TREN
6 Desember 2017

Jika Penghasilan Anda Lebih Besar dari Suami

Tak perlu jadi masalah, kok
Artikel ditulis oleh -
Disunting oleh -

Bagi setiap pasangan suami istri, wajar saja jika salah satunya memperoleh penghasilan lebih besar dari yang lain. Hal ini tentu tidak jadi masalah selama kedua belah pihak mau mengatur keuangan secara bijak.

Namun, bagaimana kalau ternyata Moms yang berpenghasilan lebih besar dari sang suami? Perlu Moms pahami bahwa hal ini bukanlah sesuatu yang salah atau tidak normal. Rumah tangga yang kokoh tidak akan meributkan siapa yang gajinya lebih besar, tapi justru fokus pada manajemen keuangan yang terbuka dan cerdas.

Jangan Merasa Bersalah atau Menyalahkan Suami

Moms tidak perlu khawatir kalau suami merasa minder. Yakinkan suami bahwa Moms mencintainya bukan karena jumlah gajinya, tapi karena dukungan dan kehadirannya.

Ingatkan diri Moms sendiri dan juga suami bahwa pMomsngan laki-laki harus memenuhi kebutuhan wanita itu sudah sangat ketinggalan zaman. Hindari pikiran negatif seperti menyalahkan suami yang kurang giat bekerja atau perusahaan suami yang pelit.

Bicarakan Short-Term dan Long-Term Goal Bersama

Sebagai pasangan suami istri, Moms perlu membuka diri dan saling jujur soal rencana jangka panjang dan pendek keluarga. Misalnya, rencana jangka pendek Moms adalah liburan sekeluarga.

Libatkan suami dalam perencanaan liburan tersebut. Ke mana tujuan yang realistis, moda transportasi mana yang paling efektif, di mana Moms akan menginap dan berapa biaya yang dibutuhkan?

Begitu juga dengan rencana jangka panjang seperti membeli rumah, mobil, dan menyiapkan tabungan pendidikan anak. Jangan sampai Moms tidak melibatkan suami dalam perencanaan keuangan dan membuatnya merasa dikucilkan oleh Moms.

Tak Perlu Terburu-Buru

Ingatlah bahwa penyesuaian adalah sebuah proses yang akan memakan waktu lama. Pada awalnya mungkin Moms dan suami belum terbiasa dengan kondisi ini. Namun, lama-kelamaan Moms dan suami akan jadi semakin nyaman dan terbuka untuk menyiapkan langkah selanjutnya.

Pernikahan Bukanlah Kompetisi, tapi Kerja Sama Tim

Sebuah rumah tangga dibangun bukan untuk bertanding, tapi untuk saling mendukung dan melengkapi. Sadarilah bahwa gaji bukan tolak ukur kesuksesan seseorang dalam berumah tangga.

Daripada pusing memikirkan hal itu, lebih baik Moms dan suami memerhatikan pola asuh anak, hubungan Moms dan suami, dan bagaimana menciptakan suasana rumah yang nyaman bagi Moms sekeluarga.

(IA)

Artikel Terkait