BAYI
1 Februari 2020

Kapan Bayi Boleh Tidur dengan Bantal dan Selimut?

Selimut dan bantal bisa sebabkan SIDS
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Reksita
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Sebagai orang tua baru, Moms mungkin memiliki segudang pertanyaan yang berhubungan dengan tidur bayi.

Salah satunya mungkin termasuk penggunaan selimut dan bantal. Kenapa bayi baru lahir tidak boleh tidur dengan bantal dan selimut?

Lalu, kapan bayi boleh tidur dengan bantal dan selimut?

Bayi Tidur Dengan Bantal dan Selimut

Kapan Bayi Boleh Tidur dengan Bantal dan Selimut? 1

Foto: healthline.com

Jika bayi masih berusia di bawah 12 bulan, sangat tidak disarankan menggunakan selimut dan bantal saat tidur. Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), selimut dapat meningkatkan risiko sesak napas, mati lemas, atau sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).

Aturan yang sama juga berlaku untuk penggunaan bantal, bumper pad, mainan bayi, dan benda lunak lainnya. Singkatnya, satu-satunya yang boleh berada di dalam boks atau keranjang bayi saat tidur adalah bayi itu sendiri.

“Seharusnya tidak ada bantal, seprai, selimut, atau benda lain yang bisa mengganggu pernapasan bayi atau menyebabkan bayi kepanasan,” kata Lori Fieldman-Winter, MD, FAAP, seperti dikutip dari American Academy of Pediatrics.

Baca Juga: Ini Manfaat dan Cara Agar Bayi Tidur Nyenyak

Jadi, kapan bayi boleh tidur dengan bantal dan selimut? Jawabannya tentu setelah Si Kecil berusia lebih dari 12 bulan atau setelah memasuki usia balita.

Selama tahap balita, anak-anak telah mengembangkan kemampuan untuk duduk atau mengubah posisi saat mereka tidur, sehingga kecil kemungkinan bantal dan selimut yang digunakan saat tidur akan mencekik mereka seperti yang terjadi pada bayi.

Bagaimana Jika Bayi Kedinginan Saat Tidur Tanpa Selimut?

Kapan Bayi Boleh Tidur dengan Bantal dan Selimut? 2

Foto: everythingmom.com

Sangat normal bagi Moms untuk khawatir bahwa Si Kecil mungkin akan kedinginan jika tidur tanpa selimut, terutama saat cuaca dingin.

Dalam laman Sleep.org dikatakan bahwa bayi bisa tetap hangat selama tidur, meskipun tanpa selimut, dengan beberapa trik berikut ini:

  1. Pertahankan suhu kamar bayi pada angka sekitar 18 sampai 22 derajat Celcius.
  2. Kenakan satu lapis pakaian tambahan (tidak lebih untuk menghindari kepanasan) berbahan katun.
  3. Piyama footies atau kantong tidur dapat dipilih sebagai alternatif selimut.
  4. Sering periksa Si Kecil saat tidur untuk memastikan bahwa ia tidak kepanasan ataupun kedinginan.

Bayi mungkin kepanasan jika dadanya terasa panas, wajahnya memerah, napasnya cepat, dan/atau berkeringat.

Sebaliknya, jika dada atau tubuh bayi terasa dingin, ia mungkin kedinginan.

Baca Juga: Cara Meningkatkan Kualitas Tidur Bayi

Bolehkah Menggunakan Bedong Sebagai Alternatif Selimut?

Kapan Bayi Boleh Tidur dengan Bantal dan Selimut? 3

Foto: thebump.com

Dalam beberapa penelitian disebutkan bahwa memakaikan bedong saat bayi tidur juga berisiko menyebabkan SIDS, terutama jika bayi tidur dengan posisi miring dan/atau berusia cukup tua untuk melepaskan diri dari bedongannya.

Meskipun begitu, sebuah studi yang diterbitkan PubMed menunjukkan bahwa risiko penggunaan bedong saat bayi tidur dapat diminimalisir, selama menerapkan beberapa tindakan pencegahan berikut ini:

  1. Membedong bayi dengan aman untuk meminimalisir risiko membuka sendiri bedongannya.
  2. Menghindari risiko kepanasan.
  3. Menempatkan bayi tidur dengan posisi telentang.
  4. Menghentikan penggunaan bedung ketika bayi pertama kali menunjukkan tanda-tanda berguling, risiko penggunaan bedong saat bayi tidur dapat diminimalisir.

Baca Juga: Kapan Seharusnya Anak Pindah dari Boks Bayi ke Tempat Tidur?

Mengetahui kapan bayi boleh tidur dengan bantal dan selimut sangatlah penting guna meminimalisir bahaya selama bayi tidur. Tetapi, sudahkah Moms mengetahui panduan tidur aman yang disarankan untuk bayi?

Artikel Terkait