KESEHATAN
4 Oktober 2019

Jika Kesemutan di Seluruh Tubuh, Waspada Akan Kemungkinan 5 Penyakit Ini!

Apa penyebab kesemutan di seluruh tubuh?
Artikel ditulis oleh Ryo
Disunting oleh Ryo

Kesemutan atau nama kerennya parestesia, kadang bisa menjengkelkan. Meski terasa, biasanya cepat hilang. Semisal, saat lengan kesemutan saat bangun tidur, setelah beberapa gerakan ringan untuk mendapatkan darah mengalir, semuanya cenderung kembali normal dalam satu menit atau lebih.

Kebanyakan orang juga sering kesemutan bila duduk terlalu lama, atau salah posisi tidur.

"Kesemutan dapat disebabkan oleh banyak alasan berbeda dan terjadi sebagai akibat saraf mengirimkan sinyal ke otak," kata Dr Daniel Fenton, direktur klinis di London Doctors Clinic.

Baca Juga: Ternyata Ini Cara yang Benar Mengatasi Kebas dan Kesemutan

Sering Kesemutan Menunjukkan Gejala Penyakit

PAGE-42-PINS.jpg

Foto: tenerifenews.com

Secara normal, manusia bisa merasakan sensasi tertentu setelah ada rangsangan atau stimulus yang sesuai. Contohnya, merasa, meraba, menyentuh, menekan, nyeri, dan sebagainya.

Sensasi tersebut baru muncul bila ada stimulus. Tentu saja sensasi yang muncul harus sesuai dengan stimulusnya. Jadi kalau kita diraba, kita akan merasakan sensasi diraba.

Sementara pada kasus kesemutan, sensasinya muncul spontan tanpa ada stimulus. Bisa berupa rasa panas seperti terbakar, tidak enak, kesemutan, seperti ditusuk-tusuk.

Nah, kesemutan sebenarnya bukan penyakit. Melainkan gejala. Itu sebabnya gejala parestesia bisa dijumpai pada berbagai penyakit yang mengenai saraf, terutama saraf di bagian perifer.

Faktanya, kesemutan dapat menjadi indikasi dari banyak penyakit, seperti diabetes melitus, hipertensi, saraf terjepit, gangguan aliran darah pada pembuluh darah tepi, maupun gangguan darah.

Oleh karena itu, harus segera tahu apa penyebab kesemutan yang selama ini cukup mengganggu. Jangan sampai disepelekan dan berujung penyakit berbahaya.

Baca Juga: Kenapa Kepala Kesemutan?

Penyakit Berbahaya yang Terdeteksi Melalui Kesemutan

67140219.jpg

Foto: timesofindia.com

Jika Moms sering kesemutan dalam kurun waktu yang cukup lama, maka perlu waspada!

Umumnya, kesemutan memang bisa terjadi di seluruh tubuh. Pernah mengalami kaki kesemutan sebelah kanan? Bisa jadi ada yang tak beres dengan kaki kita.

Lalu, kalau seluruh badan kesemutan gejala penyakit apa?

Ini bisa menjadi salah satu gejala penyakit berbahaya. Oleh karena itu, mulai sekarang coba perhatikan apa saja penyebab kesemutan yang kita alami. Berikut beberapa penyakit yang ditandai kesemutan:

1. Diabetes Melitus (DM)

Pada DM, kesemutan adalah gejala kerusakan pada pembuluh darah. Akibatnya, darah yang mengalir di ujung-ujung saraf berkurang.

Kondisi ini dapat diatasi dengan mengendalikan kadar gula darah secara ketat, juga mengonsumsi obat seperti gabapentin, vitamin B1, dan B12

2. Stroke

Kesemutan bisa jadi penanda stroke ringan. Biasanya disebabkan sumbatan pada pembuluh darah di otak yang mengakibatkan kerusakan saraf setempat.

Gejala stroke yang ditandai kesemutan:

  • Rasa kebas separuh badan
  • Lumpuh separuh badan
  • Buta sebelah mata
  • Sukar bicara
  • Puding
  • Penglihatan ganda dan kabur

“Gejala berlangsung kurang dari 24 jam. Biasanya terjadi pada waktu tidur atau baru bangun. Kondisi ini harus ditangani karena bisa berkembang menjadi stroke berat,” kata Dr Fenton.

3. Jantung

Kesemutan tak hanya akibat neuropati tekanan, tetapi karena komplikasi jantung dengan sarafnya. Pada pasien jantung yang sedang menjalani operasi pemasangan klep, terdapat bekuan darah yang menempel. Bekuan itu bisa terbawa aliran darah ke otak.

Bila sumbatan di otak mengenai daerah yang mengatur sistem sensorik, si penderita akan merasakan kesemutan sebelah. Jika daerah yang mengatur sistem motorik juga terkena, kesemutan akan disertai kelumpuhan.

4. Infeksi tulang belakang

Ini menyebabkan bagian tubuh dari pusar ke bawah tak dapat digerakkan. Penderita tak dapat mengontrol buang air kecil, bahkan buang air besar pun sulit.

Penyakit ini dinamakan mielitis (radang sumsum tulang belakang). Tingkat kesembuhan tergantung dari kerusakannya. Bisa sembuh sebagian, tetapi ada juga yang berujung lumpuh.

5. Rematik

Penyakit ini bisa menimbulkan kesemutan atau rasa tebal. Dalam hal ini saraf terjepit akibat sendi pada engsel, misalnya sendi pergelangan tangan, berubah bentuk. Gejala kesemutan biasanya hilang sendiri bila rematik sembuh.

Baca Juga: Sering Kesemutan Saat Hamil: Apakah Ini Normal?

Nah, itulah penjelasan mengenai kesemutan di seluruh tubuh dan kemungkin penyakit yang bisa menyertainya. Semoga Moms bisa lebih teredukasi mengenai ini, ya.

(RYO/DIN)

Artikel Terkait