, di antaranya:

Baca Juga: 3 Cara Melepaskan Ketergantungan Anak pada Botol Susu

1. Susu Almond

Susu ibu menyusui yang pertama adalah susu almond. Susu ini banyak tersedia di pasaran dan rendah fosfor terutama versi tanpa pemanis yang rendah kalori dan gula. Kalsium dan Vitamin D dapat ditambahkan. Namun, susu almond sangat rendah protein dan lemak. Susu ini juga tidak cocok bagi Moms yang memilki alergi kacang.

Kandungan yang dimiliki susu almond biasanya berisi:

  • Kalori: 60
  • Lemak: 2,5 gram
  • Karbohidrat: 8 gram
  • Protein: 1 gram
  • Kalsium: 45 persen (ditambahkan)
  • Vitamin D: 25 persen (ditambahkan

Meski tidak memiliki profil nutrisi yang ideal sebagai susu untuk ibu menyusui karena terlalu sedikit lemak dan protein, namun Moms yang menyukai susu almond bisa mendapatkan vitamin tambahan dari suplemen yang ada.

2. Susu Kedelai

Susu ibu menyusui yang selanjutnya adalah susu kedelai. Susu Kedelai memiliki lebih banyak protein daripada kebanyakan alternatif susu lainnya dengan harga yang relatif rendah. Susu kedelai dalam jumlah besar dapat mempengaruhi suplai susu karena kandungan isoflavon (fitoestrogen) nya.

Kedelai adalah kepekaan makanan kedua yang paling umum pada bayi yang disusui, jadi bayi Moms mungkin tidak dapat mentolerirnya jika bayi sudah memiliki kepekaan terhadap susu. Kandungan lemak rendah hingga sedang.

Susu kedelai yang tersedia di pasaran biasanya mengandung:

  • Kalori: 110
  • Lemak: 4,5 gram
  • Karbohidrat: 9 gram
  • Protein: 8 gram
  • Kalsium: 45 persen (ditambahkan)
  • Vitamin D: 30 persen (ditambahkan)

“Saya tidak merekomendasikan susu kedelai saat menyusui karena kandungan fitoestrogennya dan kemungkinan efeknya pada produksi ASI. Jika Anda mencari alternatif produk susu yang tinggi protein, pertimbangkan ‘Susu Protein Kacang’ atau ‘Susu Kacang Protein Tinggi,” jelasnya.

3. Susu Santan/Kelapa

Susu ibu menyusui yang selanjutnya adalah susu santan/kelapa. Dengan harga murah dan gampang ditemukan, susu santan juga cocok untuk Moms yang memiliki alergi kacang pohon, karena secara teknis kelapa merupakan 'buah'. Jika Moms suka kelapa, biasanya juga akan menikmati rasa dari susu santan.

Moms mungkin mengira santan mengandung banyak lemak, tetapi versi 'non-kaleng' sebenarnya memiliki sedikit lemak dan hampir tidak mengandung protein. Kandungan nutrisi susu santan biasanya:

  • Kalori: 70
  • Lemak: 4,5 gram
  • Karbohidrat: 8 gram
  • Protein: <1 gram
  • Kalsium: 10 persen (ditambahkan)
  • Vitamin D: 30 persen (ditambahkan)

Baca Juga: Bolehkah Susu Formula Dibekukan Layaknya ASIP?

4. Susu Kacang Mete

Susu ibu menyusui yang selanjutnya adalah susu kacang mete. Susu kacang mete memiliki rasa yang lebih lembut dari kebanyakan nutmilks lainnya. Selain itu, susu ini juga mengandung vitamin E 'alami' yang dibutuhkan oleh tubuh. Biasanya, susu kacang mete yang beredar di pasaran sedikit rendah protein dan lemak, dan beberapa merek mengandung sangat sedikit Kalsium dan Vitamin D.

Dalam susu kacang mete mengandung:

  • Kalori: 70
  • Lemak: 4 gram
  • Karbohidrat: 8 gram
  • Protein: 2 gram
  • Kalsium: 2 persen
  • Vitamin D: 0 persen

Susu kacang mete bisa menjadi susu alternatif bagi Moms yang sedang menyusui. Untuk menambahkan rasanya, Moms bisa mencampurkannya dengan kurma sebagai pemanis atau krim kelapa sebagai pembut.

5. Susu Gandum

Susu ibu menyusui yang selanjutnya adalah susu gandum. Dari segi rasa, susu gandum sangat menarik, terutama versi 'creamier' dengan tambahan lemak sehat. Kandungan karbohidrat dan proteinnya sangat mirip dengan ASI, dan beberapa bahkan telah menambahkan lemak sehat yang meningkatkan kandungan lemak mendekati ASI. Susu oat manis alami dan biasanya tidak memiliki tambahan gula.

Meski begitu, susu ini tidak tersedia secara luas dan harganya relatif mahal. Kandungan karbohidratnya juga lebih tinggi dari kebanyakan alternatif susu lainnya. Selain itu, kandungan protein yang juga lebih rendah dari pada susu sapi.

Biasanya, susu gandum mengandung:

  • Kalori: 120
  • Lemak: 5 gram
  • Karbohidrat: 16 gram
  • Protein: 3 gram
  • Kalsium: 25 persen (ditambahkan)
  • Vitamin D: 20 persen (ditambahkan)

“Dari segi rasa, ini adalah alternatif susu yang memiliki manis alamictanpa perlu tambahan gula dan memiliki profil nutrisi yang mirip dengan ASI. Beberapa merek telah menambahkan lemak sehat,” kata dia.

Pilihan yang terbaik adalah tetap mengkonsumsi susu ibu menyusui. Jika alergi, cari susu alternatif lainnya ya Moms.

Artikel Terkait