KESEHATAN
5 November 2019

Kaki Bengkak Selama Masa Kehamilan, Simak Cara Mencegahnya di Sini

Pembengkakan biasanya tidak mengkhawatirkan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Kaki bengkak selama kehamilan biasa dialami di trimester akhir. Dalam artikel yang terdapat pada artikel The nurse-midwifery management of physiological edema in pregnancy yang diterbitkan pada Journal of Nurse-Midwifery, pembengkakan terjadi pada 35-80% ibu hamil.

Banyak anjuran untuk menaikan kaki ke atas untuk meningkatkan sirkulasi darah. Akan tetapi, ibu hamil bisa tenang karena bengkak dan rasa nyeri di kaki selama hamil akan hilang usai persalinan.

Meski begitu, berikut beberapa hal yang bisa menyebabkan kaki bengkak selama kehamilan.

Baca Juga: Serba-Serbi Sakit Gigi Saat Hamil: Penyebab dan Perawatannya

Penyebab Kaki Bengkak Selama Kehamilan

Kaki Bengkak Selama Kehamilan.jpg

Foto: pixabay.com

Peningkatan kadar hormon menyebabkan wanita menahan air selama kehamilan, menyebabkan pembengkakan dan kembung yang dikenal sebagai edema.

Tubuh ibu hamil membutuhkan cairan ekstra ini untuk memberikan nutrisi dan oksigen ke bayi di dalam rahim, jelas David S. Levine, MD, ahli ortopedi di Rumah Sakit untuk Bedah Khusus di New York City.

Meskipun pembengkakan biasanya tidak mengkhawatirkan, berkonsultasilah dengan dokter jika melihat pembengkakan wajah dan tangan yang disertai penglihatan kabur, sakit kepala parah serta konstan, dan kenaikan berat badan lebih dari satu pon sehari.

Ini bisa menjadi tanda - tanda preeklampsia, suatu kondisi medis serius yang ditandai oleh tekanan darah tinggi.

Biasanya, retensi cairan paling jelas di kaki, pergelangan kaki, dan betis karena rahim yang semakin besar menekan pembuluh darah yang membawa kembali darah dari tubuh bagian bawah.

“Pembuluh darah terkecil juga ada di kaki dan pergelangan kaki Anda, sehingga tubuh kesulitan menampung cairan ekstra yang mengalir di sana,” jelas dr. Levine.

Meski begitu, setiap ibu hamil akan melihat pembengkakan di kakinya usai berolahraga, berdiri dan jalan, kelelahan, mengonsumsi makanan terlalu asin, serta minum-minuman berkafein.

Gravitasi dapat membuat cairan berlebih berkumpul di tangan dan kaki kita, itulah sebabnya berdiri dan berjalan membuat tangan dan kaki terasa berat.

Makanan asin menahan cairan di tubuh sementara kafein membuat kita dehidrasi.

Baca Juga: 8 Solusi Sederhana untuk Mengatasi Sakit Leher saat Hamil

Cara Mencegah Kaki Bengkak Saat Kehamilan

Kaki Bengkak Saat Hamil, Apa Sebabnya?

Jane Anderson, ahli penyakit kaki di Pusat Makanan dan Pergelangan Kaki di Durham, North Carolina, menawarkan beberapa ide untuk mencegah dan mengurangi pembengkakan kaki selama kehamilan. Misalnya dengan meninggikan kaki sesering mungkin.

Cobalah untuk mengangkat kaki 6 hingga 12 inci di atas jantung selama 15 hingga 20 menit untuk membantu darah mengalir kembali ke jantung dan paru-paru Anda.

Tidur miring juga bisa membantu dibandingkan tidur terlentang, karena mengurangi tekanan pada vena cava, vena terbesar yang menuju ke jantung.

Jika tidak, tekanan memperlambat darah yang keluar dari tubuh bagian bawah.

Minum yang banyak, pasalnya dehidrasi bisa memperburuk pembengkakan. Air juga mencegah ginjal terlalu lelah sehingga menjadi dehidrasi kronis dan membantu mengeluarkan garam.

Minumlah lebih sedikit kafein. Meskipun kafein membuat buang air kecil dan itulah cara menghilangkan cairan berlebih, itu juga menyebabkan dehidrasi.

Awasi konsumsi garam, tidak terlalu banyak, tidak terlalu sedikit.

Pantau berat badan, wanita dengan berat badan normal harus bertambah 25 hingga 35 pound selama kehamilan.

Peningkatan berat badan yang berlebihan memperburuk pembengkakan dan dapat menyebabkan masalah lain.

Tingkatkan sirkulasi di pergelangan kaki dengan latihan rotasi. Cobalah duduk, dengan satu kaki terangkat.

Putar pergelangan kaki 10 kali ke kanan, lalu ke kiri. Ganti kaki. Ulangi 10 kali. Terakhir, kompres dengan es pergelangan kaki.

Dengan kaki terangkat, kompres es ke bagian dalam pergelangan kaki selama 15 hingga 20 menit setiap setengah jam hingga satu jam.

Baca Juga: Sakit Perut saat Hamil? Tenang Moms, Ini Cara Meredakannya!

(TPW/DIN)

Artikel Terkait