KEHAMILAN
7 Juli 2020

Keluar Darah dari Vagina Saat Ovulasi, Normalkah?

Normal kok Moms, tetapi ...
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Reksita
Disunting oleh Dina Vionetta

Umumnya perdarahan vagina muncul saat menstruasi atau di antara dua siklus menstruasi (implantasi).

Tetapi, bagaimana jika beberapa wanita mengeluhkan keluar darah saat ovulasi? Apakah itu hal yang normal?

Apa Itu Perdarahan Ovulasi?

Keluar Darah Dari Vagina Saat Ovulasi, Normalkah? 1

Foto: freepik.com

Perdarahan ovulasi, menurut Ava Women, terjadi segera setelah ovulasi atau sekitar 10 - 16 hari setelah menstruasi.

Ini disebabkan oleh lonjakan hormon estrogen yang sangat drastis saat ovulasi dan diikuti oleh penurunan estrogen yang juga sangat cepat.

Jenis perdarahan vagina ini juga memiliki ciri khusus, yaitu:

  • Hanya keluar setelah ovulasi. Meskipun beberapa wanita berovulasi lebih awal atau lebih lambat, alat uji ovulasi dapat digunakan untuk membantu menentukan waktu ovulasi.
  • Perdarahan terjadi hanya sekali setiap bulan di sekitar waktu yang sama.
  • Perdarahan berhenti dengan sendirinya dalam beberapa jam/ hari dan tidak berat ataupun menyakitkan.

Baca Juga: 10 Penyebab Anovulasi (Tubuh Tidak Melepaskan Sel Telur) dan Cara Mengatasinya

Apa Yang Menyebabkan Keluar Darah Saat Ovulasi?

Keluar Darah Dari Vagina Saat Ovulasi, Normalkah? 2

Foto: freepik.com

Medical News Today menjelaskan bahwa ovulasi yang hanya berlangsung selama beberapa menit atau jam dipicu oleh respons hormonal dalam tubuh.

Di mana estrogen adalan salah satu hormon yang paling penting dalam proses ini.

Kemudian, pada hari-hari menjelang ovulasi, kadar estrogen terus meningkat.

Namun, setelah sel telur keluar dari rahim, kadar estrogen menurun dan kadar progesteron mulai meningkatkan.

Pergeseran keseimbangan antara kadar estrogen dan progesteron inilah yang menyebabkan keluar darah saat ovulasi, yang biasanya jauh lebih ringan daripada siklus menstruasi biasanya.

Baca Juga: Cara Mudah Menghitung Siklus Ovulasi, Yuk Coba!

Apakah Perdarahan Ovulasi Hal Yang Normal?

Keluar Darah Dari Vagina Saat Ovulasi, Normalkah? 3

Foto: freepik.com

Meskipun menurut sebuah penelitian di American Journal of Epidemiology perdarahan ovulasi hanya terjadi pada sekitar 3 persen wanita di dunia.

Linda Bradley, M.D., seorang OB-GYN dan direktur layanan histeroskopi di Cleveland Clinic Foundation, Cleveland, melalui Medscape mengatakan bahwa ini adalah sesuatu yang masih tergolong normal.

“Jenis perdarahan ini terjadi pada 10% - 30% wanita dan dianggap normal. Akibat lonjakan estrogen ecara tiba-tiba saat ovulasi yang kemudian turun, menyebabkan destabilisasi endometrium. Pasien hanya perlu diyakinkan bahwa ini adalah kejadian umum dan merupakan cara tubuhnya merespons perubahan hormon yang terkait dengan siklus menstruasinya.”

Namun, jika perdarahan disertai dengan munculnya gejala seperti kram atau tidak kunjung berhenti selama beberapa hari, sesuatu selain perdarahan ovulasi mungkin menjadi penyebab yang patut dicurigai.

Baca Juga: 5 Tips Berhubungan Seks Saat Masa Ovulasi Agar Cepat Hamil

Adapun beberapa faktor yang dapat menyebabkan perdarahan vagina di antara dua siklus menstruasi selain perdarahan ovulasi adalah sebagai berikut ini:

  1. Perdarahan implantasi, biasanya terjadi 10 hari setelah ovulasi dan hanya berupa bercak darah.
  2. Perdarahan di awal kehamilan, yang kemungkinan berkaitan dengan perdarahan subchorionic (relatif tidak berbahaya) hingga kehamilan ektopik yang berpotensi mengancam jiwa.
  3. Siklus anovulasi yang dapat disebabkan oleh berbagai kondisi medis.
  4. Kelainan struktural rahim atau ovarium seperti pada wanita dengan polip rahim atau endometriosis.
  5. Penyakit ginjal atau hati yang menyebabkan pembekuan darah hingga perdarahan abnormal.
  6. Masalah tiroid.
  7. Perawatan hormon, termasuk pil KB dan obat kesuburan.
  8. Obat-obatan seperti antikonvulsan dan antipsikotik.
  9. Penyakit hipofisis atau kelenjar pituitari yang membantu mengatur hormon yang berhubungan dengan siklus menstruasi.
  10. Infeksi menular seksual seperti gonore atau klamidia.
  11. Tumor ovarium, terutama yang menghasilkan estrogen.

Selain itu, meskipun jarang, perdarahan abnormal di luar siklus menstruasi dapat menjadi gejala dari kanker serviks atau endometrium.

Jadi, itulah penjelasan mengenai keluar darah saat ovulasi yang ternyata normal terjadi pada beberapa wanita. Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter jika Moms khawatir dengan perdarahan yang keluar di antara dua siklus menstruasi.

Baca Juga: Vagina Berdarah Saat Berhubungan Intim, Wajar Atau Malah Berbahaya?

Artikel Terkait