KEHAMILAN
4 Maret 2020

Baby Blues dan Postpartum Depression, Apa Bedanya?

Banyak yang mengira sama, tapi ternyata berbeda lho Moms
Artikel ditulis oleh Serenata Kedang
Disunting oleh Orami

Moms, apakah Moms baru saja melahirkan? Selamat atas kelahirannya, ya! Meskipun memiliki seorang bayi adalah pengalaman membahagiakan, tak dapat dipungkiri sebagian besar ibu pun merasa kewalahan.

Tidak hanya karena lelah habis melahirkan, jam tidur yang tidak teratur pun membuat ibu bisa jadi stres dan tak jarang mengalami depresi.

Hal yang perlu diketahui adalah, situasi seperti ini sangat wajar terjadi, Moms. Setelah melahirkan, kadar hormon menurun hingga mempengaruhi suasana hati Moms. Ditambah dengan kurangnya jam tidur dan bayi yang rewel, tentu saja bisa dimengerti apabila Moms merasa lelah dan kewalahan.

Tidak hanya Moms seorang diri saja, hampir sebagian besar ibu baru melahirkan mengalami hal ini.

Pada dasarnya, ada dua hal yang mendasari perbedaan baby blues dan postpartum depression, yakni:

  • Berapa lama Moms merasakan depresi.
  • Seberapa kuatnya perasaan tersebut.

Beda Baby Blues dan Postpartum Depression

Lantas, bagaimana cara mengetahui apakah Moms terkena baby blues atau postpartum depression? Simak ulsannya di bawah ini.

Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Radang Tenggorokan pada Ibu Menyusui

Baby Blues

tanda-tanda baby blues 1.jpg

Baby blues dialami oleh sekitar 80 persen ibu di dunia. “Sebagian besar ibu baru mengalami baby blues, beberapa hari hingga dua minggu dengan mood yang naik turun, tangisan, dan stres,” ujar dr. Shoshana Bennet, pendiri Postpartum Assistance for Mothers.

Bayi baru lahir memang membutuhkan banyak perhatian sehingga wajar apabila Moms merasa lelah, khawatir, atau terkadang menangis. Perasaan seperti ini biasanya hanya samar-samar dirasakan dan akan hilang dengan sendirinya setelah 1-2 minggu pascamelahirkan.

Saat mengalami baby blues, Moms akan merasakan mood swings atau perubahan mood yang sangat cepat, misalnya dari senang ke sedih. Dalam menit pertama, Moms bisa merasa sangat senang dan bangga karena bisa melakukan tugas seorang ibu, tetapi menit berikutnya Moms bisa jadi sangat sedih dan menangis karena merasa tidak sanggup melakukannya.

Ketika mengalami baby blues, Moms juga akan merasa kehilangan nafsu makan dan malas merawat diri sendiri karena kelelahan. Biasanya Moms yang sedang mengalami baby blues akan merasa cepat tersinggung, kewalahan, dan gampang sekali cemas.

Apabila Moms merasa sedang mengalami baby blues, berikut ini cara yang bisa dilakukan agar baby blues hilang:

  • Tidur sebanyak yang Moms bisa, apabila bayi tidur usahakan agar Moms tidur juga.
  • Makan makanan sehat agar tubuh Moms terasa lebih fit.
  • Jalan-jalan.
  • Berolahraga di pagi hari untuk mendapatkan udara segar dan sinar matahari.
  • Akui bahwa Moms membutuhkan bantuan dan terima bantuan ketika orang menawarkannya.
  • Rileks, Moms. Fokus pada mengurus bayi saja, tidak perlu mengurus hal lain.

Baca Juga: 4 Manfaat Pare untuk Ibu Menyusui

Postpartum Depression

tanda-tanda baby blues 2.jpeg

Menurut dr. Shoshana, postpartum depression (PPD) adalah jenis depresi paling umum dari 6 gangguan mood dan kecemasan pasca kelahiran atau perinatal mood and anxiety disorders (PMADs). Menurut American Pregnancy Association, PPD mempengaruhi 1 dari 7 ibu baru.

Baby blues hilang dalam waktu 2 minggu pascapersalinan, tetapi apabila perasaan depresi tak kunjung hilang dalam waktu 2 minggu atau semakin memburuk, kemungkinan besar Moms mengalami PPD.

Penyebab utama PPD adalah perubahan besar hormon reproduksi setelah melahirkan. Selain itu, kurang tidur, nutrisi yang tidak mencukupi, perasaan terisolasi, tidak adanya dukungan suami, masalah kesehatan ibu atau bayi, bayi dengan kebutuhan khusus, atau penyebab stres utama lainnya menjadi penyebab PPD atau bahkan memperburuk PPD.

Berikut ini beberapa gejala postpartum depression yang patut Moms waspadai:

  • Merasa sedih, putus asa, empty, kewalahan.
  • Menangis lebih sering daripada biasanya atau tanpa alasan yang jelas.
  • Perasaan khawatir berlebihan, cemas, murung, mudah tersinggung, atau selalu gelisah.
  • Kesulitan berkonsentrasi, mengingat hal-hal, atau mengambil keputusan.
  • Mengalami perasaan marah sepanjang waktu.
  • Kehilangan minat pada hal-hal yang dulu disukai.
  • Sering mengalami sakit kepala, sakit perut, dan nyeri otot.
  • Nafsu makan bisa meningkat atau menurun drastis.
  • Menghindari keluarga atau teman.
  • Kesulitan menciptakan bonding dengan bayi.
  • Punya pikiran untuk melukai diri sendiri atau bunuh diri.

Baca Juga: 6 Penurun Kolesterol Alami yang Aman untuk Ibu Menyusui

Jika Moms mengalami beberapa gejala di atas, jangan sungkan untuk segera menemui dokter atau psikoterapis, ya. Menurut dr. Shoshana, PPD sangat bisa disembuhkan. Untuk itu, jangan ragu segera mencari bantuan karena Si Kecil membutuhkan Moms.

Ajak Dads untuk ikut membantu dan memberi dukungan pada Moms. Berikan pengertian bahwa Moms sedang tidak berada dalam kondisi yang “sehat” untuk merawat bayi baru lahir, untuk itulah Moms membutuhkan bantuan dari psikoterapis.

Beritahu Dads bahwa hal ini banyak terjadi pada ibu baru melahirkan dan sangat bisa disembuhkan. Jangan ragu meminta bantuan, demi kesehatan mental dan batin.

Moms, itulah perbedaan baby blues dan postpartum depression. Semoga Moms bisa cepat kembali pulih, ya agar bisa merawat Si Kecil sepenuh hati.

(SR/ERN)

Artikel Terkait