KELUARGA
17 September 2019

Wajib Tahu, Ini 4 Kartun Anak yang Mendidik

Tayangan kartun di bawah ini legendaris dan bermanfaat bagi Si Kecil
Artikel ditulis oleh Phanie Fauziah
Disunting oleh Orami

Selain tampilan warna, penggambaran tokoh, dan jalan cerita yang menarik perhatian anak-anak, tayangan kartun menjadi salah satu media yang baik untuk mengedukasi anak-anak.

Cerita yang realistis juga mengambil dari kehidupan sehari-hari dapat membangun karakter tokoh yang mudah dimengerti oleh anak-anak.

Dilansir dari FirstCry Parenting, ada manfaat yang dapat diambil dari kegiatan menonton kartun seperti pembelajaran awal anak mengenai warna, bentuk, juga angka lewat tayangan kartun.

Lewat tayangan kartun pula, orang tua dapat mengembangkan keterampilan kognitif anak untuk mengingat, memperhatikan, juga melatih logika dan penalaran.

Selain itu anak-anak juga dapat mengasah kreativitas dan meningkatkan daya imajinasi, sehingga anak dapat membuat suatu ide-ide baru.

Baca Juga: Jangan Menyapih Anak Saat Alami 4 Kondisi Ini

Menonton kartun pun dapat memperluas ilmu bahasanya, entah macam-macam bahasa, maupun menambah kosa kata.

Namun, orang tua juga perlu mengetahui kartun apa saja yang baik untuk anak. Berikut kartun anak yang mendidik anak dengan baik.

1. Curious George

kartun yang mengedukasi.jpg

Monyet lucu milik Pria Bertopi Kuning ini merupakan kartun anak yang diangkat dari buku dengan judul yang sama, ditulis oleh Hans Agusto Rey dan Margret Rey.

Tayangan kartun Curious George ini dapat mengajarkan hal-hal dasar seperti mengenal angka dan cara berhitung, mengenali bentuk, serta mengenal jenis-jenis warna.

Karakter George yang memiliki rasa ingin tahu yang besar dapat menjadi contoh yang baik bagi anak agar memiliki rasa penasaran dan ingin belajar lebih.

2. Sofia The First

kartun yang mengedukasi 2.jpg

Kartun anak asal Amerika yang diproduksi oleh Disney ini merupakan kisah seorang putri yang banyak membagikan nilai-nilai sosial melalui cerita kesehariannya.

Serial ini menyuguhkan pengalaman menyenangkan bersama teman-temannya, juga mengenai keseharian mereka selama di Sekolah.

Karakter Sofia ini dapat memberikan pengetahuan kepada anak-anak untuk bersikap baik serta menjadi orang yang cerdas dalam bertindak.

Baca Juga: 7 Fakta Anak Pertama yang Belum Banyak Diketahui

3. Sesame Street

kartun yang mengedukasi 4.jpg

Siapa yang tak kenal Elmo dan kawan-kawannya? Tayangan Sesame Street ini merupakan ciptaan seorang psikolog, Lloyd Morissett yang telah mendapatkan ratusan penghargaan sebagai tayangan yang baik untuk ditonton.

Seorang Psikolog, Daniel R. Anderson dalam penelitiannya menjelaskan bahwa anak-anak dengan usia sekitar 3-5 tahun yang menonton tayangan ini akan memiliki perbendaharaan kata yang lebih banyak, dibandingkan dengan anak-anak yang menonton acara lain.

Kurang lebih 120 negara mengadopsi cerita ini termasuk Indonesia dengan judul Jalan Sesama.

4. Tayo The little Bus

kartun yang mengedukasi 5.jpg

‘Hey Tayo, Hey Tayo! Dia bis kecil ramah’ begitulah kutipan dari lirik lagu sebagai original soundtrack serial Tayo The Little Bus yang sempat viral, salah satunya di Indonesia.

Kartun anak asal Korea Selatan ini sangat digemari oleh banyak anak-anak. Animasi yang dibuat oleh Choi Jong-Il ini menjadi salah satu serial kartun anak yang baik untuk ditonton buah hati.

Selain memberikan pengetahuan mengenai jenis kendaraan, karakter tayo yang ramah, pengalaman-pengalaman sosial, juga mengajarkan anak mengetahui pengetahuan lalu lintas sejak ini.

Baca Juga: Moms, Ajak Anak Bermain 7 Permainan Anak Tradisional Ini, Yuk!

Para orang tua juga tetap perlu mengawasi dan membimbing anak-anak selama menonton kartun.

Pastikan Si Kecil tidak menonton tayangan kartun yang kurang tepat, karena seperti penelitian pakar American Pediatric Academy menemukan bahwa anak-anak yang menonton kartun kejam menjadi agresif, tidak taat, kejam, dan marah.

Kartun membantu anak-anak mengembangkan imajinasi, tetapi dampak negatifnya mungkin bahwa anak-anak dapat tinggal di dunia imajiner untuk jangka waktu yang lama.

Akan lebih baik juga jika memberikan durasi menonton, sehingga anak tidak hanya menghabiskan waktu hanya dengan menonton saja.

(PSF/ERW)

Artikel Terkait