TRIMESTER 1
5 Oktober 2020

Ini Kenaikan Berat Badan Ibu Hamil yang Normal, Moms Wajib Tahu!

Beda, kehamilan satu janin dan janin kembar
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Moms yang sedang hamil tentu penasaran berapa kenaikan berat badan ibu hamil yang normal. Nah, temukan jawabannya di sini ya Moms.

Makan makanan yang sehat dan seimbang akan membantu bayi Moms dalam kandungan untuk mendapatkan nutrisi yang dia butuhkan dan tumbuh dengan kecepatan yang sehat. Tapi berapa banyak kalori ekstra yang benar-benar Moms butuhkan?

Saat hamil, Moms mungkin pernah mendengar, sekarang kalau makan untuk dua orang, untuk ibu dan bayi dalam kandungan. Jadi, porsi makan ibu hamil harus double.

Padahal, hal tersebut keliru! Yang benar, Moms harus makan lebih bergizi daripada sebelumnya, karena ada kehidupan lain yang terngah tumbuh bergantung pada pilihan makanan Moms.

“Makan untuk dua orang bukan berarti memiliki dua, tiga, atau empat porsi. Ini berarti bahwa ibu sadar memerlukan sedikit lebih banyak kalori tambahan kehamilan dan kalori tersebut harus padat nutrisi untuk mendukung kesehatan ibu dan kesehatan bayi,” ujar dokter kesehatan perempuan Karen Cooper, DO.

Baca Juga: 9 Tips Agar Berat Badan Tak Melonjak Naik Saat Hamil

Mengutip Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kenaikan berat badan ibu hamil penting untuk kesehatan kehamilan kita dan untuk kesehatan jangka panjang ibu dan calon bayi di dalam perut. Tanyakan kepada dokter kandungan Moms tentang berapa kenaikan berat badan ibu hamil yang seharusnya.

Namun kenaikan berat badan ibu hamil bisa berbada sehingga tidak ada pedoman resmi tentang berapa banyak berat badan yang harus kita tambah. Hal terpenting adalah menjaga kenaikan berat badan ibu hamil masih pada tingkat yang aman dan sehat untuk Moms dan bayi dalam kandungan.

Hanya sebagian dari berat badan yang Moms naikkan saat hamil akan menjadi lemak tubuh. Hal lain yang menyebabkan kenaikan berat badan pada ibu hamil antara lain:

  • berat bayi
  • plasenta
  • cairan ketuban (air di sekitar bayi)
  • payudara Moms yang sedang tumbuh
  • peningkatan darah yang dibutuhkan
  • retensi cairan alami.

Beberapa wanita bahkan mungkin mengalami penurunan berat badan selama beberapa bulan pertama, terutama jika mereka mengalami mual di pagi hari, dan hal itu sangat normal. Tetapi jangan mencoba menurunkan berat badan saat Moms hamil karena ini tidak sehat untuk Moms atau calon bayi nantinya.

Untuk lebih jelasnya, simak mengenai kenaikan berat badan ibu hamil berikut ini yuk, Moms.

Kenaikan berat Badan pada Ibu Hamil yang Normal

Ibu Hamil Wajib Tahu, Kenaikan Berat Badan Normal Selama Kehamilan - 1.jpg

Foto: babycenter.com

Kecukupan gizi berpengaruh pada kenaikan berat badan ibu hamil. Lalu, sebenarnya berapa sih kenaikan berat badan ibu hamil yang normal?

1. Kenaikan Berat Badan Ibu Hamil yang Normal dengan Satu Janin

Sebuah studi yang diterbitkan Journal of the American Medical Association (JAMA) pada 2017 lalu menunjukkan bahwa lebih dari dua pertiga ibu hamil mengalami kelebihan atau kekurangan berat badan dari angka berat badan selama kehamilan yang direkomendasikan. Kondisi tersebut berisiko terhadap masalah kesehatan untuk ibu dan bayinya.

Rekomendasi kenaikan berat badan ibu hamil yang normal menurut American Pregnancy Association, sebagai berikut:

  • Perempuan yang memulai kehamilan dengan indeks massa tubuh/Body Mass Index (BMI) 18,5 hingga 24,9 sebaiknya mendapatkan kenaikan berat badan 25 - 35 pon atau setara dengan 11,5–16 kilogram.
  • Perempuan underweight sebelum hamil dengan BMI kurang dari 18,5 sebaiknya sebaiknya mendapatkan kenaikan berat badan antara 28-40 pon atau sekitar 12,5 –18 kilogram.
  • Perempuan yang kelebihan berat badan, dengan BMI 25-29 sebelum kehamilan, sebaiknya mendapatkan kenaikan berat badan antara 15-25 pon atau sekitar 7 –11,5 kilogram.
  • Perempuan gemuk dengan BMI sebelum kehamilan lebih dari 30+ harus berjuang untuk kenaikan berat badan antara 11-20 pon atau 5 – 9 kilogram.

”Tetap dalam pedoman yang disarankan adalah cara terbaik untuk mencegah komplikasi kehamilan seperti diabetes, hipertensi dan preeklampsia dan membantu melindungi bayi yang sedang tumbuh,” kata Dr. Cooper.

Menurut dr. Muhammad Fadli, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, RS Pondok Indah – Pondok Indah, kenaikan berat badan ibu hamil yang normal adalah tergantung dengan body mass index (BMI) sebelum ibu mengandung.

Cara untuk menentukan BMI ibu adalah dengan membagi berat badan (kilogram) dengan tinggi badan kuadrat (meter).

Baca Juga: 3 Cara Mencegah Berat Badan Turun di Trimester Pertama Kehamilan

2. Kenaikan Berat Badan Ibu Hamil yang Normal dengan Janin Kembar

Jika Moms memiliki bayi kembar, maka mendapatkan jumlah berat badan ibu yang tepat akan memengaruhi berat badan bayi. Apalagi, pada kehamilan bayi kembar sering terjadi kelahiran sebelum Hari Prediksi Lahir/HPL. Padahal, berat badan bayi tinggi penting bagi kesehatan mereka.

Berikut rekomendasi kenaikan berat badan ibu hamil yang normal dengan anak kembar.

  • Berat badan sehat (BMI 18,5 hingga 24,9) penambahan berat badan ibu sekitar 17 – 25 kilogram
  • Kelebihan berat badan (BMI 25 hingga 29,9) 14 – 23 kilogram
  • Obesitas (BMI 30 atau lebih) 11 – 19 kilogram

Itulah kenaikan berat badan ibu hamil yang normal. Kuncinya adalah mengonsumsi makanan sehat untuk memberikan nutrisi penting bagi janin dalam kandungan. Ingat Moms, apapun yang Moms konsumsi ikut di konsumsi buah hati.

Jika Moms makan makanan yang tidak sehat saat hamil, maka bayi dalam kandungan juga makan makanan yang tidak sehat. Jadi, yuk pilih makanan yang sehat.

Kenaikan Berat Badan Ibu Hamil Per Trimester

Ibu Hamil Wajib Tahu, Kenaikan Berat Badan Normal Selama Kehamilan- 2.jpg

Foto: healthline.com

Tidak seperti persamaan yang digunakan untuk menghitung BMI, proses penambahan pound bukanlah ilmu pasti. Tingkat kenaikan berat badan ibu hamil akan bergantung pada berbagai faktor, seperti metabolisme tubuh, tingkat aktivitas kita dan genetika kita, makanya mengapa penting untuk menjaga janji temu dengan dokter selama kehamilan kita.

Meskipun demikian, American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menawarkan pedoman kenaikan berat badan ibu hamil secara umum berdasarkan berbagai rentang BMI, yang bervariasi menurut trimester.

  • Selama trimester pertama. Bayi Moms masih kecil, yang berarti Moms tidak perlu menambah berat badan lebih dari 1-2 kg. Namun, jika Moms menderita mual di pagi hari, maka mungkin tidak mendapatkan asupan apapun (atau bahkan mungkin kehilangan sedikit). Tidak apa-apa, selama nafsu makan Moms meningkat dan berat badan meningkat pada trimester kedua.
  • Pada trimester kedua. Bayi Moms mulai tumbuh dengan sungguh-sungguh. Pertambahan berat badan kita harus meningkat sehingga, jika Moms memulai kehamilan dengan berat badan normal, Moms akan mendapatkan total sekitar 6 kg.
  • Pada trimester ketiga. Pada trimester ini pertambahan berat badan bayi akan meningkat, tetapi berat badan kita mungkin mulai berkurang dengan kenaikan bersih sekitar 4,5 kg. Beberapa wanita menemukan berat badan mereka tetap stabil atau bahkan turun 1 kg selama bulan kesembilan, ketika bagian perut yang semakin ketat dapat membuat kesulitan mencari ruang untuk makanan.

Baca Juga: Kebiasaan Saat Hamil Ini Meningkatkan Risiko Berat Badan Bayi Lahir Rendah

Kenaikan berat badan ibu hamil secara bertahap sama pentingnya dengan jumlah berat badan yang kita naikkan, karena bayi membutuhkan suplai nutrisi dan kalori yang stabil untuk tumbuh selama ia tinggal di dalam rahim. Jumlah berat badan yang harus Anda naikkan setiap minggu pada trimester dua dan tiga berbeda bergantung pada BMI.

Jika Moms mengandung anak kembar, rekomendasi kenaikan berat badan untuk wanita dengan berat rata-rata adalah 16 hingga 24 kg. Wanita yang kelebihan berat badan harus menambah berat badan 14 hingga 22 kg, dan wanita gemuk harus menambah 11 hingga 14 kg.

Namun dikatakan lagi, ini bukanlah rumus yang benar-benar terjadi, karena akan ada minggu-minggu ketika pengendalian diri kita goyah dan itu akan menjadi hambatan menuju total penambahan berat badan yang ideal.

Dan akan ada minggu-minggu di mana makan akan terasa terlalu merepotkan. Cobalah untuk tidak menekankan skala ini. Selama perolehan secara keseluruhan Moms sesuai target dan nilainya rata-rata di atas, Moms sudah berada di jalur yang benar.

Tabel Kenaikan Berat Badan Ibu Hamil

Berikut ini tabel kenaikan berat badan ibu hamil yang normal sesuai dengan rekomendasi CDC.

kenaikan berat badan ibu hamil

Cara Mendapatkan Kenaikan Berat Badan Ibu Hamil sesuai Anjuran

berat badan ideal ibu hamil

Foto: Orami Photo Stock

Beberapa cara berikut ini bisa Moms ikuti agar Moms mendapatkan kenaikan berat badan ibu hamil sesuai dengan yang dianjurkan.

  • Bekerjasamalah dengan dokter kandungan Moms tentang tujuan penambahan berat badan di awal dan secara teratur selama kehamilan kita.
  • Lacak kenaikan berat badan ibu hamil di awal dan secara teratur selama kehamilan dan bandingkan kemajuan Moms dengan kisaran kenaikan berat badan sehat ibu hamil yang direkomendasikan.
  • Makan makanan seimbang yang tinggi biji-bijian, sayuran, buah-buahan, produk susu rendah lemak, dan protein tanpa lemak. Gunakan daftar periksa harian untuk melihat target kelompok makanan harian yang tepat untuk Moms pada tahap kehamilan saat itu. Sebagian besar makanan aman dikonsumsi selama kehamilan, tetapi Moms harus berhati-hati atau menghindari makanan tertentu. Bicarakan dengan dokter untuk mengetahui makanan apa saja yang harus dihindari selama kehamilan.
  • Batasi tambahan gula dan lemak padat yang ditemukan dalam makanan seperti minuman ringan, makanan penutup, makanan yang digoreng, susu murni, dan daging berlemak.
  • Ketahui kebutuhan kalori kita. Secara umum, trimester pertama (atau tiga bulan pertama) tidak membutuhkan kalori ekstra. Biasanya, wanita membutuhkan sekitar 340 kalori tambahan per hari selama trimester kedua (tiga bulan kedua) dan sekitar 450 kalori tambahan per hari selama trimester ketiga (terakhir).
  • Cobalah olahraga ringan setidaknya 150 menit (2,5 jam) aktivitas aerobik intensitas sedang (seperti jalan cepat) per minggu. Waktu 150 menit mungkin terdengar berlebihan, tetapi Moms dapat mencapai tujuan ini dengan membagi aktivitas fisik kita menjadi 10 menit setiap kali. Aktivitas fisik itu sehat dan aman bagi kebanyakan ibu hamil. Bicaralah dengan dokter kandungan Moms untuk menentukan apakah Moms memiliki batasan aktivitas fisik. Jika melakukan aktivitas fisik dirasa sulit, cobalah untuk tidak duduk dalam waktu lama. Cobalah berjalan kaki sebanyak yang Moms bisa dan buat perubahan kecil untuk meningkatkan aktivitas fisik harian kita. Misalnya, naik tangga daripada naik lift di tempat kerja, atau turun dari bus halte sebelumnya.
  • Cobalah makan dengan baik juga. Tidak perlu 'makan untuk dua orang' atau minum susu berlemak penuh. Moms tidak membutuhkan kalori ekstra sampai trimester ketiga (saat itu Moms hanya membutuhkan 450 kalori ekstra).

Baca Juga: Hindari Anemia, Ini 17 Makanan Penambah Darah untuk Ibu Hamil

Itu dia Moms beberapa informasi penting yang perlu Moms ketahui mengenai kenaikan berat badan ibu hamil. Pastikan Moms dan calon bayi selalu sehat ya!

Artikel Terkait