BALITA DAN ANAK
23 November 2019

3 Kelainan Bentuk Tulang Belakang pada Balita, Yuk Cari Tahu!

Membuat postur tubuh balita terlihat tidak normal
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Kelainan bentuk tulang belakang pada balita bisa terjadi pada berbagai tahap perkembangan, baik saat masih dalam kandungan, semasa bayi, ataupun di masa balita dan kanak-kanak.

Mengutip WebMD.com, bentuk tulang belakang balita yang sehat akan tampak lurus bila dilihat dari belakang dan tampak sedikit melengkung bila dilihat dari samping.

Sedangkan kelainan bentuk tulang belakang pada balita dapat dikenali dari tulang belakang yang terlihat tidak sejajar ataupun terlihat melengkung berlebihan pada area tertentu.

Lalu, apa saja tipe kelainan bentuk tulang belakang pada balita dan apa penyebabnya? Simak dulu informasi berikut untuk tahu jawabannya ya, Moms.

Baca Juga: Balita Jatuh Terduduk? Segera Kenali Gejala Tulang Ekor Retak Berikut

1. Kifosis

Kifosis, 1 dari 3 Tipe Kelainan Bentuk Tulang Belakang Pada Balita 1.jpg

Foto: Melissalucciphotography.com

Kelainan bentuk tulang belakang pada balita yang pertama adalah kifosis. Menurut Stanford Children’s Health, kifosis adalah kelainan bentuk tulang belakang di mana tulang belakang bagian atas melengkung keluar lebih dari 50 derajat sehingga punggung terlihat bungkuk.

Selain karena bawaan lahir, kifosis pada balita bisa terjadi karena berbagai sebab seperti:

  • Masalah metabolik.
  • Kondisi neuromuskular.
  • Brittle bone disease, kondisi yang membuat tulang sangat mudah patah.
  • Spina bifida.
  • Penyakit Scheuermann.
  • Infeksi atau tumor tulang belakang.

Kebiasaan duduk dengan posisi merosot dan bertumpu pada punggung di masa balita juga bisa menyebabkan kifosis postural saat Si Kecil remaja nanti lho, Moms.

Kifosis pada balita bisa dikenali dari gejala seperti perbedaan tinggi bahu, kepala cenderung lebih condong ke depan dibanding bagian tubuh lain, perbedaan posisi tulang belikat, bagian belakang punggung terlihat lebih tinggi saat tubuh Si Kecil sedang condong ke depan.

2. Lordosis

Kifosis, 1 dari 3 Tipe Kelainan Bentuk Tulang Belakang Pada Balita 2.jpg

Foto: Romper.com

Seperti dijelaskan ensiklopedia kesehatan University of Rochester, lordosis atau swayback adalah kelainan bentuk tulang belakang pada balita di mana area bawah tulang belakang melengkung ke arah dalam secara berlebihan.

Ada dua jenis lordosis pada balita, yaitu lordosis di bagian bawah punggung dan lordosis servikal. Nah, penyebab umum lordosis pada balita di antaranya adalah:

  • Spondyolisthesis: Kondisi akibat bergesernya salah satu tulang belakang ke arah tulang dibawahnya.
  • Achondroplasia: Gangguan pertumbuhan tulang.
  • Discitis: Peradangan pada ruang di antara tulang belakang akibat infeksi.

Bila tak segera ditangani, tulang belakang yang melengkung abnormal akibat lordosis bisa membuat Si Kecil kesulitan dan merasa sakit saat bergerak lho, Moms.

Baca Juga: Mengenal Brittle Bone Disease, Penyakit Tulang Langka Pada Balita

3. Skoliosis

Kifosis, 1 dari 3 Tipe Kelainan Bentuk Tulang Belakang Pada Balita 3.jpg

Foto: Sleepingshouldbeeasy.com

Skoliosis adalah kelainan bentuk tulang belakang pada balita yang melengkung ke samping seperti huruf C atau S. Sebagian kecil kasus skoliosis disebabkan oleh cerebral palsy atau distrofi otot, tapi mayoritas lainnya tidak diketahui secara pasti penyebabnya.

Menurut data Children’s Hospital of Philadelphia, sebagian besar kasus skoliosis terdeteksi di usia 10 sampai 15 tahun. Namun tipe infantile idiopathic scoliosis bisa dideteksi pada balita berusia 0-3 tahun.

Gejala umum skoliosis pada balita di antaranya adalah:

  • Bahu miring dan tidak sejajar, dengan satu tulang belikat terlhat lebih menonjol.
  • Rusuk yang terlihat lebih menonjol pada satu sisi.
  • Tinggi dan posisi pinggul yang tidak sejajar.
  • Tubuh Si Kecil tampak seperti selalu miring ke kiri.

Baca Juga: Awas, 4 Penyakit Tulang Pada Balita Ini Mengintai si Kecil

Kelainan bentuk tulang belakang pada balita bisa ditangani dengan latihan postur, pemakaian alat penguat, atau prosedur operasi tergantung dengan tingkat keparahannya.

Semakin cepat kelainan tulang belakang pada balita dideteksi, akan semakin besar pula kemungkinan Si Kecil tumbuh dengan postur tubuh yang normal. Jadi jangan ragu berkonsultasi dengan dokter bila melihat gejala di atas ya, Moms.

Nah, apa Moms tahu apa yang bisa dilakukan untuk menjaga postur tubuh balita tetap baik hingga tumbuh besar nanti?

(WA)

Artikel Terkait