KESEHATAN
22 April 2020

Menkes Umumkan Kategori OTG Virus Corona, Ini Pengertian dan Bahayanya Jika Tak Lakukan PSBB

Kategori ini bisa menjadi pembawa virus tanpa disadari
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Dina Vionetta

Kementerian Kesehatan RI telah mengumumkan kategori baru tentang kelompok pasien COVID-19, yaitu OTG atau Orang Tanpa Gejala virus corona.

Kelompok pasien baru ini ditulis dalam dokumen resmi Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Kementerian Kesehatan RI edisi keempat, pada 27 Maret 2020.

Lalu, seperti apa penjelasan mengenai OTG dan hal-hal penting yang perlu diperhatikan? Baca lebih lanjut untuk mengetahuinya, Moms.

Baca Juga: 10 Mitos dan Fakta Tentang Virus Corona yang Harus Moms Ketahui

Disebut OTG Jika Melakukan Kontak Erat

OTG virus corona-1

Foto: Orami Photo Stock

Menurut pedoman tersebut, disebutkan bahwa orang yang termasuk pada kategori Orang Tanpa Gejala adalah mereka yang tidak bergejala dan memiliki risiko tertular dari orang konfirmasi COVID-19.

Orang Tanpa Gejala (OTG) adalah orang yang melakukan Kontak Erat dengan kasus konfirmasi COVID-19.

Kontak Erat adalah mereka yang melakukan kontak fisik, berada dalam ruangan, atau berkunjung (dalam radius 1 meter) dengan pasien PDP atau positif COVID-19, dalam 2 hari sebelum kasus timbul gejala, hingga 14 hari setelah kasus timbul gejala.

Baca Juga: 9 Istilah Selama Pandemi COVID-19, Moms Sudah Tahu Semuanya?

Kelompok yang Termasuk Kontak Erat

OTG virus corona-12

Foto: Orami Photo Stock

Ada beberapa kelompok yang termasuk dalam kontak erat. Menurut pedoman Kementerian Kesehatan RI, berikut ini orang-orang yang disebut sebagia kontak erat:

  • Petugas kesehatan yang memeriksa, merawat, mengantar dan membersihkan ruangan di tempat perawatan kasus tanpa menggunakan APD sesuai standar.
  • Orang yang berada dalam suatu ruangan yang sama dengan kasus (seperti tempat kerja, kelas, rumah, acara besar) dalam 2 hari sebelum kasus timbul gejala dan hingga 14 hari setelah kasus timbul gejala.
  • Orang yang bepergian bersama (dalam radius 1 meter) dengan segala jenis alat angkut/kendaraan dalam 2 hari sebelum kasus timbul gejala dan hingga 14 hari setelah kasus timbul gejala.

Baca Juga: Bisakah Terjadi Infeksi Virus Corona pada Balita? Berikut Penjelasannya

OTG Bisa Sebarkan Virus Corona Secara Meluas Tanpa Disadari

OTG virus corona-3

Foto: Orami Photo Stock

Satu studi pada jurnal American Association for the Advancement of Science, melakukan kajian kembali tentang penyebaran awal di China. Hasilnya, ditemukan bahwa orang yang tertular virus tetapi mengalami gejala ringan dapat memicu penyebaran virus COVID-19.

Lebih lanjut, dijelaskan bahwa begitu banyak kasus-kasus yang tidak dicatat, gejalanya ringan atau bahkan tanpa gejala.

Dengan kata lain, begitu banyak orang merupakan "stealth carrier" (pembawa virus yang tersembunyi), karena mereka memiliki virus tanpa sadar, dan mungkin bisa menjadi faktor utama dalam penyebaran virus corona.

Baca Juga: Tekan Penyebaran COVID-19 di Indonesia, Ini Daerah yang Melakukan PSBB

Pentingnya Social Distancing untuk Mengurangi Penyebaran

OTG virus corona-5.jpg

Foto: inforum.com

Ahli paru Joseph Khabbaza, MD, mengatakan pentingnya mengikuti instruksi dari pemerintah dan lembaga medis tentang tindakan perlindungan seperti karantina dan menjaga jarak sosial (social distancing).

"Begitu banyak orang dengan gejala minimal atau tanpa gejala COVID-19, dan tidak mungkin mengetahui berapa banyak orang yang benar-benar membawa virus. Sehingga, tindakan pencegahan pun semakin penting," jelasnya mengutip Cleveland Clinic.

Karena itu, ada baiknya Moms dan keluarga mengikuti arahan dari pemerintah untuk PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), dengan tidak mengadakan perkumpulan sosial dan melakukan aktivitas sehari-hari di rumah saja.

Hal ini dapat mengurangi kemungkinan Moms dan anggota keluarga lain menjadi OTG virus corona yang bisa menjadi pembawa virus tanpa disadari, dan membahayakan orang sekitar.

Jika Moms merasakan gejala COVID-19 seperti batuk, demam, sesak napas, atau ingin mengetahui informasi yang terpercaya tentang virus COVID-19 di Indonesia, hubungi Hotline Virus Corona 119 ext. 9.

Artikel Terkait