RUPA-RUPA
18 April 2020

Kebiasaan Makan yang Buruk Selama Bulan Ramadan

Bisa berisiko bagi kesehatan!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Dina Vionetta

Bulan Ramadan sebentar lagi tiba dan semua kaum Muslim merasa bersemangat untuk menyambutnya, termasuk Moms dan keluarga.

Beberapa dari Moms mungkin menjadikan bulan Ramadan sebagai cara untuk menurunkan berat badan, atau membentuk pola makan yang sehat.

Awal-awal bulan Ramadan memang terasa berat, karena Moms harus menahan lapar dalam waktu yang lama hingga saatnya berbuka puasa.

Karenanya, penting untuk mengonsumsi makanan yang padat nutrisi agar dapat kenyang lebih lama.

Kebiasaan Makan Selama Bulan Ramadan

Dikutip dari Journal of Research in Medical Sciences, selain faktor jenis makanan, Moms juga perlu perhatikan kebiasaan makan yang baik. Ada beberapa kebiasaan makan yang buruk yang bisa memberikan risiko kesehatan.

Tentu hal ini tidak terjadi, bukan?

Karenanya, hindari 4 kebiasaan makan yang buruk saat bulan Ramadan ini, seperti dikutip dari Muslim Matters.

1. Berbuka Puasa dengan Makanan Berminyak

habitmakan1

Foto: nutritionadvance.com

Gorengan, pangsit goreng, ayam goreng, kentang goreng, sayap, dan lain sebagainya. Makanan ini memang nikmat dihidangkan sebagai makanan berbuka puasa, dan Moms mungkin tidak pernah melewatkan salah satu camilan ini.

Namun tahukah Moms, kebiasaan makan makanan berminyak untuk berbuka puasa sangat merugikan sistem pencernaan. Makan makanan berminyak pada perut kosong dapat menyebabkan gangguan pencernaan.

Akibatnya, menyebabkan kram dan kembung perut yang membuat Moms justru ingin melewatkan salat Tarawih. Ini juga bisa sangat mengganggu kesehatan dan kebugaran tubuh.

Di satu sisi, keinginan untuk makan makanan ini juga bisa dipengaruhi oleh tubuh Moms sendiri. Para peneliti yang menggunakan pemindaian otak MRI fungsional menemukan bahwa, saat perut kosong, tubuh berfokus untuk mendapatkan makanan berkalori tinggi untuk mencoba mendapatkan kadar gula darah agar kembali normal.

Inilah sebabnya, ketika Moms lapar, Moms hampir mau makan apa saja, terutama makanan berlemak.

Baca Juga: Daging Ayam vs Daging Bebek, Mana yang Lebih Sehat?

2. Makan Terlalu Cepat

habitmakan2

Foto: youtube.com

Meski Moms mungkin memang harus mengejar waktu salat, tetapi lebih baik untuk mengunyah makanan secara pelan. Duduk dan nikmati. Otak membutuhkan sekitar 15-20 menit sebelum menandakan bahwa Moms kenyang.

Ini berarti jika Moms makan lebih cepat dari sinyal otak, Moms bisa makan lebih banyak dari yang butuhkan. Satu penelitian di Jepang menemukan bahwa makan terlalu cepat sangat terkait dengan kelebihan berat badan.

Baca Juga: 7 Takjil Legendaris yang Selalu Ada Tiap Bulan Ramadan, Enak!

3. Tidak Cukup Minum Air Putih

habitmakan3

Foto: brita.co.uk

Di bulan Ramadan, Moms bisa hampir tidak minum cukup air di hari normal, dan dengan hanya sekitar 6 jam makan, tidak mengherankan bahwa Moms mungkin merasa dehidrasi.

Air adalah hal penting yang perlu Moms dapatkan, terutama selama bulan Ramadan.

Tidak minum cukup cairan dapat menyebabkan beberapa gangguan seperti dehidrasi, sembelit, dan penyakit pencernaan lainnya yang dapat menghambat puasa di bulan Ramadan.

4. Melewatkan Sahur

habitmakan4

Foto: health.harvard.edu

Percaya atau tidak, beberapa orang melewatkan sahur karena mereka beranggapan jika hal tersebut membuat mereka justru lebih lapar, sementara beberapa orang lain hanya menginginkan sedikit waktu tidur tambahan.

Memang benar bahwa makan sahur adalah sunnah dan seseorang memiliki pilihan, tetapi ketika sahur dilewatkan, Moms tidak hanya kehilangan imbalan besar, tetapi juga membuat diri gagal.

Ada banyak penelitian yang menunjukkan bahwa makan sarapan sehat memberikan manfaat fisik dan mental yang luar biasa yang membuat seseorang merasa baik sepanjang hari.

Selain itu, ketika Moms melewatkan sarapan atau sahur, Moms cenderung mendapatkan porsi serat, vitamin, dan mineral yang direkomendasikan.

Ini sangat penting dalam membantu mencapai kesehatan optimal yang diperlukan untuk bertahan selama bulan Ramadan.

Baca Juga: Selain Air Putih, Balita Juga Bisa Konsumsi 4 Minuman Ini Saat Sahur

Artikel Terkait