KESEHATAN
9 November 2020

Jerawat di Bibir Menyakitkan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Jerawat di bibir ternyata bisa diatasi dengan cara alami
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Putriana
Disunting oleh Amelia Puteri

Jerawat jadi salah satu masalah kulit yang seringkali membuat kita pusing. Selain karena rasanya sakit terutama saat meradang, jerawat juga bisa mengganggu penampilan.

Munculnya jerawat dapat disebabkan karena folikel rambut di permukaan kulit yang terisi minyak alami kulit (sebum) dan sel kulit mati akhirnya menyebabkan sumbatan dan meradang.

Karena itu, jerawat biasanya muncul di bagian tubuh yang memiliki banyak kelenjar minyak misalnya wajah, punggung, pundak, dada, dan leher.

Jerawat sebenarnya bisa muncul di mana saja termasuk di sepanjang garis bibir. Jerawat di bibir secara bentuk tidak jauh berbeda dengan jerawat pada umumnya.

Namun keberadaannya tentu membuat kita merasa sangat tidak nyaman karena bibir merupakan area yang aktif digunakan baik untuk berbicara dan makan, sedangkan pergerakan di area bibir menyebabkan jerawat terasa nyeri.

Jika Moms sedang mengalami masalah serupa, jangan panik dulu. Kita akan bahas lebih lanjut tentang penyebab dan bagaimana mengatasi jerawat di bibir dalam artikel berikut ini.

Baca Juga: Jerawat saat Hamil, Ini Obat dan Cara Alami Mengatasinya

Penyebab Munculnya Jerawat di Bibir

jerawat di bibir-penyebab

Foto: Orami Photo Stock

Ada banyak kemungkinan yang menjadi penyebab munculnya jerawat di bibir, tetapi jerawat biasanya disebabkan oleh pori-pori yang tersumbat seperti yang kita sempat singgung di awal.

Berbagai faktor dapat menyebabkan pori-pori menjadi tersumbat antara lain minyak berlebih pada kulit, keberadaan bakteri, dan folikel rambut yang terperangkap. Jika pori-pori yang tersumbat meradang, timbulah jerawat yang terkadang mungkin berisi nanah.

Selain itu, ada sejumlah hal yang bisa meningkatkan risiko timbulnya jerawat di bibir. Antara lain jenis kulit yang berminyak, infeksi bakteri di kulit, perubahan hormon, efek samping obat-obatan, seperti kortikosteroid, lithium, obat epilepsi atau antikejang, dan testosteron, hingga konsumsi makanan mengandung cokelat, susu, dan gula tinggi.

Selain itu, jerawat juga bisa dipicu oleh paparan polusi dan kotoran, faktor keturunan, stres berlebihan, dan penggunaan jenis kosmetik tertentu utamanya yang memiliki kandungan terlalu keras untuk kulit.

Beberapa pihak menyatakan jika menggunakan lip balm maupun petroleum jelly terlalu sering akan meningkatkan risiko munculnya jerawat di bibir karena berpotensi menyumbat pori-por.

Baca Juga: Muncul Benjolan Seperti Jerawat Pada Kulit Anak? Cek 4 Kondisi Ini!

Perbedaan Jerawat di Bibir dengan Herpes Simpleks

perbedaan jerawat di bibir dengan herpes simpleks

Foto: Orami Photo Stock

Ternyata tak semua benjolan pada bibir masuk dalam kategori jerawat di bibir. Banyak orang yang menyalah artikan cold sores alias herpes simpleks sebagai jerawat.

Ada banyak perbedaan antara jerawat dan herpes simpleks yang dapat diamati secara kasat mata, meski pada beberapa kasus dibutuhkan tes lanjutan untuk memastikannya. Beberapa di antaranya adalah:

  • Lokasi munculnya jerawat

Jerawat dapat muncul di berbagai area tubuh dan dapat muncul pada beberapa lokasi, seperti jerawat di bibir. Sedangkan, herpes simpleks cenderung timbul di satu area, utamanya bibir dan kemaluan.

  • Bentuk

Herpes simpleks berisi cairan kecil yang umumnya terbentuk bergerombol, biasanya berada di tepi bibir bawah. Sebelum lepuh muncul, mungkin penderitanya akan merasa kesemutan, gatal, atau terbakar di area tersebut.

Akhirnya, benjolan yang melepuh akan pecah, membentuk kerak, dan hilang dalam waktu sekitar dua hingga empat minggu.

  • Penyebab

Biasanya herpes simpleks disebabkan oleh infeksi virus yang disebabkan oleh HSV, sedangkan jerawat umumnya timbul akibat penyumbatan pori dan bisa juga infeksi bakteri.

  • Gejala nyeri

Herpes cenderung terasa gatal dan perih selama kemunculannya, sedangkan jerawat biasanya hanya akan terasa nyeri apabila tersentuh atau dipencet.

Selain itu, herpes simpleks mungkin saja diikuti gejala seperti demam, nyeri otot, hingga pembengkakan kelenjar getah bening.

  • Penularan

Karena disebabkan oleh virus, herpes simpleks bisa menular ke orang lain, sedangkan jerawat, termasuk jerawat di bibir tidak menular.

Baca Juga: Penyebab Jerawat di Leher dan Rahang, Moms Perlu Tahu!

Cara Menghilangkan Jerawat di Bibir Secara Alami

mencegah jerawat di bibir

Foto: Orami Photo Stock

Jerawat di bibir sebenarnya bukanlah keadaan yang membahayakan, namun keberadaannya bisa menyebabkan rasa tidak nyaman. Untuk itu, penanganan yang tepat perlu dilakukan agar jerawat bisa sembuh dengan cepat.

Tak usah buru-burbu hunting krim jerawat atau salep, Moms. Perawatan secara alami menggunakan bahan-bahan yang ada di rumah sangat mungkin dilakukan sebagai langkah pertama mengatasi jerawat di bibir.

1. Rutin Mencuci Wajah

Kotoran dan minyak yang menempel di kulit wajah bisa memicu penyumbatan pori. Karena itu, pastikan Moms rutin mencuci wajah setiap hari minimal dua kali sehari untuk menghilangkan jerawat di bibir.

Jika Moms sehari-harinya mengenakan makeup, jangan lupa membersihkan wajah menggunakan teknik double cleanser terlebih dahulu untuk memastikan sisa riasan tidak tertinggal.

2. Hati-hati Memilih Produk Makeup dan Skincare Wajah

Pemilihan produk kecantikan seperti makeup, sabun wajah, scrub, hingga masker juga turut memengaruhi munculnya jerawat di bibir, lho. Baiknya, hindari menggunakan produk kosmetik berbahan dasar minyak.

Sebaliknya, pilih yang berbahan dasar air atau berlabel non-comedogenic.

3. Hindari Menyentuh atau Menekan Jerawat

cara mencegah jerawat di bibir-2

Foto: Orami Photo Stock

Sebagian orang mungkin merasa "gemas" ingin menekan jerawat agar cepat meletus. Padahal, hal ini akan memperparah peradangan jerawat jika dilakukan dengan cara yang kurang tepat dan dalam keadaan tidak steril.

Selain itu, jerawat sangat mungkin meninggalkan bekas flek bahkan bopeng di wajah. Untuk itu, hindari menyentuh atau menekan jerawat dan biarkan jerawat di bibir sembuh dengan sendirinya.

4. Kompres Dingin dan Panas

Melakukan kompres dingin pada jerawat di bibir dapat membantu meredakan pembengkakan, kemerahan, dan meredakan nyeri. Coba tempelkan kompres dingin pada jerawat selama 1 menit untuk membantu mengurangi peradangan.

Lakukan kompres dua kali sehari dan ulangi sesuai kebutuhan jika jerawat terasa sakit.

Sedangkan kompres hangat dua kali sehari dapat membantu mengeluarkan minyak atau kotoran yang menyumbat folikel. Jika terinfeksi, kompres hangat juga dapat membantu mengeluarkan nanah dan hal ini akan mengurangi nyeri serta kemerahan.

5. Menggunakan Air Perasan Lemon

cara mencegah jerawat di bibir-2

Foto: Orami Photo Stock

Perasan lemon adalah obat rumahan yang dipercaya dapat mengatasi sejumlah penyakit, termasuk jerawat di bibir. Lemon mengandung antioksidan dan asam askorbat yang merupakan salah satu bentuk vitamin C.

Vitamin C memiliki sifat antibakteri dan dianggap baik untuk kulit dan dapat membuat jerawat kering dengan cepat meskipun belum ada bukti ilmiah yang mengatakan secara langsung kalau perasan lemon efektif dan aman sebagai obat untuk jerawat.

Namun, jika tetap ingin mencoba, gunakan jari bersih atau kapas untuk mengoleskannya pada kulit atau bibir.

6. Manfaatkan Madu

Madu diketahui memiliki sifat antimikroba yang mungkin bermanfaat dalam merawat kondisi kulit tertentu.

Studi in vitro telah menemukan bahwa madu memiliki efek antimikroba terhadap beberapa bakteri yang menyebabkan jerawat, sehingga bahan satu ini bisa digunakan sebagai alternatif perawatan.

Caranya, celupkan sendok kecil atau jari bersih ke dalam mad, oleskan pada jerawat di bibir, dan biarkan seharian. Namun proses ini bisa diulang sebanyak dua atau tiga kali sehari setelah jerawat dibersihkan.

7. Masker Kunyit

cara mencegah jerawat di bibir-3

Foto: Orami Photo Stock

Kurkumin dalam kunyit tak hanya berpengaruh pada warna kekuningannya saja, namun ada banyak manfaatnya termasuk bagi penyembuhan jerawat.

Kurkumin diketahui memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi yang efektif dalam mengobati berbagai kondisi kulit dan mengoleskan kunyit ke jerawat di bibir dapat membantu.

Untuk menggunakan kunyit, buat pasta dengan mencampur sedikit air ke bubuk kunyit. Oleskan pasta kunyit pada jerawat dan biarkan selama beberapa menit lalu bilas dengan air hangat. Ulangi dua kali sehari.

8. Kompres dengan Tomat

Tomat mengandung asam salisilat yang dikenal ampuh mengatasi jerawat. Asam salisilat bekerja dengan cara menekan bakteri penyebab jerawat dan membuka pori-pori yang tersumbat.

Produk obat dan perawatan yang mengandung asam salisilat untuk mengobati jerawat memang sudah dijual bebas, tetapi tomat menawarkan alternatif yang murah dan alami sebagai pengobatan jerawat di bibir.

Caranya, potong tomat organik lalu haluskan dengan garpu. Oleskans edikit pasta tomat tersebut ke jerawat lalu bilas setelah didiamkan 10 menit. Moms bisa mengulanginya dua atau tiga kali sehari.

Baca Juga: Perbedaan Jerawat dan Eksim pada Bayi

Obat Tepat untuk Menghilangkan Jerawat di Bibir

salep medis.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Untuk mengurangi produksi minyak berlebih yang memicu jerawat, Moms bisa memilih obat oles dengan kandungan benzoil peroksida, belerang atau sulfur, resorcinol, asam salisilat, atau antibiotik.

Umumnya jerawat di bibir tidak perlu ditangani dengan obat oral, namun jika jerawat dirasa sangat parah dan menyakitkan, sejumlah obat dapat dikonsumsi misalnya seperti pereda nyeri dan antibiotik.

Itu dia Moms, hal-hal yang bisa diketahui tentang jerawat di bibir. Semoga berguna.

Artikel Terkait