NEWBORN
5 Oktober 2020

Kenali 12 Refleks pada Bayi Baru Lahir

Supaya tidak kaget, kenali refleks pada bayi ini Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Amelia Puteri

Sebagian besar aktivitas bayi di minggu-minggu pertama kehidupannya adalah bersifat refleksif. Misalnya, ketika Moms memasukkan jari ke mulut, bayi akan memberikan refleks berupa menghisap jari kita.

Lalu ketika dihadapkan oleh cahaya terang, dia akan menutup matanya dengan rapat, karena itulah yang refleksnya lakukan. Si kecil terlahir dengan banyak tanggapan otomatis ini. Lalu, apa saja refleks pada bayi?

Refleks adalah reaksi otot yang terjadi secara otomatis sebagai respons terhadap stimulasi. Sensasi atau gerakan tertentu yang menghasilkan respons otot tertentu.

Reflek biasanya terjadi tanpa kita sadari. Sehingga beberapa gerakan bayi bersifat spontan, terjadi sebagai bagian dari aktivitas bayi yang biasa. Sementara sisanya merupakan tanggapan terhadap tindakan tertentu.

Refleks pada bayi baru lahir ini membantu mengidentifikasi aktivitas otak dan saraf normal meskipun beberapa refleks hanya terjadi selama periode perkembangan tertentu.

Banyak refleks bayi menghilang saat anak bertambah tua, meskipun beberapa tetap akan tetap ada sampai dewasa. Refleks yang masih ada setelah usia yang biasanya hilang bisa merupakan tanda kerusakan otak atau sistem saraf pada Si Kecil.

Refleks bayi adalah respons yang normal pada bayi, tetapi menjadi tidak normal jika terjadi pada kelompok usia lainnya.

Baca Juga: Yuk Moms, Lengkapi Nutrisi 1000 Hari Pertama Kehidupan Si Kecil

Macam-macam Refleks pada Bayi

Refleks apa saja sih Moms yang ada pada bayi baru lahir? Yuk kita simak jenis-jenisnya di bawah ini.

1. Refleks Mencari (Root Reflex)

refleks 1

Foto: babycenter.com

Refleks pada bayi ini terjadi ketika sudut bayi dibelai atau disentuh. Bayi akan memutar kepalanya dan membuka mulutnya untuk mengikuti dan mencari arah datangnya belaian tersebut atau darimana sentuhan tersebut berasal.

Ini membantu Si Kecil menemukan payudara atau botol untuk mulai menyusu.

Pada awalnya bayi akan berputar dari sisi ke sisi, memutar kepalanya ke arah puting susu dan kemudian menjauh. Tetapi sekitar tiga minggu kemudian dia akan mulai memutar kepalanya dan menggerakkan mulutnya ke posisi untuk mengisap.

Refleks ini akan terjadi saat anak berusia sekitar tiga atau empat bulan.

2. Refleks Mengisap (Sucking Reflex)

refleks 2

Foto: smababy.co.uk

Healthy Children menjabarkan bahwa root reflex membantu bayi menjadi siap mengisap pada puting menyusui dengan tepat. Maka, saat atap mulut bayi sudah disentuh, bayi akan mulai mengisap. Refleks ini dikenal juga dengan refleks menghisap.

Mengisap adalah refleks lainnya yang akan dilakukan anak untuk bertahan hidup bahkan sebelum ia lahir. Maksudnya? Jika Moms menjalani tes ultrasonografi selama kehamilan, kita mungkin akan melihat bayi di yang sedang mengisap jempolnya.

Setelah lahir, ketika puting susu (baik payudara atau botol) diletakkan di mulut bayi dan kita menyentuh atap mulutnya, ia akan secara otomatis mulai menyusu.

Gerakan ini sebenarnya terjadi dalam dua tahap: pertama, anak akan menempatkan bibirnya di sekitar areola (area kulit berpigmen melingkar yang mengelilingi puting susu) dan memeras puting susu di antara lidah dan langit-langitnya.

Kemudian pada fase kedua, atau tindakan memerah susu, di mana lidah mulai bergerak dari areola ke puting susu. Seluruh proses ini dibantu oleh tekanan negatif, atau pengisapan, yang mengamankan payudara di mulut bayi.

Mengkoordinasi gerakan mengisap ritmis ini dengan bernapas dan menelan adalah tugas yang relatif rumit untuk bayi yang baru lahir. Jadi meskipun ini adalah tindakan refleksif, tidak semua bayi bisa mengisap secara efisien. Namun, dengan latihan, refleks menjadi keterampilan yang bisa mereka kelola dengan baik.

Refleks ini belum dimulai sampai sekitar minggu ke-32 kehamilan dan belum sepenuhnya berkembang hingga sekitar usia 36 minggu.

Untuk refleks pada bayi prematur, mungkin memiliki kemampuan menghisap yang lemah atau belum berkembang karena hal ini. Bayi juga memiliki refleks mengisap jempolnya yang terjadi karena refleks mencari dan mengisap.

Baca juga: 6 Perlengkapan Menyusui Wajib Punya Agar Tetap Nyaman

3. Refleks Moro

refleks 3

Foto: washingtonexaminer.com

Refleks moro seringkali disebut refleks kejut karena biasanya terjadi saat bayi terkejut oleh suara atau gerakan.

Menanggapi suara itu, bayi akan menarik kepalanya ke belakang, kemudian menendangkan kakinya yang dibarengi dengan mengangkat kedua tangannya, menangis, lalu menarik tangan dan kakinya ke posisi semula, bersamaan dengan ini Si Kecil biasanya akan menangis.

Nah, tangisan bayi sendiri bisa mengejutkannya dan memicu refleks moro. Refleks pada bayi ini berlangsung sekitar 5 – 6 bulan. Refleks ini akan memuncak selama bulan pertama dan kemudian menghilang setelah berusia dua bulan.

Menurut International Journal of Pediatrics, tidak adanya refleks Moro selama periode neonatal pada bayi, menunjukkan berbagai kondisi yang patut dikhawatirkan.

4. Tonic Neck Reflex

refleks 4

Foto: sunraysia.com.au

Salah satu respons otomatis yang lebih menarik adalah refleks leher tonik, atau dikenal sebagai postur pagar.

Moms mungkin memperhatikan bahwa ketika kepala bayi menoleh ke satu sisi, lengannya di sisi itu akan lurus, lalu lengan yang berlawanan akan ditekuk seolah-olah ia dipagari.

Namun, jangan kaget jika Moms tidak melihat respons ini. Respon halus ini tidak akan terjadi jika bayi Moms menangis. Refleks pada bayi ini diketahui akan hilang pada usia lima hingga tujuh bulan.

5. Refleks Menggenggam (Grasp Reflex)

refleks 5

Foto: healthline.com

Refleks pada bayi selanjutnya adalah refleks menggenggam. Jika Moms mengelus permukaan telapak tangan bayi, coba perhatikan, hal ini akan menyebabkan bayi secara refleks menutup jari-jarinya dan menggenggam.

Refleks menggenggam ini berlangsung sampai bayi berusia sekitar 5 atau 6 bulan.

Baca Juga: 10 Aktivitas Sederhana Untuk Bayi 0-6 Bulan

6. Refleks Mendorong Lidah (Tongue-Thrust Reflex)

refleks 6

Foto: rd.com

Jenis refleks ini muncul ketika lidah bayi menekan ke depan terlalu jauh di dalam mulut, menghasilkan kondisi ortodontik abnormal yang disebut "gigitan terbuka."

Refleks ini mencegah bayi tersedak benda asing dan akan hilang dengan sendirinya pada usia 4-6 bulan.

Inilah salah satu alasan mengapa biasanya memperkenalkan makanan padat atau MPASI direkomendasikan pada usia tersebut kecuali pada kasus gastroesophageal reflux disease (GERD) yang langka.

Jika terjadi hal ini, dokter mungkin merekomendasikan formula bayi yang sedikit lebih kental dan memberikan sereal beras menggunakan botol susu.

7. Babinski Reflex

refleks 7 new

Foto: katzjcc.org

Saat telapak kaki bayi dielus dengan kuat, jempol kakinya akan tertekuk ke belakang dan bagian atas kaki serta jari-jari kaki yang lainnya terangkat. Refleks ini umumnya menjadi terhambat dari bulan ke enam sampai kesembilan setelah kelahiran. Ini merupakan refleks normal yang berlangsung hingga bayi berusia sekitar 2 tahun.

8. Refleks Melangkah (Step Reflex)

refleks 8

Foto: thecarousel.com

Refleks ini juga disebut refleks berjalan atau menari karena bayi tampak melangkah atau menari saat ditopang dalam posisi berdiri dengan kaki yang menyentuh permukaan yang padat.

Refleks ini akan berlangsung sekitar 2 bulan dan akan hilang seiring dengan kemampuan berjalan bayi yang berkembang.

Baca Juga: Kenali Tahapan Perkembangan Kemampuan Berbicara Bayi

9. Parachute Reflex

refleks pada bayi

Foto: parenting.firstcry.com

Refleks ini terjadi pada bayi yang umurnya sudah lebih tua. Ketika anak dipegang secara tegak dan tubuh bayi diputar dengan cepat untuk menghadap ke depan (seperti saat jatuh). Bayi akan mengulurkan tangannya ke depan seolah-olah akan jatuh, meskipun refleks ini muncul jauh sebelum bayi berjalan.

Contoh refleks yang bertahan hingga dewasa adalah:

  • Refleks berkedip: mengedipkan mata saat disentuh atau ketika cahaya terang yang tiba-tiba muncul
  • Refleks batuk: batuk saat jalan nafas distimulasi
  • Refleks Gag: tersedak ketika tenggorokan atau bagian belakang mulut terstimulasi
  • Refleks bersin: bersin saat hidung tersumbat
  • Refleks menguap: menguap ketika tubuh membutuhkan lebih banyak oksigen

10. Refleks Galant

refleks pada bayi

Foto: parent24.com

Refleks pada Si Kecil ini dirangsang dengan menempatkan bayi di perut atau dengan ringan menopangnya di bawah perut dengan tangan kita, lalu dengan menggunakan kuku, dengan lembut membelai satu sisi tulang belakang neonatus dari kepala hingga bokong.

Respons terjadi dengan badan bayi yang melengkung ke arah sisi yang terstimulasi. Refleks ini dapat terjadi kapan saja antara bulan pertama dan ketiga.

11. Refleks Merangkak

refleks pada bayi

Foto: ilslearningcorner.com

Refleks merangkak dan tengkurap dapat distimulasi dengan menempatkan Si Kecil menghadap ke bawah pada permukaan yang rata.

Bayi akan berusaha merangkak ke depan menggunakan lengan dan kaki. Refleks ini akan terjadi hingga anak berusia tiga hingga empat bulan.

Baca Juga: 4 Alasan Penting Mengajari Anak Merangkak Sebelum Belajar Berjalan

12. Refleks Mata Boneka

refleks pada bayi

Foto: nursingmanthra.com

Refleks mata merupakan refleks pada bayi baru lahir yang dapat terjadi dengan posisi telentang pada bayi (berbaring telentang).

Anak akan perlahan-lahan memutar kepala ke kedua sisi. Lalu mata bayi akan tetap diam. Refleks ini harus menghilang antara usia tiga hingga empat bulan.

Nah, itu dia Moms 12 refleks yang seharusnya dimiliki oleh bayi baru lahir. Jika dirasa Si Kecil justru tidak menunjukkan salah satunya, silahkan konsultasikan dengan dokter anak ya, Moms.

Artikel Terkait