TRIMESTER 1
26 September 2020

Kalender Kalkulator China, Kalkulator Jenis Kelamin Bayi yang Menarik Dicoba!

Ingin tahu jenis kelamin bayi untuk bersenang-senang? Cobalah kalender kalkulator china!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Amelia Puteri

Rasa penasaran kerap 'menghantui' para ibu muda yang hamil untuk mengetahui setiap jengkal perubahan janin, tak terkecuali tentang jenis kelaminnya.

Ada yang benar-benar mencari tahu dengan menggunakan metode USG, ada pula menebak-nebak dengan cara tradisional seperti kalkulator jenis kelamin bayi untuk bersenang-senang.

Apakah sebelumnya Moms pernah mengetahui tentang kalender kalkulator China untuk mengetahui jenis kelamin bayi?

Sekitar 700 tahun yang lalu, kalender prediksi jenis kelamin ini ditemukan di sebuah makam kerajaan China.

Cara ini pada dasarnya melibatkan tanggal lahir calon ibu dan tanggal pembuahan ke dalam sebuah kalender khusus, yang mengubah angka-angka tersebut menjadi usia lunar ketika hamil dan tanggal konsepsi bulan.

Kemudian, nantinya akan memberi tahu apakah bayi yang akan Moms dapaatkan berjenis kelamin laki-laki atau perempuan.

Praktisi astrologi Tiongkok percaya kalkulator jenis kelamin bayi dengan kalkulator China ini melakukan pekerjaan yang cukup baik untuk memberi tahu Moms tentang jenis kelamin bayi.

Tetapi tidak banyak informasi dari sumber yang dapat dipercaya terkait dengan fungsi atau keakuratan kalender kalkulator China.

Baca Juga: Yuk Prediksi Sifat Si Kecil Berdasarkan Zodiak!

Mengenal Kalender Kalkulator China, Kalkulator Jenis Kelamin Bayi

Kalkulator Jenis Kelamin Bayi.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Ada beberapa teori tentang kalkulator jenis kelamin bayi yang merupakan kalender kalkulator China, yang diklaim didasarkan pada I Ching atau Kitab Perubahan dan bergantung pada Yin dan Yang, Lima Elemen dan Delapan Trigram.

Itu dibuat untuk keluarga kekaisaran dinasti Qing, yang menggunakan bagan untuk dapat mengandung anak laki-laki yang disukai untuk bekerja, menghasilkan uang dan untuk meneruskan garis keturunan keluarga .

Kalender tersebut disimpan di istana Qing oleh para kasim yang berdedikasi dan tidak untuk dipamerkan atau digunakan untuk umum.

Selama Pemberontakan Boxers di akhir Dinasti Qing, bagan itu adalah salah satu harta yang dijarah yang kemudian dibawa ke Inggris, diterjemahkan dan dihargai oleh Raja saat itu.

Bagan itu dibawa ke Austria oleh seorang profesor yang merupakan sarjana Cina untuk mempelajarinya secara rinci dan membawanya kembali ke tanah air, dikutip Moore Trigrams of Han.

Salinan asli dari bagan yang ada di Institute of Science di Beijing, saat ini menarik perhatian dunia barat dan timur.

Baca Juga: Intip 12 Cara Mengetahui Jenis Kelamin Bayi

Akurasi Penggunaan Kalender Kalkulator China

Kalkulator Jenis Kelamin Bayi -2

Foto: Orami Photo Stock

Banyak calon ibu hamil mengatakan bahwa kalender kalkulator China ini adalah tes non-medis terbaik untuk memberi tahu Moms mengenai jenis kelamin bayi. Tapi seberapa akurat kalkulator jenis kelamin bayi ini?

Beberapa orang mengklaim bahwa menggunakan kalender kalkulator China mencapai 93 persen akurat dalam memprediksi jenis kelamin bayi. Ini karena didasarkan pada usia Moms dan bulan mengandung, Moms dapat melihat grafik kapan saja selama kehamilan.

Berbeda dengan USG yang harus menunggu trimester kedua untuk mengetahui jenis kelamin bayi, dengan kalkulator jenis kelamin bayi ini Moms akan mendapat prediksi terbaik dalam mengetahui jenis kelamin bayi tanpa menunggu waktu lama.

Tapi tentu saja, tidak ada bukti nyata bahwa kalender gender Tiongkok berfungsi. Bagan ini tidak didasarkan pada sains, jadi tidak lebih akurat daripada tes jenis kelamin non-medis berteknologi rendah lainnya.

Ini hanyalah kepercayaan pada orang tua zaman dulu, meski ada beberapa yang benar terjadi sesuai prediksi.

Dr. Eduardo Villamor dari U-M School of Public Health dan rekannya di Swedia dan Boston melakukan sebuah studi yang menemukan bahwa metode kalender kalkulator China untuk memprediksi jenis kelamin bayi tidak lebih akurat daripada membalik koin.

“Kami tidak melakukan penelitian ini dengan tujuan menjadi pembasmi mitos. Kami benar-benar ingin tahu tentang itu. Tapi berdasarkan hasil kami, saya tidak mempercayai prediksi ini sama sekali,” jelas dia.

Eduardo dan rekan-rekannya meninjau catatan 2,8 juta kelahiran Swedia antara 1973 dan 2006, untuk menguji keakuratan metode kalkulator jenis kelamin bayi dengan kalender China.

Teknik ini melibatkan pengubahan usia ibu dan bulan pembuahan menjadi tanggal pada kalender lunar China, kemudian memasukkan tanggal tersebut ke dalam bagan yang konon memprediksi jenis kelamin bayi.

“Semuanya terdengar sangat tidak masuk akal. Tidak ada informasi tentang alasan di balik bagan dan kami tidak dapat memikirkan dasar biologisnya. Meskipun kami skeptis, kami mencoba untuk tetap berpikiran terbuka, dan kami hanya menganalisis data untuk melihat apakah ada sesuatu di dalamnya. Nyatanya tidak ada,” kata Eduardo yang merupakan profesor ilmu epidemiologi dan kesehatan lingkungan di School of Public Health.

Penelitian utama dalam studi itu berfokus pada penggunaan metode epidemiologi untuk mempelajari faktor penentu nutrisi pada kesehatan ibu dan anak.

Oleh karena itu, beberapa perempuan mungkin menganggapnya akurat dalam menggunakan kalkulator jenis kelamin bayi, sementara beberapa yang lain mungkin salah hanya karena kebetulan.

Baca Juga: Ini Caranya Memprediksi Tinggi Badan Anak Saat Dewasa Nanti

Cara Kerja Kalender Kalkulator China

Kalkulator Jenis Kelamin Bayi -3

Foto: Orami Photo Stock

Kalkulator jenis kelamin bayi atau kalender kalkulator China didasarkan pada usia lunar ibu dan tanggal lunar konsepsi. Jika tidak mengetahui 'tanggal lunar' Moms, ada beberapa aplikasi khusus yang bisa membantu Moms mengetahuinya.

Caranya cukup tambahkan tanggal lahir dan tanggal konsepsi yang sebenarnya, dan kalkulator tersebut secara otomatis mengubahnya menjadi usia dan tanggal lunar Moms dan menampilkan hasil akhirnya. Penghitungan tersebut didasarkan pada kalender kalkulator China.

Pembuahan biasanya terjadi antara 11-21 hari dari hari pertama periode menstruasi terakhir. Semakin lama siklus menstruasi, semakin jauh tanggal konsepsi.

Misalnya, jika Moms memiliki siklus 28 hari, Moms cenderung hamil pada sekitar hari ke-14.

Tetapi jika Moms memiliki siklus 40 hari, Moms cenderung hamil sekitar hari ke-20. Namun, perhatikan juga bahwa tanggal konsepsi tidak dapat diketahui dengan tepat karena sebagian besar merupakan perkiraan.

Misalnya, jika Moms memasukkan tanggal lahir 15 Januari 1989, maka berdasarkan kalender biasa, maka tanggal lahir lunar Moms adalah 8 Desember 1988.

Demikian juga, jika tanggal pembuahan Moms adalah 5 Juni 2018, tanggal pembuahan lunar adalah 22 April 2018.

Hasilnya, menurut usia bulan dan bulan saat pembuahan pada kalender kalkulator China, kemungkinan besar jenis kelamin bayi adalah perempuan.

Secara umum, Moms akan berusia satu atau dua tahun lebih tua dalam sistem lunar China karena perbedaan antara kalender dan praktik penghitungan waktu China yang dihabiskan di dalam rahim.

Nah, Moms sudah mengetahui kalkulator jenis kelamin bayi, lalu adakah cara lain untuk mengetahui jenis kelamin bayi?

Baca Juga: Meramalkan Jenis Kelamin Bayi Lewat Tanda-Tanda Kehamilan

Cara Lain untuk Mengetahui Jenis Kelamin Bayi

Kalkulator Jenis Kelamin Bayi -4

Foto: Orami Photo Stock

Mungkin Moms telah mencoba menggunakan kalkulator jenis kelamin bayi, dan masih merasa ragu akan hasilnya.

Nyatanya, ada banyak cara untuk mengetahui jenis kelamin bayi yang ilmiah atau tradisional untuk memprediksi jenis kelamin bayi, yaitu:

1. Menggunakan USG

Jika dibandingkan dengan kalkulator jenis kelamin bayi, tentunya ini cara paling ilmiah untuk mengetahui jenis kelamin bayi. USG menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi yang menghasilkan gambar janin.

Prosedur ini biasanya dilakukan untuk melihat perkembangan janin , di mana gelombang dikirim ke perut melalui rahim. Gelombang tersebut kemudian membuat gambar janin yang dapat dilihat di monitor.

Dokter akan dapat mengetahui apakah itu laki-laki atau perempuan berdasarkan posisi janin dengan mengenali alat kelamin jika pemindaian dilakukan setelah 18 minggu ketika organ reproduksi mulai muncul.

2. Amniosentesis dan Pengambilan Sampel Vilus Korionik (CVS)

Berbeda dengan menggunakan kalkulator jenis kelamin bayi untuk bersenang-senang, kedua tes ini dilakukan jika bayi berisiko mengalami kelainan genetik atau kromosom.

Ini karena dapat mendeteksi kromosom janin, ini juga dapat mengidentifikasi jenis kelamin bayi.

Dengan cara amniosentesis, dokter akan memasukkan jarum tipis ke dalam rahim melalui perut untuk menarik sampel cairan dan menganalisis kromosom.

Tes ini dilakukan setelah minggu ke 15 kehamilan. CVS melibatkan ekstraksi sampel jaringan kecil dari plasenta, yang dapat berisi informasi genetik bayi yang dilakukan pada minggu ke 11 kehamilan.

3. Tes DNA

Tes ini menggunakan sampel darah untuk mendeteksi jenis kelamin janin, seperti dikutip The Journal of American Medical Association (JAMA).

Prosedur ini menggunakan untaian kecil DNA yang ditemukan di aliran darah ibu. Jika kromosom Y terdeteksi, kemungkinan besar janin berjenis kelain laki-laki.

Jika tidak, maka Moms akan memiliki seorang gadis. Tes in dilakukan setelah 10 minggu kehamilan dan memiliki tingkat akurasi hingga 95%.

4. Teori Ramzi

Dikembangkan oleh Dr. Saam Ramzi Ismail, metode ini menggunakan lokasi plasenta sebagai penanda untuk mendeteksi jenis kelamin janin.

Sisi plasenta diketahui melalui pemindaian ultrasound, dilakukan pada enam hingga empat belas minggu setelah kehamilan. Jika plasenta mengarah ke kanan berarti laki-laki, jika ke kiri kemungkinan perempuan.

5. Teori Nub

Alternatif dari kalkulator jenis kelamin bayi juga bisa menggunakan Teori Nub. Cara ini akan memeriksa ‘sudut menjuntai’ yang dapat ditentukan dalam gambar USG minggu ke-12.

Pada trimester pertama, janin akan memiliki tuberkulum genital atau dikenal sebagai inti, yang kemudian berkembang menjadi penis atau klitoris.

Moms kemungkinan besar akan memiliki bayi laki-laki jika intinya mengarah ke kepala bayi. Dan itu mungkin seorang gadis jika inti tetap datar atau mengarah ke bawah.

6. Tes Cincin Pernikahan

Ini adalah salah satu tes prediksi seks terpopuler yang dilakukan dengan menggunakan cincin kawin dan tali. Cara ini dapat dicoba kapan saja, dan kebanyakan orang lebih suka bermain selama pesta baby shower.

Namun, tidak ada bukti ilmiah yang mendukung metode ini, menurut USC Digital Folklore Archives (2013).

Jika Moms ingin mencobanya, lakukan dengan mengikat cincin pernikahan dengan tali dan diayunkan di atas perut saat berbaring, Moms dapat memprediksi jenis kelamin bayi.

Jika cincin bergerak maju mundur seperti gerakan pendulum, maka itu adalah laki-laki. Jika bergerak dalam gerakan melingkar, janin tersebut perempuan.

7. Menggunakan Soda Kue

Ini adalah teori tes gender lain yang tidak ilmiah dan eksperimen DIY yang mudah berdasarkan kepercayaan orang tua sebagai cara menyenangkan menebak jenis kelamin bayi.

Caranya, campur secangkir air seni Moms dengan beberapa sendok teh soda kue. Hasilnya akan menjadi bayi laki-laki jika campuran menggelembung atau mendesis, dan perempuan jika tetap tenang tanpa reaksi.

Sebenarnya, reaksi soda kue dengan hCG ini diyakini akan menciptakan gelembung seperti yang biasa Moms lihat setelah membuka minuman soda.

Beberapa metode prediksi seperti kalkulator jenis kelamin bayi akan menjadi cara yang menyenangkan dalam mencari tahu jenis kelamin bayi Moms. Benar atau tidaknya bisa jadi hanya kebetulan karena rasa berdebar saat menebaknya adalah saat yang akan membuat Moms bersenang-senang.

Artikel Terkait