KEHAMILAN
10 Mei 2020

Kafein Pengaruhi Kesuburan Pria? Yuk, Cari Tahu Faktanya

Ini faktanya menurut hasil penelitian
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Reksita
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Ada berbagai zat dalam makanan dan minuman yang dipercaya dapat mengganggu kesuburan, salah satunya adalah kafein.

Di mana selama ini kafein diketahui dapat berdampak buruk terhadap kesuburan dan peluang hamil pada wanita.

Lalu, apakah kafein memengaruhi kesuburan pria? Haruskah dihindari atau tetap boleh dikonsumsi saat menjalani program hamil?

Konsumsi Dua Cangkir Kopi Per Hari Dianggap Aman Bagi Kesuburan

Kafein Pengaruhi Kesuburan Pria? Yuk, Cari Tahu Faktanya 1

Foto: unsplash.com

“Konsumsi kafein dalam jumlah sedang tidak memiliki pengaruh negatif pada jumlah atau kualitas sperma, tetapi konsumsi yang wajar seharusnya tidak lebih dari 300 miligram atau hanya sekitar dua cangkir kopi per hari,” kata Caitlin Dunne, dokter spesialis kesuburan di Pacific Centre for Reproductive Medicine di Vancouver, seperti dikutip dari Today’s Parent

“Bagi pria yang ‘kecanduan’ kopi, kelebihan kafein bisa berdampak buruk.”

Bagaimana dengan makanan dan minuman lainnya yang juga mengandung kafein? Seberapa banyak kafein yang terkandung di dalamnya?

Sebagaimana dikutip dari situs Health, setidaknya terkandung 23 miligram kafein dalam 355 mililiter minuman bersoda, 30-45 miligram dalam setengah cangkir es krim, 50 miligram per botol minuman berenergi, 214 miligram per 473 mililiter minuman beralkohol, dan sekitar 30 miligram dalam sebatang cokelat.

Namun, untuk lebih jelasnya Moms dan Dads dapat memeriksanya di kemasan setiap produk yang akan dikonsumsi.

Baca Juga: Harus Tahu, Bahaya Kafein Bagi Ibu Hamil

Asupan Tinggi Kafein Terbukti Memengaruhi Kualitas Sperma

Kafein Pengaruhi Kesuburan Pria? Yuk, Cari Tahu Faktanya 2

Foto: unsplash.com

Studi yang dilakukan para peneliti Italia, yang diterbitkan dalam Nutritional Journal, menunjukkan bahwa asupan kafein yang tinggi dapat memengaruhi fungsi reproduksi pria. Mereka menduga hal tersebut terjadi karena kafein dapat menyebabkan kerusakan DNA sperma, namun tidak memengaruhi volume ataupun parameter semen.

Asupan kafein pada pria juga diketahui berkaitan dengan peluang kehamilan klinis dan kelahiran hidup yang rendah saat pasangan menjalani program bayi tabung, terutama pada pria yang mengonsumsi lebih dari 272 mg kafein per hari, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Andrology.

Sementara sebuah studi di jurnal Medicine, menemukan bahwa konsumsi minuman bersoda yang mengandung kafein dapat menurunkan volume semen sebesar 4,1% pada pria yang mengonsumsinya sebanyak 1-2 botol per minggu dan 12,5% pada pria yang mengonsumsinya hingga 3 botol per minggu.

Baca Juga: Efek Kafein Pada Kesuburan, Baik atau Buruk?

Minum Kopi Dalam Jumlah Terbatas Dapat Meningkatkan Motilitas Sperma

Kafein Pengaruhi Kesuburan Pria? Yuk, Cari Tahu Faktanya 3

Foto: unsplash.com

Meskipun beberapa penelitian menemukan bahwa kafein memengaruhi kesuburan pria, tidak sedikit pula studi yang justru menemukan fakta yang berlawanan.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Fertility and Sterility, misalnya. Hasil studi tersebut justru mengungkapkan bahwa hampir 76% peserta pria yang mengonsumsi kafein (kurang lebih 1,8 cangkir kopi per hari) mengalami peningkatan volume semen, meskipun jumlahnya tidak banyak.

Sementara para peneliti dari Chongqing University, menemukan adanya peningkatan motilitas sperma sebanyak 1,09% pada pria yang mengonsumsi kurang dari 3 cangkir kopi per minggu. Sedangkan pada pria yang mengonsumsi lebih dari 3 cangkir kopi per minggu, peningkatan motilitas yang ditemukan mencapai 1,15%.

Jadi pada intinya, berdasarkan data-data yang tersedia saat ini, masih belum ada bukti yang cukup kuat untuk mengonfirmasi benar atau tidaknya kafein memengaruhi kesuburan pria. Dibutuhkan lebih banyak penelitian untuk dapat mengonfirmasi hal tersebut. Tetapi tidak ada salanya mengurangi konsumsi kafein guna mencegah masalah kesehatan lainnya.

Baca Juga: Ini Batasan Kafein Aman Program Hamil

Jika memang sulit untuk berhenti mengonsumsi kafein, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan saran yang tepat. Terutama jika berencana menjalani program hamil.

Artikel Terkait