BAYI
25 Agustus 2019

Kapan Golden Age Perkembangan Si Kecil? Jangan sampai Terlewat Ya, Moms!

Jangan sampai kelewatan masa perkembagan Si Kecil ya, Moms!
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Carla Octama

Tidak ada cara yang paling benar dalam membesarkan anak.

Namun, orang tua selalu berusaha untuk bisa membesarkan anak dengan percaya diri sambil menikmati melihat seorang bocah hingga dewasa.

Apalagi saat anak bertumbuh, tantangan akan berubah, dan pemikiran Si Kecil dan orang tua juga dapat berkembang, tetapi pendekatan yang dilakukan orang tua harus konsisten, tegas dan penuh kasih sayang.

Misalnya, membantu anak belajar melalui pengalaman yang membuat upaya membangun kepercayaan diri dan membantu Si Kecil belajar untuk mengatasi tantangan.

Ditambah lagi, berdasarkan penelitian yang dikutip NYTimes, membesarkan anak yang mandiri dengan harga diri yang tinggi, lebih efektif dengan bersikap otoritatif daripada otoriter.

Moms tentu ingin Si Kecil mendengarkan, menghormati, dan mempercayai ibu dan ayahnya alih-alih takut kepada kedunya.

Ada masa-masa saat Si Kecil, berada pada usia emas atau golden age. Yaitu selama 1000 hari pertama bagi bayi atau sejak usia nol di kandungan hingga 2 tahun.

Usia ini merupakan fase manusia sedang mengalami pertumbuhan otak yang sangat pesat. Asupan Air Susu Ibu (ASI) dan makanan pendamping (MP) ASI juga harus bergizi.

Bawa Tumbuhan Hidup ke dalam Rumah

baby-body-bracelet-266013.jpg

Sangat penting menjaga pernapasan Si Kecil di usia emasnya, apalagi kalau Moms membersihkan udara yang dihirupnya dengan baik, tentu paru-paru Si Kecil akan sangat berterima kasih.

Tanaman pembersih udara tidak hanya membuat kamar terlihat cantik, mereka mendetoksifikasi rumah dengan menghilangkan polutan seperti amonia (ditemukan dalam produk pembersih) dan formaldehyde (ditemukan di furnitur).

Daripada menyebarkan tanaman tunggal di sekitar, membuat tampilan kelompok di setiap kamar untuk efek pembersihan udara maksimum.

Pilihan antitoksin terbaik dan tidak beracun menurut NASA, seperti tanaman laba-laba, philodendron, dan tanaman karet.

Untuk menjaga bayi aman dari dedaunan yang bisa ia gigit atau pot yang bisa ditumbangkannya, jauhkan tanaman dari jangkauan atau tutupi dengan gerbang keselamatan anak.

Baca Juga : 3 Perkembangan Anak yang Butuh Perhatian Serius

Sering Mengajak Si Kecil Mengobrol

adorable-baby-boy-315265 (1).jpg

Sering mengajak Si Kecil ngobrol akan sangat membantu menambah kosakata Si Kecil dan kemampuannya berbicara.

Selain itu, juga ajak Si Kecil melatih pendegarnnya yang juga akan sangat berguna dengan kemampuannya dalam memperhatikan sesuatu saat mulai mengikuti kelompok belajar bahkan taman kanak-kanak.

Membacakannya Buku

adorable-baby-babysitter-1257110 (1).jpg

Buku adalah sumber super kata-kata baru untuk bayi. Cobalah sajak anak-anak, buku papan yang kokoh, bahkan apa pun yang ada di rak buku di rumah.

Buku sangat penting bagi bayi, dikuatkan dengan sebuah riset di Jepang yang menyebutkan jika anak mendengarkan orang tuanya membaca 200 buku atau mendongeng sejak usia kehamilan hingga dua tahun, maka perkembangannya akan pesat.

Baca Juga : 5 Manfaat Membacakan Buku Cerita untuk Anak

Jauhkan dari Ponsel

adult-baby-biting-1693744.jpg

Sudah banyak sekali penelitian soal bagaimana pengaruh buruk telepon pintar terhadap balita dan anak-anak. Ditambah lagi, satu survei di Inggris, para peneliti menemukan bakteri pada 92 persen ponsel yang mereka uji.

Lebih buruk lagi, satu dari enam telepon terkontaminasi dengan bakteri E. coli, yang dapat menyebabkan masalah perut serius yang berpotensi mengancam jiwa bayi. Virus seperti flu dapat hidup di beberapa hari atau lebih.

(TPW/CAR)

Artikel Terkait