DI ATAS 5 TAHUN
5 April 2019

Jus Buah untuk Anak, Sebenarnya Sehat atau Tidak?

Buah yang penuh vitamin dan sudah dibuat jus, sebenarnya berdampak apa untuk tubuh anak? Ini penjelasannya.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Carla Octama
Disunting oleh Carla Octama


Masa-masa perkembangan dan pertumbuhan anak seharusnya menjadi fase yang menyenangkan.

Ada banyak hal baru yang dilakukan anak, mulai dari bisa berbicara, berjalan, dan makan tanpa disuapi.

Peranan orangtua sangat penting untuk memastikan asupan gizi terpenuhi agar tumbuh kembangnya tidak terganggu.

Namun, masalah anak yang sulit makan kadang tak dapat dihindari. Atau permasalahan ketika anak kerap memilih makanan yang ingin dikonsumsinya.

Kondisi ini disebut picky eater. Hati-hati, Moms, kondisi picky eater ini dapat menyebabkan anak kekurangan gizi dan pertumbuhannya dapat terganggu.

Baca Juga : 3 Perkembangan Anak yang Butuh Perhatian Serius

Seharusnya anak mendapat makanan dengan kandungan vitamin, mineral, dan gizi yang seimbang setiap harinya.

Kurangi konsumsi makanan olahan atau yang mengandung gula berlebihan karena bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh sehingga memengaruhi kesehatan anak.

Buah merupakan salah satu sumber vitamin yang sebenarnya baik untuk dikonsumsi anak-anak maupun orang dewasa. Banyak jenis buah yang bisa dipilih sesuai selera.

Namun, bagaimana jadinya jika anak hanya mau mengonsumsi jus buah kemasan dibandingkan buah itu sendiri? Apakah hal tersebut baik untuk kesehatannya? Ini ulasannya.

Hati-hati Kandungan Gula pada Jus Buah Kemasan

jus buah untuk anak, sebenarnya sehat atau tidak 2
Foto: parenting

Berbagai jenis buah mengandung vitamin dan nutrisi yang tentunya baik untuk kesehatan tubuh hingga dapat menangkal penyakit. Sebut saja jeruk yang kaya vitamin C atau semangka yang mengandung asam amino.

Setelah anak berusia 6 bulan dan dapat memulai MPASI, buah juga dianjurkan menjadi menu harian yang dikonsumsinya. Namun, ketika anak hanya ingin konsumsi jus buah dibandingkan dengan potongan buah, Moms perlu waspada.

Seorang dokter spesialis gizi klinik, DR. dr. Francisca A. Tjakradidjaja, yang praktik di RS Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa, mengungkapkan pendapatnya mengenai hal tersebut.

“Jus buah kemasan kebanyakan mempunyai kandungan gula yang tinggi dan tidak sepenuhnya terbuat dari buah asli karena ada campuran perasa dan pengawetnya. Jadi sebenarnya, kurang tepat jika mengganti buah asli dengan jus buah,” ucap dokter yang akrab disapa dr. Chika ini pada Kulwap Orami Community pada Kamis (26/2) lalu.

Pada dasarnya, konsumsi buah terbaik adalah memakannya langsung tanpa perlu dibuat menjadi jus. Namun, jika anak sulit makan buah dan hanya ingin jus kemasan, Moms perlu mencari trik agar nutrisi anak tetap terpenuhi.

“Cara menyiasati anak yang hanya ingin minum jus kemasan adalah memberikan buah asli yang diblender dan dicampurkan dengan jus buah. Atau bisa juga, buah asli yang dipotong-potong kemudian disiram jus buah. Atau buah dijadikan toping es krim, cokelat, kue, dan sebagainya,” ungkap dr. Chika.

Semakin kreatif cara orangtua memberikan buah kepada anak, maka lama-kelamaan anak tidak lagi sulit untuk makan buah. Intinya, tetap memantau dan mengecek menu harian makan anak.

Baca Juga : 5 Varian Bekal Sekolah Anak yang Mudah Dibuat

Memberikan Contoh kepada Anak

Foto: shutterstock

Menurut dr. Chika, cara yang juga tak kalah pentingnya dalam mengajarkan anak makan buah adalah memberi contoh yang sama. Sejak masih bayi, anak dapat meniru ekspresi orangtua, hingga ketika ia bertumbuh, anak akan meniru tingkah laku hingga kebiasaan orangtua.

Meskipun pada dasarnya, pembentukan tingkah laku untuk juga gabungan dari lingkungan dan sifat dasar anak, namun contoh perilaku orangtua memegang peranan penting.

Anak akan melihat dan meniru perilaku yang orangtua tampilkan. Jadi, jika Moms ingin anak rajin makan buah, caranya dengan menirukan kebiasaan tersebut setiap harinya.

Tampilkan kebiasaan bahwa makan buah menyenangkan dan menyehatkan tanpa perlu membeli jus kemasan.

(DG/CAR)

Artikel Terkait