DI ATAS 5 TAHUN
15 Juni 2019

Kapan Anak Boleh Melakukan Perawatan di Klinik Kecantikan?

Perawatan kecantikan tidak lagi hanya dilakukan oleh orang dewasa
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Saat ini anak tak asing lagi dengan berbagai perawatan di klinik kecantikan. Sebut saja mulai dari yang sederhana seperti potong rambut dan creambath di salon, manicure dan pedicure, pijat di spa, facial, serta aneka beauty treatment lainnya.

Beberapa mungkin ada yang melakukannya karena sekadar bersenang-senang dan meluangkan waktu bersama Moms.

Tapi, tak sedikit pula anak-anak perempuan yang melakukan perawatan di klinik kecantikan karena didorong oleh perasaan ingin tampil cantik dan dewasa.

Meski umumnya perawatan di klinik kecantikan aman dilakukan oleh orang dewasa, bukan berarti hal yang sama juga berlaku pada anak-anak dan remaja.

Selain itu, bukankah kita juga harus mendorong anak-anak untuk tetap menjadi anak-anak dan tidak mendukung keinginan mereka untuk menjadi seperti orang dewasa sebelum waktunya?

Menurut Victor Fornari, direktur psikiatri anak dan remaja di Rumah Sakit Zucker Hillside New York, orang tua harus berdiskusi dengan anak mengenai alasan dan harapan mereka melakukan perawatan di klinik kecantikan.

Beberapa kasus, seperti jerawat parah di masa pubertas, mungkin dapat diterima sebagai alasan untuk melakukan perawatan di klinik kecantikan di usia dini.

Namun, jika alasannya sekadar ingin cantik dan ikutan tren, Moms sebaiknya berpikir ulang, dan segera mencari tahu batas aman usia anak boleh melakukan perawatan di klinik kecantikan.

Baca Juga: 5 Salon Khusus Anak yang Nyaman di Jabodetabek

1. Smoothing

perawatan di klinik kecantikan

Dilansir dari Hair Companion, smoothing setidaknya dilakukan ketika anak telah berusia 14 tahun ke atas. Ini karena rambut anak biasanya jauh lebih lembut daripada rambut orang dewasa.

Mengaplikasikan bahan kimia pelurus rambut bisa membuat rambut anak lebih mudah rusak, mudah rontok, atau patah.

Penggunaan bahan kimia dengan kualitas rendah juga berpotensi merusak rambut hingga ke akar-akarnya. Dan dalam jangka panjang, folikel rambut menjadi lemah dan rambut anak akan terus rontok.

Efek samping smoothing mungkin akan muncul beberapa hari atau beberapa bulan setelah proses pelurusan.

Anak bisa mengalami rasa gatal, kulit kepala melepuh, atau rambut mengalami kerontokan hebat. Itu merupakan salah satu reaksi alergi umum yang terjadi akibat penggunaan bahan kimia pelurus rambut.

Segeralah Moms mengajaknya untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

2. Waxing

perawatan di klinik kecantikan

Ketika anak mulai memasuki masa pubertas, mereka mungkin akan terganggu dengan kemunculan rambut di tempat tertentu, seperti ketiak dan kaki.

Demikian dikatakan Janet Trabosh, asisten dokter sekaligus associate director Bellavie Medspa di Stony Brook University.

Mencukur adalah cara yang paling sederhana untuk menghilangkan rambut pada kaki dan ketiak, atau kumis pada anak laki-laki. Tetapi, bagaimana dengan waxing?

Waxing yang menggunakan lilin panas di atas kertas untuk menarik rambut keluar, tentu saja sangat menyakitkan. Selain itu, lilin yang panas dapat membakar atau mengiritasi kulit anak yang masih sensitif.

Waxing juga dapat menyebarkan infeksi seperti kutil dari pelanggan ke pelanggan jika klinik kecantikan mengoleskan lilin dengan bantuan stik yang dipakai bergantian antar pasien.

Dengan sederet risiko tersebut, tak salah jika waxing tidak direkomendasikan untuk dilakukan anak sebelum mereka berusia 17 tahun.

Baca Juga: Agar Aman dan Efisien, Ini 6 Tips Waxing di Rumah yang Perlu Diketahui

3. Mewarnai Rambut

perawatan di klinik kecantikan

Dilansir dari Today, spesialis dermatologi anak dr. Tace Rico dari Florida Center for Pediatric Dermatology menyebutkan bahwa rambut anak masih sangat halus, sehingga akan sangat mudah rusak oleh amonia, pemutih, hidrogen peroksida, dan bahan kimia lain yang terkandung di beberapa pewarna rambut.

“Rambut anak-anak belum terlalu 'matang' dibanding rambut orang dewasa, bahkan rambut remaja. Rambut mereka lebih halus dan jauh lebih rapuh,” katanya.

Lalu, kapan anak sudah boleh mewarnai rambutnya? Dari segi kesehatan rambut, dr. Rico menyarankan setelah anak berumur 16 tahun. Tapi, jangan lupa untuk selalu melakukan tes alergi.

Moms bisa meminta kepada hair stylist di salon untuk mengoleskan sedikit cat rambut di pergelangan tangan atau bagian belakang telinga anak selama waktu 1x24 jam untuk melihat reaksi alergi. Ingatkan hair stylist untuk menghindari kontak langsung cat rambut dengan kulit kepala anak.

4. Manicure dan Pedicure

perawatan di klinik kecantikan

Meni pedi sudah sangat umum dilakukan oleh anak-anak perempuan, bahkan saat mereka masih balita. Meski, treatment yang diberikan sekadar mengoleskan cat kuku.

Meski tergolong perawatan kecantikan yang cukup aman, Moms harus pastikan anak melakukan beberapa prosedur untuk menghindari infeksi pasca meni pedi.

Menurut Jill Creighton, asisten profesor pediatri klinis di Stony Brook University Hospital, selain memastikan kebersihan alat yang digunakan, anak juga harus diminta untuk mencuci tangan dan kaki dengan seksama setelah meni pedi. Tujuannya, untuk menghilangkan segala kotoran yang berpotensi mengundang bakteri penyebab infeksi.

Baca Juga: Bolehkah Balita Memakai Kuteks?

5. Facial

perawatan di klinik kecantikan

Salah satu perawatan di klinik kecantikan yang paling umum adalah facial. Facial sebenarnya bertujuan untuk membersihkan wajah.

Pada anak-anak, facial dapat dilakukan ketika mereka memasuki usia pubertas di mana kulit wajah mulai mengalami berbagai masalah akibat hormon, seperti berjerawat, komedo, atau berminyak.

Namun, itu pun harus terlebih dahulu dilakukan konsultasi dan evaluasi oleh dokter kulit.

Jika kulit wajah tidak bermasalah, pembersihan kulit wajah sebaiknya dilakukan dengan cara-cara alami menggunakan sabun pembersih wajah yang aman dan lembut untuk kulit remaja.

Kemudian dilanjutkan dengan mengaplikasikan masker berbahan alami, seperti mentimun yang diletakkan di kedua mata, untuk menyegarkan kulit.

Itu dia panduan usia bagi anak untuk melakukan perawatan di klinik kecantikan. Sesuaikan dengan kebutuhan mereka, ya, Moms.

(VAN)

Artikel Terkait