NEWBORN
24 April 2019

Kenali, Atresia Esofagus, Salah Satu Penyebab Bayi Sulit Menyusu

Bayi menjadi kesulitan menelan makanan dari mulut ke perut
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Carla
Disunting oleh Carla

Atresia esofagus merupakan cacat lahir di mana bagian esofagus bayi (saluran yang menghubungkan mulut dan lambung) tidak berkembang dengan baik.

Pada bayi dengan kondisi cacat lahir ini, esofagus memiliki dua bagian terpisah, yakni kerongkongan atas dan bawah, yang tidak saling terhubung.

Akibatnya, bayi menjadi kesulitan menelan makanan dari mulut ke perut, dan terkadang kesulitan bernapas.

Atresia esofagus seringkali terjadi dengan fistula trakeoesofagus, cacat lahir di mana bagian esofagus terhubung ke trakea atau tenggorokan.

Baca Juga : 5 Cara Membantu Bayi Menyusu Dengan Benar

Penyebab Cacat Lahir Atresia Esofagus Pada Bayi

Salah satu kondisi penyebab bayi sulit menyusu ini diduga disebabkan oleh masalah perkembangan esofagus saat bayi masih berada di dalam rahim, meskipun belum dapat dipastikan secara jelas mengapa kondisi cacat lahir ini terjadi.

Kondisi ini lebih sering terjadi pada bayi yang lahir dari ibu dengan terlalu banyak cairan ketuban saat masa kehamilan (polihidramnion).

Selain itu, kondisi ini juga lebih umum terjadi pada bayi yang memiliki masalah pada perkembangan ginjal, jantung, dan tulang belakang.

Jenis atau Tipe Atresia Esofagus Pada Bayi

Ada 5 tipe atresia esofagus, yakni tipe A, tipe B, tipe C, tipe D, dan tipe H. Penjelasan lebih lanjut mengenai masing-masing tipe tersebut dapat Moms temukan di bawah ini:

  • Tipe A (7,7%): Di mana kedua bagian esofagus berakhir di rongga perut. Bagian esofagus tersebut tidak melekat pada trakea.
  • Tipe B (0,8%): Atresia esofagus dengan fistula trakeoesofagus di mana bagian atas esofagus membentuk fistula ke trakea. Bagian esofagus bawah berakhir di rongga perut. Ini merupakan kondisi yang sangat langka.
  • Tipe C (86,5%): Atresia esofagus dengan fistula trakeoesofagus, di mana bagian atas esofagus berakhir di rongga perut (EA) dan bagian bawah esofagus melekat pada trakea (TEF).
  • Tipe D (0,7%): Atresia esofagus dengan fistula trakeoesofagus, di mana kedua bagian esofagus melekat pada trakea. Ini merupakan kondisi yang paling langka dari EA/TEF.
  • Tipe H (4,2%): Fistula trakeoesofagus di mana tidak ada atresia esofagus karena esofagus langsung menuju ke lambung. Fistula berada di antara esofagus dan trakea.

Baca Juga : 5 Faktor Penyebab Ibu Menyusui Kesulitan Memberi ASI Eksklusif

Pengobatan Atresia Esofagus Pada Bayi

Mengingat kondisi ini menyebabkan bayi sulit menyusu, tentunya perlu diambil tindakan pengobatan yang tepat. Adapun pengobatan untuk kondisi cacat lahir ini adalah melalui tindakan operasi.

Setelah diagnosis dibuat, tindakan operasi diperlukan dengan tujuan menghubungkan kembali kedua ujung esofagus sehingga bayi dapat bernapas dan menelan makanan dengan normal.

Prosedur pembedahan ganda atau pemberian obat-obatan mungkin diperlukan, terutama jika esofagus yang diperbaiki menjadi terlalu sempit untuk dilalui makanan.

Selain itu, produser di atas juga bisa dilakukan jika kerongkongan tidak bekerja cukup baik untuk memindahkan makanan ke dalam perut, atau jika makanan yang dicerna di dalam perut terus menerus bergerak kembali ke esofagus.

Nah, itulah penjelasan singkat mengenai atresia esofagus, termasuk penyebab dan tindakan pengobatannya.

Baca Juga: 5 Cara Membantu Bayi Menyusu Dengan Benar

Jika Moms curiga bayi menunjukkan gejala sulit menelan ASI, segera konsultasikan dengan dokter untuk menerima pemeriksaan lebih lanjut. Meskipun tidak selalu berarti Si Kecil mengalami atresia esofagus ya Moms.

(RGW)

Artikel Terkait