BALITA DAN ANAK
7 September 2020

Jumlah Trombosit Normal pada Anak, Harusnya Berapa Ya?

Penting untuk paham tentang jumlah trombosit normal pada anak
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Ria Indhryani
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Ketika anak Moms sakit, seringkali dokter menganjurkan tes laboratorium atau pemeriksaan darah lengkap untuk melihat beberapa komponen darah anak Moms misalnya leukosit, eritrosit dan trombosit.

Salah satunya terjadi ketika mereka demam atau memiliki beberapa gejala infeksi.

Masing-masing dari komponen darah itu memiliki peranan penting pada kesehatan setiap orang, sehingga jumlahnya harus tetap dijaga dalam batas normal atau seharusnya. Salah satu yang paling sering dipantau pada beberapa kondisi medis adalah jumlah trombosit.

Trombosit adalah sel darah kecil yang membantu tubuh seseorang membentuk gumpalan untuk menghentikan pendarahan. Jika salah satu pembuluh darah rusak, ia mengirimkan sinyal ke trombosit.

Trombosit kemudian bergegas ke lokasi kerusakan dan membentuk sumbatan (gumpalan) untuk memperbaiki kerusakan.

Proses penyebaran trombosit ke seluruh permukaan pembuluh darah yang rusak untuk menghentikan pendarahan disebut adhesi. Sementara tingkat kemampuan darah untuk menggumpal, apakah kurang, normal atau justru berlebih disebut agregasi.

Dr. Marlene Williams, Asisten Profesor Dokter dan Direktur CICU di Johns Hopkins Bayview Medical Center, Maryland, US, mengatakan trombosit adalah sel yang bersirkulasi di dalam darah dan saling mengikat ketika mengenali pembuluh darah yang rusak.

“Misalnya saat Anda terkena luka, maka trombosit mengikat ke lokasi pembuluh yang rusak dan menyebabkan penggumpalan darah. Ada alasan evolusioner mengapa mereka ada di sana. Itu untuk menghentikan pendarahan kita," ujarnya seperti dikutip dari Johns Hopkins Medicine.

Baca Juga: 5 Cara Alami yang Cepat Menaikkan Trombosit Saat Terkena DBD

Jumlah Trombosit Normal pada Anak

5 Gejala Tak Biasa Migrain pada Anak, Bukan Cuma Sakit Kepala!

Trombosit dibuat di sumsum tulang bersama dengan sel darah putih dan merah. Setelah trombosit dibuat dan diedarkan ke aliran darah, mereka hidup selama 8 hingga 10 hari.

Jumlah trombosit dalam darah anak Moms bisa dipengaruhi oleh banyak kondisi medis. Trombosit dapat dihitung untuk memantau atau mendiagnosis penyakit, atau mengidentifikasi penyebab perdarahan berlebih.

Di bawah mikroskop, trombosit terlihat seperti piring kecil. Penyedia layanan kesehatan mungkin melakukan tes darah yang disebut hitung darah lengkap untuk mengetahui apakah sumsum tulang anak Moms membuat jumlah trombosit yang tepat.

Dikutip dari Stanford Children Health jumlah trombosit normal pada anak, sama seperti jumlah trombosit normal orang dewasa yaitu 150.000 - 450.000 trombosit per mikroliter darah.

Risiko anak Moms untuk pendarahan berkembang jika jumlah trombosit jauh turun ke bawah jumlah seharusnya menjadi 10.000 -20.000. Jika jumlah trombosit kurang dari 50.000, perdarahan cenderung menjadi lebih serius jika anak Moms terluka atau memar.

Sebaliknya juga, beberapa anak mungkin saja membuat terlalu banyak trombosit sehingga jumlahnya jauh di atas jumlah normal. Mereka dapat memiliki jumlah trombosit dari 500.000 hingga lebih dari 1 juta.

Baca Juga: Hati-Hati, 3 Jenis Infeksi Ini Sering Menyerang Balita Lho!

Kondisi saat Jumlah Trombosit Normal pada Anak Tidak Sesuai

Anak-Mudah-Memar--Mungkin-Ia-Mengalami-Trombositopenia-Hero.jpg

Ketika jumlah trombosit anak Moms terlalu tinggi atau terlalu rendah, itu artinya ada kondisi medis yang akan menjadi perhatian dokter. Berikut ini adalah kemungkinan-kemungkinan kondisi kesehatan anak Moms yang terkait dengan jumlah trombosit abnormal.

Trombositopenia dapat disebabkan oleh berbagai hal, misalnya efek obat atau kondisi medis lainnya seperti kanker, penyakit hati, kehamilan, infeksi, dan sistem kekebalan yang tidak normal.

Penyebabnya antara lain infeksi, peradangan, beberapa jenis kanker dan reaksi terhadap obat-obatan. Trombositosis sekunder pada anak Moms biasanya tidak serius dan jumlah trombosit akan kembali normal saat kondisi lainnya membaik.

Obat-obatan seperti aspirin dapat menyebabkan masalah disfungsi trombosit. Penting untuk mengetahui obat mana yang memengaruhi trombosit dan tidak. Ketahuilah bahwa saat mengonsumsi obat-obatan yang berpengaruh terhadap trombosit, anak Moms mungkin memiliki peningkatan risiko pendarahan.

Baca Juga: Anak Mudah Memar? Mungkin Ia Mengalami Trombositopenia

Tips Agar Jumlah Trombosit Normal pada Anak

Serba-serbi Donor Trombosit2.jpg

Dibutuhkan perawatan khusus untuk menaikan dan menurunkan jumlah trombosit anak Moms agar normal kembali. Berikut ini adalah beberapa tips agar jumlah trombosit normal pada anak kembali.

Pada beberapa kasus ringan mungkin penderita trombositopenia tidak memerlukan pengobatan dan dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, beberapa kondisi menunjukan dibutuhkannya transfusi darah dengan trombosit atau sel darah merah.

Selain itu terdapat beberapa bahan makanan yang bisa membantu menaikan jumlah trombosit normal pada anak, antara lain:

1. Makanan Kaya Vitamin A

Bahan makanan untuk membuat jumlah trombosit normal pada anak yang pertama adalah makanan kaya vitamin A. Vitamin A sangat penting untuk produksi trombosit yang sehat bagi anak Moms.

Nutrisi ini diketahui penting untuk pembentukan protein dalam tubuh. Kandungan protein yang sehat dalam tubuh membantu dalam proses pembelahan dan pertumbuhan sel.

Beberapa makanan yang idealnya harus anak Moms tambahkan ke dalam menu hariannya adalah wortel, labu, kangkung dan ubi jalar.

2. Makanan Kaya Folat

Bahan makanan untuk membuat jumlah trombosit normal pada anak yang pertama adalah makanan kaya folat. Kekurangan folat dalam tubuh dapat menyebabkan jumlah trombosit darah yang lebih rendah.

Tambahkan lebih banyak vitamin B9 atau makanan kaya folat yang mungkin sangat penting untuk pembelahan sel sehat dalam tubuh yang dapat membantu meningkatkan jumlah trombosit darah anak Moms. Sertakan lebih banyak jus jeruk, bayam, asparagus, dan sayuran hijau dalam makanan mereka.

Baca Juga: 6 Jenis Makanan untuk Menaikkan Trombosit, Cocok untuk Anak yang DBD

3. Konsumsi Vitamin K

Makanan lain agar jumlah trombosit normal pada anak adalah makanan kaya vitamin K. Nutrisi ini diperlukan untuk memastikan pertumbuhan sel yang sehat pada tingkat yang optimal dalam tubuh.

Makan kangkung, telur, sayuran berdaun hijau, hati, daging, kubis, peterseli, dan lainnya akan membantu meningkatkan jumlah trombosit darah anak Moms yang anjlok.

4. Vitamin B-12

Makanan lain agar jumlah trombosit normal pada anak adalah yang mengandung vitamin B-12. Vitamin B-12 dapat membantu menjaga sel darah anak Moms tetap sehat dan kekurangannya telah dikaitkan dengan jumlah trombosit yang rendah. Vitamin B-12 umumnya ditemukan pada telur, susu, dan keju yang biasa di konsumsi anak Moms.

5. Zat Besi

Makanan lain agar jumlah trombosit normal pada anak adalah makanan yang mengandung zat besi. Zat besi dikenal untuk meningkatkan produksi sel sehat dalam tubuh dan makanan terbaik untuk penderita anemia.

Jangan lupa menyertakan labu, delima, lentil dan sayuran hijau dalam makanan anak Moms untuk menambah zat besi dan memulihkan trombositnya.

Meskipun tidak ada obat untuk trombositemia esensial atau menurunkan trombosit ke jumlah normal, namun penyakit ini cenderung lebih mudah dihadapi bagi anak-anak atau orang dewasa dengan usia di bawah 60 tahun.

Pengobatan trombositemia esensial tergantung pada risiko penggumpalan darah atau bagaimana perdarahan terjadi. Beberapa orang mungkin hanya perlu pemeriksaan medis berkala. Tetapi, dokter juga bisa meresepkan obat pada pasien dengan kondisi-kondisi tertentu.

Baca Juga: 7 Jenis Makanan untuk Menaikkan Trombosit Anak

Itulah beberapa hal yang perlu Moms ketahui tentang jumlah trombosit normal pada anak. Beberapa penyakit memang bisa terdeteksi dengan melihat jumlah trombosit normal pada anak.

Artikel Terkait