BALITA DAN ANAK
13 Februari 2020

Kenali 7 Jenis Penyakit Autoimun. Cari Tahu Di Sini!

Waspadai, dengan mengenal jenis penyakit autoimun ini
Artikel ditulis oleh Fitria
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Penyakit autoimun terjadi ketika sistem pertahanan alami tubuh tidak dapat membedakan sel-sel tubuh sendiri dengan sel asing, menyebabkan tubuh secara keliru menyerang sel-sel normal.

“Ada berbagai jenis penyakit autoimun,” ungkap Ana Maria Orbai, M.D., M.H.S., ahli reumatologi di Johns Hopkins Arthritis Center.

"Gejala masing-masing penyakit autoimun biasanya berhubungan dengan banyak faktor seperti keturunan, lingkungan atau kesehatan pribadi," ungkapnya.

7 Jenis Penyakit Autoimun yang Paling Umum Terjadi

Ada lebih dari 80 jenis penyakit autoimun yang berbeda. Namun berikut adalah 7 jenis penyakit autoimun yang paling umum terjadi, dilansir dari healthline.com:

1. Diabetes Tipe 1

jenis penyakit autoimun

Foto: medicalnewstoday.com

Pankreas menghasilkan hormon insulin, yang membantu mengatur kadar gula darah.

Pada diabetes mellitus tipe 1, sistem kekebalan menyerang dan menghancurkan sel-sel yang memproduksi insulin di pankreas.

Hasil gula darah tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah, serta organ-organ seperti jantung, ginjal, mata, dan saraf.

Baca Juga: 6 Sayuran yang Bisa Mencegah Penyakit Autoimun, Bisa Jadi Pilihan!

2. Rheumatoid Arthritis (RA)

jenis penyakit autoimun

Foto: medicalnewstoday.com

Pada rheumatoid arthritis (RA), sistem kekebalan menyerang sendi. Serangan ini menyebabkan peradangan, rasa panas, nyeri, dan kekakuan pada persendian.

Tidak seperti osteoartritis yang biasanya menyerang orang-orang ketika mereka semakin tua, RA dapat muncul di umur 30-an atau lebih cepat.

3. Lupus Erythematosus Sistemik (SLE)

jenis penyakit autoimun

Foto: rheumatologyadvisor.com

Lupus erythematosus sistemik adalah jenis penyakit autoimun kronis yang menyebabkan peradangan sistemik, atau menyebar luas. Penyakit ini dapat menyerang kulit, persendian, dan pembuluh darah, serta berbagai sistem organ lainnya.

Tidak ada obat untuk lupus, tetapi obat-obatan dan perubahan gaya hidup dapat membantu mengendalikannya.

SLE lebih banyak diderita wanita daripada pria. Wanita juga mungkin mengalami gejala yang lebih parah selama kehamilan dan saat periode menstruasi.

Kedua pengamatan ini telah membuat beberapa profesional medis percaya bahwa hormon estrogen wanita mungkin berperan dalam menyebabkan SLE.

Baca Juga: Ibunda Mikha Tambayong Meninggal karena Autoimun, Ini Gejala dan Faktor Risiko Penyakit Autoimun

4. Penyakit Celiac

jenis penyakit autoimun

Foto: healthline.com

Orang dengan penyakit celiac tidak dapat makan makanan yang mengandung gluten, protein yang ditemukan dalam gandum, gandum hitam, dan produk biji-bijian lainnya.

Gluten adalah protein yang membuat adonan elastis dan memberi roti tekstur kenyal.

Ketika gluten berada di usus kecil, sistem kekebalan menyerang bagian saluran pencernaan ini dan menyebabkan peradangan.

Seiring waktu, reaksi ini merusak lapisan usus kecil dan membuatnya tidak dapat menyerap sejumlah nutrisi (malabsorpsi).

Kerusakan usus kecil bisa menyebabkan diare, kelelahan, penurunan berat badan, kembung dan anemia. Untuk kasus yang lebih parah bisa menyebabkan komplikasi serius.

5. Psoriasis

jenis penyakit autoimun

Foto: shathayu.com

Psoriasis adalah jenis penyakit autoimun yang menyebabkan bercak-bercak berwarna merah, bersisik muncul di kulit.

Orang yang mengidap penyakit ini memiliki kondisi kulit dengan pertumbuhan siklus hidup sel-sel kulit yang sangat cepat.

Menurut Mayo Clinic, psoriasis menyebabkan sel-sel menumpuk di permukaan kulit, sehingga membentuk sisik dan bercak merah yang gatal dan kadang menyakitkan.

Psoriasis adalah penyakit kronis yang sering datang dan pergi. Tujuan utama perawatan adalah menghentikan sel-sel kulit agar tidak tumbuh begitu cepat.

Tidak ada obat untuk psoriasis, tetapi kita bisa mengatasi gejalanya dengan berhenti merokok, meminimalisir stres, dan rutin menggunakan pelembap kulit.

Baca Juga: Selebgram Olivia Lazuardy Mengidap Penyakit Autoimun Psoriasis, Ketahui 5 Faktanya

6. Vaskulitis

jenis penyakit autoimun

Foto: health.clevelandclinic.org

Pada jenis penyakit autoimun vaskulitis, sistem kekebalan menyerang dan merusak pembuluh darah.

Vaskulitis dapat mempengaruhi organ apa pun, sehingga gejalanya sangat bervariasi dan dapat terjadi hampir di semua bagian tubuh.

Perawatan yang dilakukan bertujuan untuk mengurangi aktivitas sistem kekebalan tubuh, biasanya dengan prednison atau kortikosteroid.

7. Penyakit Radang Usus (IBD)

jenis penyakit autoimun

Foto: creakyjoints.org

Sistem kekebalan menyerang lapisan usus, menyebabkan diare, pendarahan dubur, pergerakan usus yang mendesak, sakit perut, demam, dan penurunan berat badan pada jenis penyakit autoimun satu ini.

Kolitis ulserativa dan penyakit Crohn adalah dua bentuk utama IBD. Obat penekan kekebalan oral dan injeksi dapat mengobati IBD

“Jika Anda sehat dan tiba-tiba merasa lelah atau kaku, jangan remehkan itu, ” kata Orbai seperti dikutip pada hopkinsmedicine.org.

"Periksakan pada dokter untuk membantu Anda melihat lebih jelas gejala yang Anda alami dan melakukan tes untuk mengidentifikasi atau menyingkirkan penyakit autoimun."

Artikel Terkait