KESEHATAN
28 Mei 2020

Jerawat di Area Vagina, Apa Penyebabnya?

Munculnya jerawat di area vagina dapat mengganggu kesehatan tubuh secara menyeluruh
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Debora
Disunting oleh Intan Aprilia

Kalau mendengar kata jerawat, pasti yang muncul dalam pikiran adalah masalah kulit yang mengganggu, ya, Moms?

Sebut saja seperti jerawat yang muncul di wajah dapat mengganggu penampilan. Jerawat bisa muncul di bagian tubuh lainnya, seperti punggung, bokong hingga kulit kepala.

Tahukah, Moms kalau jerawat juga bisa muncul di area vagina? Nah, jerawat di area vagina serupa dengan jerawat yang terjadi di area lain dari tubuh.

Jerawat bisa meradang, berwarna merah, dipenuhi nanah, terasa gatal, dan muncul dari berbagai ukuran. Lantas, apa penyebabnya?

Penyebab Munculnya Jerawat Vagina

Jerawat di Area Vagina, Apa Sebabnya-1.jpg

Foto: allure.com

Moms, penyebab munculnya jerawat di area vagina memiliki banyak faktor.

Umumnya, jerawat vagina muncul sebagai jerawat nanah yang mengelilingi rambut.

Kebiasaan yang bisa menjadi pemicu di antaranya adalah sehabis mencukur atau waxing bulu kemaluan, Moms malah memakai pakaian terlalu ketat.

“Jerawat vagina sebenarnya bentuk folikulitis atau infeksi pada folikel. Kepadatan tinggi folikel rambut dikombinasikan dengan penghilangan rambut yang akhirnya berisiko sebabkan infeksi bakteri,” ungkap Dr. Joshua Zeichner, direktur Departemen Penelitian Kosmetik dan Klinis Dermatologi dari Mount Sinai Hospital, New York.

Baca Juga: 5 Cara Anti Gatal Membersihkan Bulu Kemaluan

Untuk itu, ada baiknya Moms memerhatikan kebersihan area vagina saat ingin mencukur atau waxing.

Selain itu, hindari memakai pakaian yang terlalu ketat karena bisa menjadi tempat bagi perkembangbiakan bakteri karena area vagina yang selalu tertutup.

Perubahan Hormon Dapat Berpengaruh

Jerawat di Area Vagina, Apa Sebabnya-2.jpg

Foto: medicalnewstoday.com

Ada faktor lain yang dapat berpengaruh pada munculnya jerawat vagina, salah satunya adalah perubahan hormon.

Menurut Dr. Michelle Henry, dokter kulit dari New York, perubahan hormon yang signifikan bisa menyebabkan munculnya jerawat termasuk di area vagina.

Nah, fluktuasi hormon kerap terjadi saat menstruasi, melahirkan atau ketika Moms menyusui.

Selain itu, pada dasarnya area genitalia sangat sensitif. Terlebih lagi apabila dasarnya Moms juga memiliki kulit yang sensitif. Kulit sensitif di sekitar garis vulva rentan terkena jerawat.

“Sama seperti pori-pori di wajah yang bisa tersumbat, demikian juga pori-pori pada vulva. Untuk itu, komedo di area labia cukup umum terjadi,” ungkap Dr. Leah Millheiser, asisten klinis profesor kebidanan dan kandungan dari Stanford University.

Pada dasarnya, jerawat vagina bukan kondisi yang berbahaya.

Namun, apabila kondisi semakin memburuk sehingga membuat nyeri dan sakit saat buang air kecil, maka ada baiknya Moms meminta pertolongan medis.

Baca Juga: Waspada, Ini 5 Tanda Vagina Tidak Sehat

Kuncinya, Bersihkan Vagina dengan Tepat

Jerawat di Area Vagina, Apa Sebabnya-3.jpg

Foto: healthline.com

Dilansir dari International Journal of Health Sciences and Research, perhatikan cara menjaga kebersihan vagina.

Vagina sebaiknya tidak diberikan sabun pewangi karena dapat mengganggu keseimbangan pH. Ketika muncul jerawat di area vagina, maka hal ini juga harus diperhatikan.

Lebih baik Moms menggunakan sabun antibakteri untuk mencuci area sekitar vagina, bukan di dalam vagina.

Jika benjolan tersebut kronis dan mulai terasa menyakitkan, sebaiknya periksakan ke dokter.

Nah, biasanya dokter akan merekomendasikan antibiotik topikal atau bahkan oral untuk membantu mengurangi gejalanya.

Baca Juga: Kapan Waktu yang Tepat untuk Membersihkan Vagina?

Terpenting adalah jangan mencoba memencet jerawat vagina karena dapat menyebabkan infeksi yang semakin parah.

Area vagina sangat sensitif dan mudah teriritasi. Nah, itulah yang bisa diketahui tentang penyebab jerawat vagina.

Sebaiknya tetap jaga kebersihan dan kesehatan vagina dengan baik, ya Moms!

Artikel Terkait