3-12 BULAN
12 Agustus 2019

Kapan Bayi Boleh Makan Oat? Yuk Simak di Sini

Apakah oat tidak membuat bayi alergi?
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Sampai berusia enam bulan, bayi direkomendasikan untuk mendapatkan ASI eksklusif, karena ASI mengandung semua nutrisi penting yang diperlukan bayi untuk selama masa ini. Namun, begitu berusia enam bulan, bayi bukan hanya siap untuk mengenal makanan baru, tetapi juga akan membutuhkannya untuk mendukung tumbuh-kembangnya secara optimal.

Sementara orang tua biasanya memilih puree buah-buahan dan sayuran sebagai MPASI pertama bayi, oat juga mengandung nutrisi yang baik untuk pertumbuhan bayi. Tetapi, kapan bayi boleh makan oat? Apakah oat tidak membuat bayi alergi?

Kapan Bayi Boleh Makan Oat?

Kapan Si Kecil Boleh Makan Oat 1

Foto: happyveggiekitchen.com

Oat bisa diberikan pada bayi sejak usianya enam bulan. Bahkan, oat bisa menjadi salah satu pilihan MPASI pertama untuk bayi.

“Semakin dini bayi dibiasakan makan makanan sehat yang dikonsumsi seluruh keluarga (dengan cara yang aman dan dimodifikasi), semakin baik kebiasaan makan mereka saat balita,” kata dokter anak Alan Greene, seperti dikutip dari Kc Kids Doc.

Baca Juga: Ini 4 Manfaat Beras Merah sebagai MPASI

Mengandung Tinggi Serat dan Mudah Dicerna

Kapan Si Kecil Boleh Makan Oat 2

Foto: pinterest.com

FirstCry Parenting menyebutkan bahwa oat merupakan makanan yang dianggap sangat baik bagi bayi karena kaya akan serat dan juga mudah dicerna. Oat juga termasuk sumber energi yang lebih ringan dibandingkan dengan nasi. Bahkan oat memiliki kasus reaksi alergi yang paling sedikit di antara berbagai jenis sereal yang tersedia di pasaran.

Alternatif yang Lebih Aman untuk Bayi dengan Kondisi Tertentu

Kapan Si Kecil Boleh Makan Oat 3

Foto: tasteofhome.com

Tekstur makanan tertentu sering kali diresepkan untuk membantu bayi dengan kebutuhan khusus makan lebih mudah dan aman. Bayi dengan disfagia atau gastroesophageal reflux, misalnya, akan membutuhkan makanan yang lebih kental agar dapat menelan dengan aman atau mengurangi refluks.

American Academy of Pediatrics bahkan merekomendasikan pada orang tua dari bayi dengan kondisi-kondisi tersebut untuk menggunakan oatmeal, bukan sereal beras, sebagai MPASI.

AAP juga mengungkapkan bahwa oat bukanlah bagian dari keluarga gandum, jadi lebih aman dikonsumsi oleh bayi dengan penyakit celiac. Termasuk mengurangi risiko terpapar arsenik yang terdapat pada beberapa sereal beras di pasaran.

Baca Juga: Menu MPASI Bayi dari Pasta yang Sehat, Berikut 4 Resep yang Bisa Dicoba

Berapa Banyak Bayi Boleh Makan Oat dalam Sehari?

Kapan Si Kecil Boleh Makan Oat 4

Foto: urbanapronblog.com

Mengutip situs web Parent Circle, berdasarkan pedoman yang dirilis oleh National Institute of Nutrition, jumlah takaran oat yang direkomendasikan adalah 15 gram per hari untuk bayi 6-12 bulan, 30 gram per porsi (2 kali sehari) untuk balita 1-3 tahun, dan 30 gram per porsi (4 kali makan) untuk anak-anak usia 4-6 tahun.

Apakah Oat Bisa Menyebabkan Alergi pada Bayi?

Kapan Si Kecil Boleh Makan Oat 5

Foto: madeof.com

Umumnya, oatmeal merupakan MPASI pertama yang aman untuk bayi karena memiliki risiko rendah menyebabkan reaksi alergi. Namun, tentu saja masih bisa menyebabkan respons alergi sebagai efek samping, terutama jika terkontaminasi dengan gluten gandum.

Oleh karena itu, ketika Moms memperkenalkan oat pada Si Kecil untuk pertama kalinya, awasi gejala-gejala yang mungkin muncul seperti gatal-gatal, ruam, diare, muntah, kesulitan bernafas, dan keluhan gastrointestinal.

Baca Juga: Si Kecil Bosan Puree, Selingi dengan 5 Menu MPASI Ini

Jenis Oat Apa yang Aman dan Baik untuk Bayi?

Kapan Si Kecil Boleh Makan Oat 6

Foto: nutritiouslife.com

Steel-cut oat adalah yang terbaik untuk bayi karena tidak diproses, mudah dimasak, dan masih mengandung semua nutrisi oat utuh. Moms dapat menggunakan steel-cut oat dalam berbagai resep MPASI.

Jadi, bayi boleh makan oat karena kaya nutrisi dan rendah reaksi alergi. Namun, tetap utamakan untuk berkonsultasi dengan dokter anak sebelum Moms mulai memberikan oat pada Si Kecil untuk meminimalisisr efek samping yang mungkin terjadi.

(RGW)

Artikel Terkait