GAYA HIDUP
15 September 2019

Kenali Amnesia, Penyakit yang Menghilangkan Memori Ingatan

Bisa menjadi permanen bila tidak diperiksa secepatnya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Carla Octama

Amnesia adalah suatu kondisi dimana seseorang tidak bisa merekam memori baru, mengingat sejumlah informasi yang sudah terekam di otak atau keduanya.

Dalam banyak film maupun buku, amnesia kerap menjadi tema yang populer dan rasanya cukup mudah bagi seseorang terkena amnesia.

Namun, pada kenyataannya, kondisi medis ini sangat jarang, meski ada kemungkinan terjadi para kita.

Jadi tidak ada salahnya kita mengenal lebih jauh apa itu amnesia atau sering disebut hilang ingatan. Karena tidak semua hilang ingatan bisa disebut amnesia lho moms.

Misalnya ketika kita tiba-tiba merasa menjadi sedikit pelupa, tidak lantas bisa disebut menderita amnesia ya. Amnesia mengacu pada kehilangan memori dalam skala besar.

Memori-memori yang hilang tersebut termasuk pencapaian-pencapaian dalam hidup, peristiwa-peristiwa yang memorable, orang-orang yang berpengaruh dalam hidup kita dan fakta vital yang sudah diajarkan maupun diberitahukan pada kita.

Hilangnya memori tersebut bisa berlangsung sementara atau permanen. Namun yang sering terjadi, kondisi hilang ingatan ini hanya temporer.

Gejala- gejala amnesia bergantung pada penyebabnya, namun gejala pada umumnya antara lain :

  1. Kehilangan ingatan
  2. Kebingungan
  3. Tidak mampu mengenali wajah maupun tempat-tempat yang familier
  4. Jika kita berhasil sembuh, biasanya memori saat kita menderita amnesia juga akan hilang.

Seperti dikutip dari situs medicalnewatoday.com, terkait penyebab amnesia terbagi dalam dua jenis, yakni amnesia medis dan amnesia psikogenik.

Amnesia Medis

Amnesia medis.jpg

Amnesia medis biasanya merupakan dampak dari cedera atau kerusakan pada otak.

Beberapa penyebabnya, yakni:

- Stroke

- Radang otak akibat infeksi virus atau bakteri, atay bisa juga reaksi dari autoimun.

- Penyakit autoimun atau celiac disease

- Hipoksia atau defisiensi oksigen sebagai dampak dari serangan jantung dan keracunan monoksida

- Beberapa obat-obatan seperti obat tidur atau obat ambien

- Pendarahan di area antara tengkorak dan otak

- Tumor otak yang mempengaruhi bagian otak yang berfungsi menyimpan memori.

- Epilepsi

- Terapi kejut listrik

- Cedera kepala

Amnesia Psikogenik

Amnesia psikogenik.jpg

Amnesia psikogenik juga disebut amnesia disosiatif yang biasanya disebabkan oleh guncangan emosial, diantaranya:

- Kasus Kejahatan Kekerasan

- Kasus Kekerasan seksual

- Perang militer

- Bencana alam

- Aksi terorisme

Berbagai kondisi dalam hidup yang tidak mampu ditoleransi seseorang, bisa menyebabkan stres secara psikologis yang cukup parah dan juga memicu internal conflict.

Kedua hal tersebut bisa menyebabkan amnesia. Tekanan psikologis lebih sering mengacaukan memori personal yang sudah ada, daripada memori yang baru.

Penyakit amnesia mungkin masih tergolong penyakit langka. Namun, tidak ada salahnya kita mulai waspada untuk menghindari risiko terjadinya amnesia, termasuk salah satunya menjaga kesehatan mental.

(SERA/CAR)

Artikel Terkait