NEWBORN
31 Juli 2020

7 Jenis Kelainan Ginjal pada Bayi dan Bayi dalam Kandungan, Moms Wajib Tahu!

Beberapa kelainan fungsi ginjal ternyata bisa didiagnosis saat bayi masih dalam kandungan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Waritsa Asri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Ginjal memainkan peran penting dalam tubuh. Organ tubuh ini bertindak sebagai sistem penyaringan tubuh, membantu mengontrol kadar air dan menghilangkan limbah melalui urin (kencing).

Ginjal juga membantu mengatur tekanan darah, produksi sel darah merah, dan kadar kalsium dan mineral.

Tetapi terkadang, ada beberapa bayi yang dilahirkan dalam kondisi ginjal tidak berkembang dengan baik. Sehingga, ginjal tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Seringkali masalah ini disebabkan oleh infeksi, trauma, penyakit sistemik hingga adanya penyumbatan atau refluks urin.

Namun, umumnya, kelainan fungsi ginjal pada bayi disebabkan oleh faktor genetik dan bukan karena apa yang orang tua lakukan atau tidak lakukan.

Banyak dari masalah kelainan fungsi ginjal ini dapat didiagnosis sebelum bayi dilahirkan melalui tes prenatal rutin dan diobati dengan obat-obatan atau pembedahan saat anak masih muda.

Masalah lain mungkin muncul kemudian, dengan gejala seperti infeksi saluran kemih (ISK), masalah pertumbuhan, atau tekanan darah tinggi (hipertensi).

Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) kelainan fungsi ginjal atau penyakit ginjal dapat menyerang anak-anak dengan berbagai cara, mulai dari gangguan yang dapat diobati tanpa konsekuensi jangka panjang hingga kondisi yang mengancam jiwa.

Baca Juga: Mengenal Pediatrik Hidronefrosis: Pembengkakan Ginjal Akibat Penumpukan Urin Pada Bayi

Penyakit ginjal akut berkembang secara tiba-tiba, berlangsung dalam waktu singkat, dan dapat menjadi serius dengan konsekuensi jangka panjang atau dapat hilang sepenuhnya setelah penyebab yang mendasarinya telah diobati.

Penyakit ginjal kronis atau Chronic Kidney Disease (CKD) tidak hilang dengan perawatan dan cenderung semakin buruk dari waktu ke waktu.

CKD biasanya mengarah pada gagal ginjal, yang digambarkan sebagai penyakit ginjal stadium akhir ketika dirawat dengan transplantasi ginjal atau perawatan penyaringan darah yang disebut dialisis.

Kelainan Ginjal pada Bayi

Ada beberapa kelainan ginjal yang paling umum terjadi pada bayi. Berikut beberapa kelainan ginjal yang biasanya diderita bayi:

1. Obstruksi Katup Uretra Posterior

Mengenal Beberapa Kelainan Fungsi Ginjal atau Penyakit Ginjal pada Bayi

Foto: parenthub.co.au

Kelainan fungsi ginjal pada bayi ini berupa penyempitan atau obstruksi uretra yang hanya memengaruhi anak laki-laki.

Kelainan ini dapat didiagnosis sebelum bayi lahir atau setelah dan dirawat dengan operasi.

Baca Juga: Ketahui 8 Kelainan Tabung Saraf yang Bisa Terjadi Pada Bayi

2. Hidronefrosis Janin

Mengenal Beberapa Kelainan Fungsi Ginjal atau Penyakit Ginjal pada Bayi

Foto: niddk.nih.gov

Selanjutnya, kelainan ginjal pada bayi yang lainnya adalah pembesaran salah satu atau kedua ginjal yang disebabkan oleh obstruksi pada saluran kemih yang berkembang atau suatu kondisi yang disebut refluks vesikoureteral (VUR) di mana urin mengalir secara abnormal ke belakang (atau refluks) dari kandung kemih ke ureter.

Hidronefrosis janin biasanya didiagnosis sebelum anak lahir dan perawatannya sangat bervariasi.

Dalam beberapa kasus kondisi ini hanya membutuhkan pemantauan berkelanjutan. Pada kasus yang lain, pembedahan harus dilakukan untuk membersihkan sumbatan dari saluran kemih.

3. Penyakit Ginjal Polikistik (PKD)

Mengenal Beberapa Kelainan Fungsi Ginjal atau Penyakit Ginjal pada Bayi

Foto: infokid.org.au

Ini adalah kondisi di mana banyak kista berisi cairan berkembang di kedua ginjal.

Kista dapat berkembang biak begitu banyak dan tumbuh begitu besar sehingga menyebabkan gagal ginjal. Sebagian besar bentuk PKD diwariskan.

Dokter dapat mendiagnosisnya sebelum atau setelah anak lahir. Dalam beberapa kasus, tidak ada gejala, namun pada orang lain, PKD dapat menyebabkan ISK, batu ginjal, dan tekanan darah tinggi.

Perawatan untuk PKD bervariasi, pada beberapa kasus dapat dikelola dengan perubahan pola makan, sementara kasus yang lain membutuhkan transplantasi atau dialisis ginjal.

4. Penyakit Ginjal Multikistik (MKD)

Mengenal Beberapa Kelainan Fungsi Ginjal atau Penyakit Ginjal pada Bayi

Foto: uncchildrens.org

Ini adalah ketika kista besar berkembang di ginjal yang belum berkembang dengan baik, akhirnya menyebabkan ginjal berhenti bekerja.

Sementara PKD selalu mempengaruhi kedua ginjal, MKD biasanya mempengaruhi hanya satu ginjal.

Kabar baiknya, ginjal yang tidak terpengaruh mengambil alih dan kebanyakan orang dengan MKD akan memiliki fungsi ginjal yang normal. MKD biasanya didiagnosis dengan USG prenatal sebelum lahir.

Dokter mengelolanya dengan memantau tekanan darah dan skrining untuk ISK bila diperlukan. Sangat jarang, pengangkatan ginjal dengan operasi mungkin diperlukan.

Baca Juga: Ini Dia Makanan yang Baik untuk Meningkatkan Fungsi Ginjal Anak

Kelainan Ginjal pada Bayi dalam Kandungan

Ginjal Si Kecil dalam kandungan mulai berkembang dari bulan pertama itu sendiri. Ginjal memproduksi urin untuk mempertahankan kadar elektrolit dan cairan dalam tubuh.

Masalah pada ginjal dapat menciptakan berbagai komplikasi kesehatan di kemudian hari. Namun, dengan intervensi dan pemantauan medis yang tepat waktu, berbagai risiko terkait yang mungkin terjadi saat lahir dapat dikurangi.

Ada berbagai jenis kelainan ginjal pada bayi dalam kandungan. Berikut di antaranya:

1. Penyakit Ginjal Polikistik

kelainan ginjal pada bayi dalam kandungan

Foto: Orami Photo Stock

Untuk kasus ini, kista mulai berkembang di ginjal bayi yang belum lahir. Dilansir dari artikel Livestrong.com, ketika mereka tumbuh, kista dapat merusak jaringan ginjal. Penyakit ginjal ini biasanya terjadi karena masalah mutasi genetik.

Untuk kondisi penyakit ginjal polikistik ini, dokter kemungkinan besar akan merekomendasikan obat-obatan yang akan membantu menjaga tekanan darah tetap terkendali.

Terkadang, penyakit ginjal polikistik juga dapat menyebabkan infeksi saluran kemih. Dokter mungkin meresepkan antibiotik untuk mengobatinya. Jika ada gagal ginjal karena kondisi ini, dokter dapat merekomendasikan transplantasi ginjal atau dialisis.

2. Hidronefrosis

kelainan ginjal pada bayi dalam kandungan

Foto: Orami Photo Stock

Kelainan ginjal pada bayi dalam kandungan selanjutnya adalah hidronefrosis. Salah satu masalah ginjal bayi yang belum lahir bisa membengkak. Pembengkakan ginjal dapat menyebabkan bagian yang seperti corong dari ginjal membesar. Pelebaran dapat terjadi pada satu atau kedua ginjal.

Selain itu, pelebaran dapat terjadi dengan atau tanpa halangan apa pun. Beberapa penghalang yang umum adalah kandung kemih Neurogenik, Ureterocele, obstruksi persimpangan Ureterovesical (UVJ), Obstruksi persimpangan Ureteropelvic (UPJ) dan katup uretra Posterior.

Untuk kelainan hidronefrosis, dokter akan mencoba dan menghilangkan penyumbatan yang membuat urin kembali ke ginjal.

3. Ginjal Dysplastic Multicystic Janin

kelainan ginjal pada bayi dalam kandungan

Foto: Orami Photo Stock

Dalam kondisi ini, kista seperti anggur mulai berkembang di ginjal bayi yang belum lahir. Kelainan ginjal ini terjadi selama perkembangan ginjal janin.

Untuk kasus ini, dokter akan memantau perkembangan kondisi melalui ultrasonografi prenatal.

Baca Juga: Wajib Minum. Ini Dia Minuman yang Baik untuk Ginjal Anak

Dilansir kidney.org, masalah ginjal pada bayi dalam kandungan termasuk dalam kasus yang jarang. Dokter maupun peneliti masih mencari mengapa hal tersebut terjadi.. Namun, dokter menyebut masalah yang timbul pada perkembangan saluran kemih pada janin sebagai bawaan.

  • Berdasarkan artikel Genetic Home Reference, mutasi genetik adalah penyebab utama penyakit ginjal Polikistik janin.
  • Hidronefrosis terjadi ketika penyumbatan membuat urin kembali ke ginjal.
  • Ginjal displastik multikistik janin terjadi ketika ginjal tidak terbentuk dengan benar pada bayi yang belum lahir.

Sayangnya, tidak ada pengobatan untuk penyakit ginjal displastik multikistik janin dan penyakit ginjal polikistik pada bayi yang belum lahir.

Nah, itu tadi beberapa kelainan ginjal yang bisa terjadi pada bayi dan bayi dalam kandungan yang perlu diketahui. Kabar baiknya, beberapa di antaranya bisa didiagnosis sebelum bayi lahir ya Moms.

Artikel Terkait