2-3 TAHUN
17 Desember 2019

Kenalan dengan Generasi Alpha, Anak dari Generasi Milenial

Generasi yang lahir ditengah perkembangan teknologi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Intan Aprilia

Mungkin kita sudah sering mendengar tentang generasi Z, generasi Y, bahkan generasi milenial. Pengkategorian generasi-generasi ini didasarkan pada tahun kelahiran masing-masing orang. Tapi tahukah Moms mengenai generasi alpha?

Sudah tidak lagi berkutat dengen generasi milenial, kini dunia mulai kehadiran satu generasi baru, yaitu generasi alpha yang disebut-sebut sebagai anak dari generasi milenial.

Rata-rata generasi milenial kini sudah menjadi orang tua dan generasi Z masuk dalam fase dewasa muda.

Tanpa berlama-lama, yuk kita langsung kenalan dengan generasi alpha, Moms.

Apa Itu Generasi Alpha?

generasi alpha

Foto: taylorherring.com

Generasi alpha, juga dikenal sebagai "anak-anak milenium," adalah generasi pertama yang lahir semuanya di abad ke-21. Mark McCrindle, seorang peneliti dan konsultan generasi di Australia, menciptakan istilah ini pada tahun 2005.

Ada beberapa hal yang bisa membedakan generasi alpha dan generasi lainnya, seperti generasi alpha mulai lahir di tahun 2010, jadi sebagian besar generasi ini bisa dibilang masing bayi yang masih membutuhkan popok, menunggu tumbuhnya gigi, bahkan ada yang masih di dalam perut.

Dilansir dari laman Forbes, pemilihan tahun 2010 ini dikarenakan tahun tersebut merupakan tahun diluncurkannya Intagram dan iPad, atau yang dikenal dengan istilah teknologi. Yup, anak-anak ini lahir di tengah-tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Baca Juga: Tak Hanya Milenial, Yuk Kenalan dengan 5 Generasi yang Ada Saat Ini

McCrindle memperkirakan bahwa sebesar 2,5 juta generasi alpha lahir setiap minggunya di seluruh dunia. Generasi ini akan mencapai total 2 miliar orang di seluruh dunia pada saat orang termuda dilahirkan pada tahun 2025.

Sementara orang tua mereka, kaum milenial, secara informal dikenal sebagai masyarat pengguna digital, banyak generasi alpha sudah memiliki jejak digital bahkan sebelum mereka memahami istilah tersebut.

Dilansir dari Fluxtrend.com, anak-anak selebriti seperti Asahd Khaled, putra dari produser musik yang lebih terkenal, DJ Khaled, dan putra Pangeran William, George, sudah memiliki akun Instagram, yang dikelola oleh orang tua mereka.

Generasi ini adalah grup pertama yang akan terbenam dalam teknologi seumur hidup mereka. Anak-anak ini juga disebut sebagai Generasi Kaca karena perangkat kaca akan menjadi media komunikasi utama mereka.

Anak Generasi Alpha dan Teknologi

generasi alpha

Foto: tts.com

Generasi alpha menggunakan smartphone dan tablet secara alami. Anak-anak ini dilahirkan bersamaan dengan berkembangnya iPhone, iPad, dan aplikasi-aplikasi lainnya. Mereka tidak bisa terlepas dari teknologi-teknologi ini.

"Generasi Alpha lahir di tengah perkembangan teknologi, sehingga mereka lebih tech savvy," ujar Rosdiana Setyaningrum, MPsi, MHPEd, psikolog anak, ketika ditemui di acara S-26 Procal Gold, Dari Belajar jadi Hebat. "Meski lahir dengan teknologi yang mendukung, namun mereka tidak bergantung pada teknologi," tambahnya.

Baca Juga: 3 Cara Menenangkan Balita Tantrum Tanpa Perlu Memberikan Gadget

Keinginan untuk belajar dari anak-anak ini sangat besar. Mereka tidak takut dengan teknologi atau tombol sentuh untuk mempelajari apa yang bisa dilakukan oleh tombol-tombol tersebut. Alpha belajar dengan melakukan.

Generasi alpha tumbuh akrab dengan suara dari Siri, Alexa, dan Google Assistant dalam kesehariannya.

Di dunia generasi alpha, berinteraksi dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan asisten suara adalah hal yang wajar.

Dilansir dari Children's Bureau, anak generasi alpha menggunakan teknologi di segala aspek dalam hidupnya, seperti di rumah dan di sekolah. Orang tua milenial terbiasa memperkenalkan anak generasi alpha pada media sosial dan smartphone, bahkan sebelum mereka bisa berbicara.

Sama seperti anak lainnya, anak yang lahir sebagai generasi alpha tentunya membutuhkan nutrisi untuk mendukung tumbuh kembangnya.

"Nutrisi yang tepat untuk anak dibutuhkan untuk membentuk dan mematangkan sel-sel otak. Kandungan-kandungan di dalam susu penting untuk pertumbuhan anak. Misalnya vitamin D, untuk perkembangan memori anak," jelas Dr. Attila Dewanti SpAK, saat diwawancarai di acara yang sama.

Moms dan Dads harus memerhatikan untuk memberikan nutrisi yang tepat bagi Si Kecil agar ia tumbuh sehat dan pintar. Sesuaikan juga pola asuh dengan generasi alpha ya, Moms! Karena tentunya pola asuh saat kita kecil berbeda dengan buah hati yang terlahir sebagai generasi alpha.

Artikel Terkait