PROGRAM HAMIL
30 November 2017

Kaki Bengkak Saat Hamil, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Terlalu banyak duduk bisa jadi salah satu penyebabnya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh (andia.ratna)
Disunting oleh (andia.ratna)

Apakah saat ini Moms sedang memasuki usia kehamilan di atas 28 minggu dan mulai mengalami pembengkakan pada kaki? Tidak usah langsung panik.

Kaki bengkak saat hamil dialami oleh hampir 75% wanita, dan sering disebut dengan edema atau oedema yang artinya penimbunan cairan.

Walaupun bisa terjadi pada bagian tubuh yang lain, penimbunan cairan yang menyebabkan pembengkakan paling kerap dialami pada kaki.

Penyebab Kaki Bengkak Pada Ibu Hamil

Ketika sedang tidak hamil, volume air yang masuk ke dalam tubuh, kurang lebih sama banyaknya dengan volume yang dikeluarkan. Apabila volume air berlebihan, tubuh otomatis akan mengeluarkan air dalam bentuk keringat, air kecil dan air besar.

Perubahan metabolisme tubuh saat hamil, terutama pada keseimbangan volume cairan tubuh menjadi menyebabkan terjadinya pembengkakan pada kaki.

Selain kelebihan cairan, kaki bengkak pada ibu hamil dapat disebabkan oleh;

1.Terlalu banyak diam, seperti duduk. Hal ini terjadi karena terganggunya sirkulasi pembuluh darah balik dan meningkatnya tekanan pada kedua kaki karena berat ibu yang semakin bertambah.

Gangguan sirkulasi ini terjadi karena uterus/rahim yang membesar menekan pembuluh darah yang ada di area panggul saat Ibu sedang duduk atau berdiri dan menekan pembuluh darah saat posisi berbaring terlentang.

2. Aliran darah kurang lancar. Kelebihan cairan ditambah dengan kurangnya aktivitas fisik saat hamil bisa menyebabkan pembuluh darah balik yang ada di kaki menjadi tersumbat. Hal ini juga mengganggu aliran darah ke jantung.

Selain itu, ukuran rahim yang semakin besar juga menekan dan menghambat aliran darah dari pembuluh darah di kaki.

Cara Mengatasi Pembengkakan Kaki Saat Hamil

Untuk pembengkakan normal, ada beberapa cara yang bisa Moms lakukan, antara lain adalah:

  • Hindari pemakaian celana yang ketat. Penggunaan pakaian misalnya celana yang ketat dapat memperburuk masalah karena menghambat aliran darah balik dari tubuh bagian bawah.
  • Tinggikan kaki secara teratur setiap hari agar sirkulasi darah menjadi lancar, misalnya duduk dikursi dan menaruh kaki di kursi yang lain.
  • Kurangi asupan garam dan lakukan olahraga ringan. Tidak perlu melakukan high impact training, cukup dengan banyak bergerak di sela-sela waktu dan tidak diam dalam posisi statis terlalu lama. Sedangkan kelebihan garam bisa menahan cairan dalam tubuh, sehingga memicu penumpukan cairan.
  • Hindari memangku beban yang berat saat duduk karena dapat menghambat sirkulasi darah. Jangan duduk atau berdiri dalam waktu yang lama.
  • Lakukan pemijatan ringan sesekali dengan lotion atau minyak urut khusus yang hangat, usapkan pada kaki dari arah lutut ke pangkal paha.
  • Lakukan perendaman kaki pada larutan air garam yang hangat agar kaki terasa lebih relaks.

Bila edema yang Moms derita saat hamil masih tergolong ringan, gejalanya akan berupa pembengkakan pada betis dan telapak kaki yang dapat hilang dengan sendirinya setelah beristirahat dengan cukup.

Bila edema ini lebih parah, pembengkakan tidak hanya terjadi pada kaki dan betis tapi menyebar hingga ke paha, alat kelamin (terutama bibir kemaluan sebelah luar), serta daerah sekitar perut. Segera periksakan ke dokter apabila Moms mengalami gejala tersebut, ya.

(ARK)

Artikel Terkait